Bacaini.ID, KEDIRI – Kasus YouTuber Emanuel Bryan alias Bryan Ebem yang merekam seorang usher di GIIAS 2026 tanpa izin memberi pelajaran baru bagi semua pihak. Tak hanya kreator konten, pemerintah pun bergerak memberi rambu-rambu di ruang publik.
Emanuel Bryan alias Bryan Ebem diketahui merekam usher atau SPG di ajang pameran otomotif GIIAS 2026 di ICE BSD, Tangerang secara diam-diam, lalu mengunggahnya ke kanal YouTube dan Instagram dengan tema “cara mendekati cewek.” Salah satu usher yang wajahnya terekam meminta video itu diturunkan karena merasa privasinya dilanggar. Namun Bryan justru menolak dan meminta bayaran sebagai “biaya produksi.”
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menilai tindakan merekam usher secara diam-diam lalu menjadikannya konten “cara mendekati cewek” adalah tidak beretika dan melanggar hukum. Ia menegaskan bahwa ruang publik seperti pameran otomotif harus menjadi tempat aman bagi pekerja perempuan yang menjalankan tugas profesional.
Habiburokhman menyebut korban dapat menuntut pelaku dengan dasar hukum yang jelas. Di antaranya adalah Pasal 12 dan 115 UU Hak Cipta (larangan memperbanyak atau mengumumkan potret wajah tanpa izin untuk kepentingan komersial), UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) terkait kekerasan seksual berbasis elektronik, dan UU ITE yang mengatur pelanggaran hak pribadi dan kehormatan di ruang digital.
Ia mendorong korban untuk segera melapor ke Polres Tangerang Selatan dan berjanji Komisi III DPR akan mengawal proses hukum agar berjalan tegas dan profesional.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa perekaman tanpa izin adalah pelanggaran Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Ia menolak anggapan bahwa ruang publik bebas direkam tanpa persetujuan, karena privasi tetap harus dihormati.
Meutya menyebut kasus ini sebagai pelanggaran etika digital dan menegaskan Komdigi melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital akan mengambil langkah terukur. Ia juga menekankan pentingnya melindungi perempuan dan anak dari praktik perekaman tanpa izin, serta memastikan ruang digital lebih aman bagi masyarakat.
Permintaan Maaf Bryan
Setelah menuai kecaman, Bryan Ebem akhirnya meminta maaf lewat akun Instagram @ebemartono.
“Beberapa hari ini sedang ramai terjadinya kegaduhan. Sebelumnya saya Bryan, saya ingin meminta maaf atas semua kesalahan yang timbul dari kelakuan saya. Saya tidak membenarkan, saya hanya meminta maaf atas semua pihak yang merasa dirugikan.”
Bryan berjanji akan lebih hati-hati dalam membuat konten dan mengakui bahwa responsnya saat berbalas pesan dengan usher salah. Ia menyesal telah menyebut “biaya produksi” sebagai syarat take down, dan menegaskan akan membenahi diri serta meluruskan semua yang terjadi.
Penulis: Hari Tri Wasono




