• Login
Bacaini.id
Wednesday, April 29, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

KPK Terima Banyak Pengaduan Korupsi di Kediri

ditulis oleh
20 May 2022 17:00
Durasi baca: 2 menit
Jaksa KPK Wawan Yunarwanto (kiri) dalam podcast Hurry Up. Foto: Bacaini

Jaksa KPK Wawan Yunarwanto (kiri) dalam podcast Hurry Up. Foto: Bacaini

Bacaini.id, KEDIRI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) banyak menerima laporan dugaan tindak pidana korupsi di Kediri. Salah satu modus yang kerap digunakan adalah setoran fee proyek kepada kepala daerah.

Jaksa Penuntut Umum Direktorat Penuntutan KPK, Wawan Yunarwanto mengatakan lembaga anti rasuah banyak menerima laporan atau pengaduan masyarakat tentang tindak pidana korupsi di Kediri. “Pengaduan dari masyarakat banyak sekali,” kata Wawan dalam podcast Hurry Up di channel YouTube bacaini official yang diunggah Kamis, 19 Mei 2022.

Namun tidak semua pengaduan masyarakat (dumas) tersebut bisa ditindaklanjuti oleh KPK. Mereka akan menyeleksi laporan yang masuk, apakah bisa ditindaklanjuti dengan penyelidikan atau tidak.

KPK sendiri menetapkan beberapa syarat terhadap laporan yang masuk. Diantaranya melengkapi dengan alat bukti yang cukup, menguraikan tindak pidana korupsi yang terjadi, serta memenuhi kelayakan untuk diproses sesuai UU KPK.

“Kami juga akan memilah apakah kasus itu menjadi bagian KPK atau masuk dalam wewenang kejaksaan atau kepolisian. Jadi tidak semua kasus bisa kami tindak lanjuti,” kata Wawan.

Selain laporan masyarakat, KPK juga bisa melakukan penyelidikan atas inisiatif sendiri. Misalnya dari pengembangan kasus yang ditangani hingga menemukan tindak pidana baru.

Jaksa kelahiran Kota Kediri ini juga mengungkapkan modus korupsi yang dilakukan para pejabat, terutama kepala daerah. Paling banyak adalah tindak pidana suap yang diterima walikota atau bupati berupa fee proyek.

“Rata-rata leading sectornya dari PU (Dinas Pekerjaan Umum). PU ini yang paling besar mengelola fee-fee proyek yang akan disetorkan kepada walikota atau bupati,” kata Wawan.

Modus paling sering yang pernah dibongkar Wawan adalah sindikasi kepala daerah dengan rekanan. Biasanya kepala daerah akan mempercayakan tim khusus untuk mengatur proses lelang di sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Caranya, tim itu akan mengajukan beberapa perusahaan sebagai peserta lelang. Namun dari sekian perusaaan yang didaftarkan, hanya satu perusahaan yang dipersiapkan dengan baik kelengkapan dokumen persyaratannya. Sehingga secara otomatis perusahaan tersebut akan keluar sebagai pemenang tender. Perusahaan inilah yang nantinya akan memberikan fee proyek kepada kepala daerah.

Penulis: HTW

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: kabupaten kediriKedirikorupsikota kediriKPK
Advertisement Banner

Comments 2

  1. Pingback: Ashari Melenggang Jadi Calon Ketua Demokrat Kota Kediri - Bacaini.id
  2. Pingback: Megahnya Stadion ABC Senayan Yang Jadi Tempat Latihan Persik, Tarif Rp3,5 Juta Per 2 Jam - Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Romy Soekarno reses PDIP Blitar Gen Z 2029

Romy Soekarno Targetkan PDIP Jadi Partai Anak Muda, Bidik 52% Pemilih Gen Z di Pemilu 2029

RUPST Bank BJB 2025 di Bale Pakuan Bandung

RUPST Bank BJB 2025: Susi Pudjiastuti Masuk Komisaris, Dividen Rp900 Miliar Dibagikan

dugaan pungli lapas blitar kamar d1 napi korupsi petugas keamanan

Napi Korupsi di Lapas Blitar Dipungli Rp60 juta untuk Kamar Tamping

  • Aktivis PMII Blitar Raya dampingi warga terdampak limbah

    Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jembatan Cangar Kembali Jadi Lokasi Bunuh Diri, Efek Werther di Media Sosial Disorot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In