• Login
Bacaini.id
Tuesday, February 17, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kopi Luwak Tanpa Piara Luwak, Trik Bupati Situbondo Naik Kelas

ditulis oleh Editor
23 June 2025 12:05
Durasi baca: 2 menit
Kopi Luwak Tanpa Piara Luwak, Trik Bupati Situbondo Naik Kelas (foto/ist)

Kopi Luwak Tanpa Piara Luwak, Trik Bupati Situbondo Naik Kelas (foto/ist)

Bacaini.ID, SITUBONDO – Bupati Situbondo Jawa Timur Rio Prayogo mengenalkan strategi Triple Helix dalam peresmian koperasi merah putih (KMP) di Desa Baderan Kecamatan Sumbermalang.

KMP Desa Baderan merupakan yang pertama berdiri di Kabupaten Situbondo dengan produk andalan kopi luwak yang uniknya tanpa repot memelihara hewan luwak.

KMP Baderan berkolaborasi dengan Universitas Hasanudin Makassar dan menerapkan tekhnologi Ohmic dalam mengolah kopi Baderan.

“Ini luar biasa beruntung lah kalian anak muda,” puji Rio Prayogo saat meresmikan penggunaan teknologi Ohmic dan tandatangan kerjasama dengan Unhas, Minggu 22 Juni 2025.

Strategi Triple Helix diketahui merupakan komitmen Bupati Situbondo Rio Prayogo dalam mengajak UMKM naik kelas.

Bentuk skemanya adalah kolaborasi antara pemerintah daerah, KMP dengan pihak ketiga, dalam hal ini kampus.

Pada KMP Baderan, kolaborasi berlangsung dengan kampus Unhas serta PT Hadin Agrivisi Internusa, anak perusahaan Unhas.

Produk usaha yang digarap adalah kopi bercita rasa kopi luwak dengan menggunakan teknologi fermentasi Ohmic.

Secara teknis berupa 3 tabung berkapasitas 600 kg biji kopi dan perangkat berdaya listrik. Perangkat ini yang bekerja melakukan proses fermentasi yang ramah lingkungan.  

Teknologi Ohmic hasil temuan Prof. Dr. Ir. Salengke dari UNHAS. Diklaim mampu menghasilkan rasa kopi Luwak dengan biaya produksi lebih terjangkau tanpa perlu memelihara luwak.  

“Alat teknologi yang kita buat ini cukup efektif dan ekonomis karena saya pernah diskusi dengan pembudidaya kopi luwak di Bandung,” terang Professor Salengke.

Ia menceritakan seekor luwak yang mampu 100 gram kopi per hari. Secara matematik untuk 25 kg kopi butuh 2500 ekor luwak.

Sementara dengan teknologi Ohmic bisa memproduksi 75 kg kopi per hari (fermentasi) dengan kualitas yang setara dengan yang dihasilkan alam.

“Setara dengan memelihara 7500 luwak,” tambahnya.

Penelitian kualitas kopi fermentasi hasil teknologi Ohmic sudah dilakukan di pusat kopi Jember.

Cita rasa kopi luwak di pusat kopi Jember diketahui 79-85, sedangkan hasil kopi fermentasi Ohmic 85-87, lebih tinggi.

Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual Universitas Hasanuddin (UNHAS) Asmi Citra Malina, S,Pi., M.Agr., Ph.D mengatakan teknologi Ohmic bertujuan meningkatkan kualitas dan nilai jual kopi Baderan, Situbondo.

Pilihan ke kopi Baderan karena punya cita rasa unik dengan produksi tinggi, namun harga jualnya masih rendah.

“Sehingga dengan teknologi ini harapanya akan meningkatkan harga. Kita harapkan bisa nanti diaplikasikan untuk daerah- daerah lain di Indonesia,” paparnya.

Penulis: Jaenal

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bupati situbondokopi luwaknaik kelastanpa luwaktrik
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Tangkapan layar saat Jokowi membuka Rakornas Indonesia Maju. Foto : youtube Sekretariat Presiden

Bantah Tanda Tangani Saat Menjabat, Jokowi Setuju UU KPK Direvisi

Gedung SDN Tlogo 2 Kanigoro yang masih digunakan 182 siswa

Pemkab Blitar Tabrak KDMP, Tolak Alih Fungsi SDN Tlogo 2 karena Masih Dipakai 182 Siswa

Petugas mengevakuasi korban ke RSUD dr Soedomo Trenggalek

Penemuan Mayat di Dam Cangkring Trenggalek, Wildan Ditemukan Bersama Motor di Dasar Bendungan

  • Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

    Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In