Bacaini.ID, KEDIRI – Di tengah lesunya industri rokok tanah air, PT Gudang Garam Tbk membagikan dividen tunai sebesar Rp1,539 triliun atau Rp800 per saham. Angka ini relatif sama dengan tahun sebelumnya, yang menunjukkan konsistensi Gudang Garam dalam menjaga kepercayaan investor.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Grand Surya Hotel, Kediri, 23 Juni 2026, pemegang saham menyetujui laporan tahunan 2025 serta mengesahkan neraca dan laba rugi yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan.
Perseroan juga memberikan pembebasan tanggung jawab kepada direksi dan komisaris atas kinerja sepanjang tahun lalu.
Keputusan penting lainnya adalah pembagian dividen tunai sebesar Rp1,539 triliun atau Rp800 per saham. Angka ini relatif sama dengan tahun sebelumnya, yang menunjukkan konsistensi Gudang Garam dalam menjaga kepercayaan investor. Sisa laba ditahan akan digunakan untuk memperkuat modal kerja.
RUPST juga mengangkat Adhi Wibhawa Wonowidjojo sebagai komisaris baru hingga 2030. Kehadiran Adhi menambah dominasi keluarga Wonowidjojo dalam jajaran pengurus, dengan Juni Setiawati Wonowidjojo tetap menjabat Presiden Komisaris dan Susilo Wonowidjojo sebagai Presiden Direktur.
Selain itu, rapat menunjuk kembali Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan sebagai auditor untuk tahun buku 2026, serta menyetujui penyesuaian Anggaran Dasar sesuai klasifikasi usaha terbaru Badan Pusat Statistik.
Langkah-langkah ini menegaskan strategi Gudang Garam yang berfokus pada kesinambungan kepemimpinan, kepatuhan regulasi, dan stabilitas finansial. Di tengah tekanan regulasi industri rokok, perusahaan tetap percaya diri menghadapi tantangan dengan menjaga pola dividen yang stabil dan memperkuat struktur komisaris.
Penulis: Hari Tri Wasono




