• Login
Bacaini.id
Saturday, September 26, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kongres Buruh di Malang: Saat SBG Mendorong Front Nasional Anti Modal Penjajah

Kongres Sarekat Buruh Gula (SBG) di Malang pada 1951 membahas persatuan kaum buruh dan tani, nasionalisasi, serta gagasan membentuk Front Nasional anti modal penjajah

ditulis oleh Solichan Arif
26 September 2026 19:19
Durasi baca: 3 menit
Kongres Sarekat Buruh Gula di Malang 1951

Kongres Sarekat Buruh Gula (SBG) di Malang pada Juli 1951 membahas persatuan buruh dan tani, Front Nasional anti modal penjajah, serta gagasan nasionalisasi ekonomi (foto ilustrasi)

Reporter: Solichan Arif | Editor: Editor

Semangat membentuk Persekutuan Nasional Anti Modal Penjajah atau Front Nasional mewarnai Kongres Sarekat Buruh Gula (SBG) di Malang Jawa Timur

Bacaini.ID, MALANG – Sarekat Buruh Gula (SBG) menggelar Kongres di Malang Jawa Timur pada 14-18 Juli 1951. Kongres buruh Malang yang berlangsung empat hari tersebut bukan hanya untuk menyatukan Sarekat Buruh Gula di seluruh Jawa. Tapi juga memperjuangkan terbentuknya Persekutuan Nasional Anti Modal Penjajah yang berbentuk Front Nasional.

Dalam catatan Menara Buruh (1951), Sarekat Buruh dan Partai Kasta Buruh telah skeptis sekaligus apatis dengan kepemimpinan kaum Borjuis Nasional yang menjadi pucuk pimpinan nasional sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dikumandangkan.

Baca Juga: May Day, Ingat Warisan Perjuangan SOBSI Untuk Kaum Buruh

“Sudahlah menjadi kenyataan sejarah yang tidak mungkin ditutup-tutup atau dipungkiri lagi, bahwa borjuis nasional kita tidaklah pecus untuk memimpin persekutuan nasional anti modal penjajah,” demikian dikutip dari Menara Buruh (1951).

Kasta buruh atau kaum buruh dan tani terus dipaksa oleh borjuis nasional mengorbankan kepentingan dan kebutuhannya untuk persekutuan nasional, yang ternyata jadi embel-embel modal penjajah yang merupakan lawan persekutuan nasional.

Masa lalu yang pahit telah menumbuhkan kesadaran kolektif sekaligus mengajarkan kaum buruh, dan karenanya sikap harus diubah. Kasta buruh Indonesia tidak perlu lagi mengorbankan kepentingan dan kebutuhannya untuk kepentingan nasional yang terbukti anasional.

Karenanya dengan membentuk Persekutuan Nasional Anti Modal Penjajah atau Front Nasional, kasta buruh dan tani harus tampil ke muka. Bergerak ke depan menggantikan kepemimpinan Persekutuan Nasional kaum borjuasi yang telah gagal.

Baca Juga: Sejarah May Day di Indonesia: Ajaran Semaun tentang Persatuan Buruh

“Kasta buruh Indonesia harus tampil ke muka bergerak menggantikan pimpinan persekutuan nasional anti modal penjajah. Persekutuan nasional anti modal penjajah harus menjadi alat dan tempat bagi kasta buruh Indonesia ke arah perobahan nasibnya,” demikian dikutip dari Menara Buruh.

Kongres Sarekat Buruh Gula di Malang juga menyinggung soal nasionalisasi Indonesia yang diterjemahkan sebagai proses ke arah milik bangsa (Nasional). Karena yang terjadi, mayoritas perekonomian Indonesia masih dimonopoli oleh modal penjajah.

Bagi kaum buruh dan tani yang anti modal penjajah, nasionalisasi adalah soal revolusi. Soal kekuatan. Untuk menentukan corak perekonomian negara hal itu harus dilakukan dengan jalan penyitaaan atau perampasan. Bukan dengan cara jual beli seperti dilakukan pimpinan borjuasi nasional.

Di bawah pimpinan borjuis nasional, nasionalisasi hanya menjadi jembatan ke arah kapitalisme nasional. Sebaliknya di bawah pimpinan kasta buruh nasionalisasi akan menjadi jembatan ke arah sosialisme Indonesia.

“Jelasnya kasta buruh Indonesia harus dapat merebut produksi dan distribusi tanah airnya dan harus dapat mempergunakan kekayaan tanah airnya untuk kemakmuran nasional,” demikian dikutip dari Menara Buruh. (sa/edt)

Google News Lihat Berita Bacaini.id di Google News
Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: borjuisBuruhFront NasionalkongresMalangnasionalisasisarekat buruhsarekat buruh gulaSBG
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kongres Sarekat Buruh Gula di Malang 1951

Kongres Buruh di Malang: Saat SBG Mendorong Front Nasional Anti Modal Penjajah

Imigrasi Jawa Timur memperkuat pengawasan TPPO hingga desa melalui DBI dan PIMPASA

Cegah TPPO dari Desa, Imigrasi Jatim Perkuat Peran DBI dan PIMPASA

Tradwife dan kehidupan domestik perempuan sebagai gaya hidup di media sosial

Tradwife Bukan Sekadar Ibu Rumah Tangga, Ini Makna dan Fenomenanya di Media Sosial

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In