• Login
Bacaini.id
Sunday, June 21, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kisah Pria di Tulungagung Dipasung Rantai Besi 10 Tahun

ditulis oleh Editor
27 December 2022 16:48
Durasi baca: 3 menit
Kondisi AS saat ditemui di rumahnya. Foto: Bacaini/Setiawan

Kondisi AS saat ditemui di rumahnya. Foto: Bacaini/Setiawan

Bacaini.id, TULUNGAGUNG – Sudah 10 tahun lebih AS, warga Desa Kendal, Kecamatan Gondang, Tulungagung hidup dengan kaki terpasung rantai besi. Pemasungan itu merupakan permintaannya sendiri setelah dia mengalami depresi berat sejak usia 14 tahun.

Tak jauh dari Kantor Desa Kendal, Kecamatan Gondang, Tulungagung terdapat sebuah rumah yang terkesan tertutup. Ketika memasuki rumah tersebut, hanya ada sedikit cahaya yang masuk melalui celah ventilasi udara.

Di salah satu sudut ruangan, terlihat AS yang sedang tidur di atas ranjang. Kaki kanannya terikat rantai besi berukuran cukup besar. Sekilas, pria 30 tahun itu tidak berbeda dengan orang lain pada umumnya. Bahkan secara fisik, pria berjenggot tebal ini memiliki postur tubuh tinggi tegap.

“Iya rantai ini memang saya sendiri yang meminta untuk dipasang di kaki saya,” kata AS menjawab pertanyaan reporter Bacaini.id, Selasa, 12 Desember 2022.

Namun ketika disinggung alasan meminta dipasung, AS mengutarakan jawaban yang tidak nyambung. Diduga jawaban ngelantur itu terlontar saat dia mengalami halusinasi. “Alasannya, saya mau nandur tembakau, nanti tembakaunya saya rokok,” begitu kata-kata yang keluar dari bibirnya.

Tasminah, ibu kandung AS menceritakan awal mula anak laki-lakinya itu mengalami depresi sekitar tahun 2006. AS yang masih duduk di bangku SMP tiba-tiba mengeluh sakit pada kedua matanya. Saat diperiksakan ke dokter, mata AS harus dilakukan operasi akibat katarak.

Entah apa yang terjadi, sekitar satu tahun paska operasi mata, AS mengalami depresi. Mirisnya, kondisi itu terus berlangsung sampai menginjak usia 30 tahun sekarang ini dan tidak kunjung sembuh.

“Mungkin saat sakit mata itu kan dia tidak bisa melanjutkan sekolah, akhirnya mikir berat sampai depresi,” ujar Tasminah yang didampingi oleh suaminya.

Perempuan paruh baya itu mengungkapkan, sejak mengalami depresi, AS ditempatkan di rumah bagian depan dengan kaki terikat. Hal ini terpaksa dilakukan demi kebaikan AS sendiri karena menurut Tasminah, anaknya itu terkadang mendatangi rumah tetangga dan membuat mereka takut.

“AS dipasung dengan rantai sudah lebih dari 10 tahun. Kalau tidak diikat, dia akan keluar rumah dan bahkan sempat tidak pulang,” ungkapnya.

Meski begitu, AS yang merupakan anak bungsu itu, tidak selalu dipasung. Ketika sore hari, Tasminah sebagai orang tua mengizinkan anaknya keluar di teras rumah hanya untuk sekedar ngopi dan merokok bersama bapaknya.

“Untuk makan tetap kami penuhi tiga kali sehari. Makanannya saya antar, gantian sama bapaknya. Setiap sore dia juga dimandikan bapaknya, malam hari saat tidur juga ditemani,” terangnya.

Ibu kandung AS itu mengungkapkan bahwa pemasungan dilakukan juga atas permintaan anaknya sendiri. Bahkan ketika bapaknya lupa mengikat kakinya, dia sendiri yang mengingatkan bapaknya.

“Ketika kondisi AS sudah mulai tidak stabil, dia langsung meminta untuk diikat dengan rantai,” aku Tasminah.

Perjuangan keras Tasminah dan keluarga untuk kesembuhan AS juga tidak bisa disepelakan. Tangan yang terlihat keriput itu menjadi saksi bisu perjuangan Tasminah merawat merawat anak bungsungnya itu.

Setidaknya sudah dua kali AS dibawa ke RSJ Lawang, Malang untuk dilakukan rawat inap selama dua minggu. Tetapi sayangnya AS tidak juga menunjukan perkembangan yang signifikan.

“Memang belum bisa disembuhkan, tapi kondisinya berangsur membaik, emosinya juga stabil,” ujarnya.

Saat ini kebutuhan AS hanya obat yang harus selalu tersedia. Pihak desa juga telah membantu menyediakan obat untuknya. Selain itu, kebutuhan ekonomi keluarga Tasminah juga sudah dibantu oleh pemerintah karena terdata sebagai keluarga tidak mampu.

“Biasanya setiap bulan pasti ambil obat di bidan desa. AS biasanya mengonsumsi obat dua kali sehari, agar kondisinya tetap stabil,” imbuh Tasminah.

Penulis: Setiawan
Editor: Novira

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Tulungagung
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pelukis membuat karya di kawasan rumah kelahiran Bung Karno saat Haul Soekarno di Ploso Jombang

Haul Bung Karno Diperingati dengan Melukis Rumah Kelahiran di Ploso Jombang

Ilustrasi tampilan Android 17 dengan fitur Screen Reaction dan integrasi AI untuk kreator konten

Android 17 Resmi Meluncur dengan Fitur AI dan Khusus Konten Kreator

Ilustrasi migrasi kuda purba dari Amerika Utara ke Tiongkok melalui Jembatan Darat Bering berdasarkan penelitian DNA

Studi DNA Ungkap Asal-usul Kuda Modern: Dari Amerika Diselamatkan Tiongkok

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In