• Login
Bacaini.id
Friday, January 30, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kisah Kediri Ketika Menjadi Pasar Opium Terbesar di Jawa

ditulis oleh Editor
1 May 2024 08:54
Durasi baca: 4 menit
Kisah Kediri Ketika Menjadi Pasar Opium Terbesar di Jawa. (foto/ist)

Kisah Kediri Ketika Menjadi Pasar Opium Terbesar di Jawa. (foto/ist)

Bacaini.id, KEDIRI – Menghisap opium atau yang populer dengan sebutan candu, sudah menjadi gaya hidup warga Kediri, Jawa Timur. Pada abad ke-19, menikmati opium dilakukan di pondok-pondok umum yang tersedia.

Sebagian besar dari mereka berasal dari kelas sosial bawah, mulai pedagang keliling, pekerja upahan, kuli, hingga tukang. Berbeda dengan golongan priyayi dan orang-orang Tionghoa berkantong tebal.

Para kuli menghisap jenis opium rendah, yakni opium mentah atau candu yang disuling dan dicampur penguat rasa. Beberapa candu memakai racikan tanaman liar daun awar-awar yang dicampur sedikit gula.

Mereka menggunakan batang daun papaya sebagai perangkat hisap yang usai dipakai langsung buang.  

Sementara para priyayi Jawa dan orang-orang Tionghoa kaya menghisap candu berkualitas baik dan lebih mahal. Mereka memakai pipa-pipa penghisap bermutu bagus (badudan). Sebagian besar orang Tionghoa menikmati opium di rumah atau klub-klub opium pribadinya.

“Rakyat kebanyakan menghisap campuran yang lebih rendah kualitasnya dengan menggunakan pipa sederhana dan menikmati ramuan lebih murah, seperti tike, daun awar-awar (ficus septica), dirajang halus dan dicampur dengan candu dan gula,” tulis James R Rush dalam buku “Candu Tempo Doeloe, Pemerintah, Pengedar dan Pecandu 1860-1910 . 

Menghisap candu bagi para priyayi Jawa menjadi life style. Bagi mereka opium menjadi bagian keramahtamahan sosial. Opium selalu hadir di acara pesta yang digelar priyayi Jawa. Mereka memakai candu sebagai suguhan para tamu laki-laki.  

Pada masyarakat desa dan perkebunan, bagi-bagi opium menjadi tradisi di setiap musim panen padi dan awal petik kopi. Sebagian orang meyakini candu memiliki pengaruh baik pada stamina.

Opium memberi energi………

Baca halaman 2

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Page 1 of 3
123Next
Tags: candu di kedirikediri pasar canduopiumopium jaman kolonial
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi koran Harian Rakyat dan aktivitas propaganda PKI pada era DN Aidit dan Njoto menjelang Pemilu 1955

Agitasi, Propaganda, dan Media Massa: Strategi PKI Menjadi Partai Rakyat 1955

Early Warning System (EWS) di Kabupaten Trenggalek yang terpasang di wilayah rawan longsor dan banjir dilaporkan tidak berfungsi maksimal

Bahaya Mengintai! Separuh EWS di Trenggalek Rusak di Daerah Rawan Longsor

Ilustasi emas Antam. Foto: istimewa

Harga Emas Naik, Antam Tembus Rp3,48 Juta per Gram

  • Infografik daftar event Jawa Timur yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026

    KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Timur, BMKG Sebut Blitar Raya hingga Madura Jalur Utama Angin Kencang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Curhat Ressa di Podcast Denny Sumargo Bikin Publik Berbalik Serang Denada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In