Poin Penting:
- Terlalu banyak motif dan dekorasi dapat membuat ruangan terlihat ramai dan kehilangan fokus.
- Tekstil rumah yang kusam atau usang seperti tirai, karpet, dan sarung sofa bisa membuat interior tampak ketinggalan zaman.
- Proporsi, warna, dan komposisi lebih menentukan tampilan interior dibanding mahal atau tidaknya furnitur
Bacaini.ID, KEDIRI – Rumah terlihat norak bukan karena furnitur murah, tetapi bisa karena salah komposisi, motif, warna, dekorasi, dan proporsi. Tanpa disadari, pemasangan sejumlah interior rumah yang kurang pas menjadikannya terlalu ramai, tacky, dan tidak berkelas.
Rumah tidak harus bergaya minimalis atau dipenuhi furnitur mahal untuk terlihat menarik. Kalau pas, interior yang penuh warna, menggunakan furnitur vintage, atau memiliki banyak dekorasi pun bisa terasa hangat dan berkarakter.
Persoalannya lebih sering terletak pada kombinasi, proporsi, kondisi, serta bagaimana elemen tersebut ditempatkan di dalam ruangan. Beberapa penyebab rumah terlihat norak berasal dari benda yang sudah lama ada dan pemiliknya tidak lagi menyadarinya.
Kesalahan Interior yang Bikin Rumah Terlihat Norak
Motif dapat membuat ruangan terasa hidup. Karpet bermotif, sofa dengan pola tertentu, atau tirai bercorak sebenarnya bisa menjadi aksen yang menarik.
Masalah muncul ketika terlalu banyak motif berbeda digunakan sekaligus tanpa hubungan visual yang jelas. Misalnya, sofa bermotif bunga dipadukan dengan tirai bermotif geometris, karpet dengan pola ramai, kemudian ditambah sarung bantal dengan beberapa corak berbeda.
Masing-masing mungkin terlihat menarik ketika dibeli secara terpisah. Namun ketika berada dalam satu ruangan, semuanya bersaing mendapatkan perhatian.
Bukan berarti rumah harus bebas motif. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah menentukan satu atau dua elemen sebagai fokus, kemudian menggunakan warna atau pola yang lebih sederhana pada elemen lainnya. Dengan begitu, ruangan tetap memiliki karakter tanpa terlihat terlalu penuh.
Cara Membuat Interior Rumah Terlihat Lebih Stylish
Salah satu penyebab interior terlihat ketinggalan zaman bukan hanya model furniturnya, namun juga kondisi benda yang digunakan. Contohnya tirai. Tirai yang sudah lama tidak dicuci, berubah warna, menguning, kusam, atau kainnya mulai terlihat lelah dapat membuat keseluruhan ruangan tampak kurang segar. Terlebih jika modelnya juga terlalu berat atau memiliki motif yang sangat ramai.
Begitu pula dengan karpet yang warnanya sudah memudar, sarung sofa yang kusam, atau taplak meja yang sudah lama digunakan. Benda-benda tersebut mungkin masih berfungsi, tetapi secara visual dapat membuat interior terasa lebih tua daripada sebenarnya.
Karena itu, sebelum mengganti seluruh dekorasi, perhatikan terlebih dahulu kondisi tekstil rumah.
Selain tekstil, dekorasi yang terlalu banyak juga bisa memberikan kesan serupa. Rak yang penuh pajangan, terlalu banyak ornamen kecil di atas meja, bingkai yang memenuhi seluruh dinding, atau aksesori dengan aksen emas dan mengilap di berbagai tempat dapat membuat ruangan terasa berlebihan.
Prinsipnya bukan harus membuang semua barang lama. Barang vintage tetap bisa terlihat menarik jika memang menjadi bagian dari konsep ruangan dan kondisinya terawat.
Interior Rumah Tidak Harus Minimalis
Istilah ‘tacky’ sering disalahartikan sebagai rumah yang tidak minimalis. Padahal, interior dengan banyak warna atau dekorasi tidak otomatis terlihat buruk.
Rumah bergaya klasik, vintage, eklektik, tradisional, bahkan maksimalis bisa memiliki tampilan yang sangat menarik. Yang membedakan biasanya adalah bagaimana setiap elemen saling berhubungan.
Salah satu persoalan yang cukup sering terjadi adalah furnitur yang tidak proporsional dengan ukuran ruangan. Sofa yang terlalu besar dapat membuat ruang keluarga kecil terasa sesak. Sebaliknya, furnitur yang terlalu kecil di ruangan luas bisa terlihat tenggelam. Hal yang sama berlaku pada dekorasi dinding. Terlalu banyak benda kecil yang ditempel tanpa komposisi yang jelas dapat membuat dinding terlihat penuh. Sebaliknya, beberapa karya atau benda yang dipilih dengan baik justru dapat menjadi titik fokus.
Begitu juga dengan penggunaan warna. Tidak ada keharusan menggunakan warna netral agar rumah terlihat modern. Warna merah, hijau, biru, kuning, atau warna-warna kuat lainnya tetap bisa digunakan. Yang penting, ada hubungan antara warna satu dengan lainnya sehingga ruangan tidak terasa seperti kumpulan benda yang dibeli pada waktu berbeda tanpa konsep yang jelas.
Membuat interior terlihat lebih modern tidak selalu berarti harus membeli furnitur baru. Coba lihat kembali kondisi tirai, karpet, sofa, aksesori, dan dekorasi yang sudah ada. Beberapa mungkin cukup dicuci, diperbaiki, dikurangi jumlahnya, atau dipindahkan ke tempat lain.
Sebab, rumah yang terlihat stylish bukan selalu rumah dengan dekorasi paling mahal atau paling sedikit. Sering kali, kesan tersebut muncul karena setiap elemen memiliki proporsi, fungsi, dan tempat yang tepat. (bl/sa)




