Bacaini.ID, KEDIRI — Fenomena anggota TNI membuat konten di media sosial sejatinya bukan hal baru. TNI sudah lama menyadari bahwa media sosial telah berubah menjadi ruang penting untuk membangun komunikasi dengan masyarakat.
Dalam publikasi resmi TNI, media sosial disebut sebagai sarana yang efektif untuk membentuk opini publik karena pesan dapat menyebar dengan cepat dan menjangkau khalayak luas.
Dulu, masyarakat mengenal prajurit melalui berita televisi, koran, upacara, parade atau pemberitaan resmi. Kini, seorang prajurit bisa masuk ke layar ponsel seseorang ketika orang itu sedang rebahan, menunggu makanan, atau sekadar menggulir TikTok.
Tentara tidak lagi hanya diberitakan. Mereka ikut menjadi konten.
Ada alasan sederhana mengapa seragam TNI mempunyai daya tarik visual. Dalam kerumunan, prajurit dengan pakaian loreng segera terlihat berbeda. Identitasnya terbaca dalam hitungan detik, bahkan sebelum penonton mengetahui siapa orangnya.
Hal ini relevan dengan karakter pengguna media sosial yang bekerja dengan perhatian singkat.
Seorang prajurit berlari dalam latihan, misalnya, tidak perlu penjelasan panjang untuk membuat orang memahami konteks videonya. Begitu pula ketika beberapa prajurit membantu korban bencana atau turun ke sawah bersama petani.
Seragam sudah membawa cerita sendiri. Ada disiplin, kekuatan, keberanian, sekaligus rasa ingin tahu tentang kehidupan yang tidak dialami kebanyakan orang.
Dari media sosial kita mengetahui bahwa kehidupan prajurit tidak selalu soal perang. Di baliks seragam dan senapannya, mereka adalah manusia biasa.
Mereka berolahraga, memasak, berlatih, berkumpul dengan keluarga, mengurus anak, membantu warga, mengikuti kegiatan sosial, bahkan melakukan hal-hal sederhana yang juga dilakukan masyarakat sipil.
Masyarakat tidak lagi melihatnya semata sebagai bagian dari institusi pertahanan negara, tetapi sebagai individu yang memiliki keluarga, hobi, kehidupan sehari-hari dan cerita personal. Itulah salah satu kekuatan media sosial.
Seorang prajurit yang sebelumnya hanya dikenal melalui nama kesatuan kini bisa dikenal melalui wajah dan aktivitas sehari-harinya.
Salah satu contoh yang menarik adalah akun Instagram @marinemen7 milik Letnan Kolonel Marinir Edy Effendi. Pada Agustus 2026, akun tersebut tercatat memiliki sekitar 1,06 juta pengikut.
baca halaman selanjutnya………




