Bacaini.ID, KEDIRI – Kementerian Pertanian (Kementan) menjalin kesepakatan strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk pengembangan inovasi di sektor pertanian dan peternakan. Nilai kerja sama ini mencapai Rp 40 miliar, mencakup sejumlah komoditas unggulan mulai dari padi, kedelai, hingga sapi perah.
Pertemuan berlangsung di kediaman Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin pagi. Dalam diskusi bersama civitas akademika UGM, Amran menunjukkan antusiasme terhadap berbagai riset dan temuan yang dipresentasikan kampus tersebut.
Ia bahkan langsung menginstruksikan jajaran direktur jenderal Kementan untuk membeli dan mengawal implementasi inovasi yang ditawarkan. “Total ada sekitar enam komoditas yang kita sepakati hari ini dengan nilai Rp 40 miliar,” ujar Amran.

Fokus pada Padi dan Kedelai
Salah satu kerja sama utama adalah pembelian benih padi varietas Gamagora 7 senilai Rp 10 miliar. Benih ini diklaim mampu menghasilkan beras premium dengan produktivitas 9–11 ton per hektar. Selain itu, Kementan juga mengalokasikan Rp 20 miliar untuk pengembangan kedelai lokal unggulan di lahan seluas 2.000 hektar, lengkap dengan dukungan lima unit traktor dan sepuluh mesin pompa.
Komoditas Lain dan Sapi Gama
Tak hanya padi dan kedelai, kerja sama juga mencakup penanaman bawang putih di Jawa Tengah, pembibitan kakao di Yogyakarta, serta pengembangan pakan ternak. UGM turut memperkenalkan inovasi sapi perah yang diberi nama Sapi Gama (Gagah dan Maco), sebagai bagian dari program pembibitan.
Dukungan Akademisi
Rektor UGM, Ova Emilia, menilai forum ini sebagai momentum penting karena melibatkan berbagai unsur kampus, yakni peneliti, dosen, mahasiswa, hingga pusat studi. Ia menegaskan komitmen UGM untuk terus mendukung agenda pertanian nasional melalui riset dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Visi Kementerian Pertanian sejalan dengan semangat UGM. Kami siap menghadirkan riset yang memberi manfaat nyata bagi rakyat,” kata Ova.
Penulis: Hari Tri Wasono




