• Login
Bacaini.id
Monday, May 4, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Keluarga Penumpang Sriwijaya Air di Pare Kediri Berharap Keajaiban

ditulis oleh
10 January 2021 10:09
Durasi baca: 2 menit
Nanik Mardiati Zarkasi (kiri) menunjukkan foto anak dan cucunya yang menumpang pesawat naas. Foto: Bacaini/Budi

Nanik Mardiati Zarkasi (kiri) menunjukkan foto anak dan cucunya yang menumpang pesawat naas. Foto: Bacaini/Budi

KEDIRI – Jatuhnya pesawat komersial Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta – Pontianak menimbulkan duka mendalam bagi keluarga Nanik Mardiati Zarkasi. Warga Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri ini masih menunggu kabar anak dan cucunya yang menjadi penumpang pesawat naas tersebut.

Ditemui Bacaini.id di rumahnya Jalan Yos Sudarso Nomor 78-A, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Nanik tak bisa menyembunyikan kesedihan. Sambil menangis, dia memegangi foto anak dan cucunya yang ikut dalam penerbangan itu. “Anak dan cucu saya ikut dalam pesawat itu,” kata Nanik sedih, Minggu 10 Januari 2021.

baca ini : Polda Jatim Lakukan Tes DNA Keluarga Korban Sriwijaya Air di Kediri

Sesuai dengan daftar penumpang atau manifest yang dikeluarkan Sriwijaya Air, anak dan cucu Nanik ada di dalamnya. Mereka adalah Rahmania Eka Nanda, 40 tahun, dan dua putrinya Faziala Amara, 6 tahun dan Fatimah Ashalina, 2,5 tahun. Bersama mereka turut pula Dinda Amelia, 16 tahun yang merupakan pengasuh anak.

Keluarga Kolonel Ahmad Khaidir. Foto: Repro

Nanik mengisahkan, anak dan cucunya berencana menyusul menantunya Kolonel Ahmad Khaidir yang bertugas di Pontianak. Sebelum berangkat, sang ibu sempat mengurus pindah sekolah anaknya yang sulung. Mereka berencana hijrah ke Jakarta setelah sempat tinggal d Pontianak selama setahun.

baca ini DNA Nanik Akan Dicocokkan Dengan Potongan Tubuh Korban Sriwijaya Air

Kegalauan Nanik pecah saat upayanya menelepon Rahmania kemarin siang tak bisa terhubung. Sesuai jadwal penerbangan Sriwijaya Air, pesawat itu harusnya sudah mendarat di Pontianak pukul 14.00 WIB.

baca ini Pembawaan Ganjil Korban Sriwijaya Air Sebelum Terbang

“Saya coba telepon Nia sampai jam 15.00 WIB tapi gak bisa. Akhirnya saya telepon suaminya,” kata Nanik yang tak berhenti meneteskan air mata.

Nanik makin panik dan bingung ketika menantunya memberitahukan jika pesawat yang ditumpangi anak dan cucunya hilang kontak. Sejak itu Nanik tak berhenti menghubungi menantunya untuk menanyakan kabar pesawat yang hingga kini belum ditemukan.

Tonton videonya Keluarga Sriwijaya Air Berharap Keajaiban

Kesedihannya pecah ketika kemudian muncul pemberitaan di televisi tentang hilangnya pesawat tersebut. Dalam daftar penumpang yang diumumkan maspakai Sriwijaya Air, nama anak, cucu, dan pengasuhnya masuk di dalamnya. Diduga pesawat itu terjatuh di Kepulauan Seribu.

Meski sudah dipastikan pesawat Sriwijaya Air dengan nomer penerbangan SJ 182 yang ditumpangi anaknya jatuh, Nanik masih berharap ada keajaiban di sana. Dia berharap mereka bisa ditemukan dalam keadaan selamat. “Kami berharap ada keajaiban bisa bertemu dengan anak dan cucu,” kata Nanik.

Penulis: Budi Sutrisno
Editor: HTW

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: kecelakaan pesawatsriwijaya air
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Agus (kiri) dan Bambang Soesatyo. Foto: Instagram @agus_hadsoe

Staf Bamsoet Flexing Naik Jet Pribadi, Warganet: Bingung Sumber Hartanya

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia dengan simbol kebebasan berekspresi dan aktivitas jurnalis

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Tema Perdamaian hingga Tantangan Kebebasan Media di Indonesia

Hamparan bunga liar berwarna-warni di Namaqualand saat musim semi

Wisata Bunga Liar Mendunia: Alternatif Selain Sakura, Ini Destinasi Terbaiknya

  • Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

    Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In