Bacaini.ID, KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri menyiapkan program English Day dan Dinten Jawi untuk membiasakan siswa menggunakan bahasa Inggris sekaligus menjaga bahasa Jawa tetap hidup di lingkungan sekolah. Program ini akan diterapkan di jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Dinas Pendidikan Kota Kediri mulai menyosialisasikan petunjuk teknis dan buku saku program tersebut kepada kepala sekolah dan guru penanggung jawab. Sosialisasi untuk SD negeri dan swasta berlangsung pada Kamis, 15 Oktober 2026, sedangkan untuk SMP dijadwalkan Senin, 19 Oktober2026, di Ruang Ki Hajar Dewantara.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono mengatakan, program tersebut dirancang agar pembelajaran bahasa tidak berhenti pada teori di kelas, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Dalam skema yang disiapkan, setiap Rabu ditetapkan sebagai English Day, sedangkan Kamis menjadi Dinten Jawi, yakni hari penggunaan bahasa Jawa. “Berbahasa itu tidak cukup hanya diajarkan di dalam kelas, tetapi juga harus dibiasakan,” kata Mandung.
Menurut dia, pembiasaan tersebut diharapkan membuat siswa lebih percaya diri menggunakan kedua bahasa dalam komunikasi sehari-hari. Bahasa Inggris diperlukan untuk menghadapi perkembangan global, sementara bahasa Jawa menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya daerah.
Rencana ini juga berkaitan dengan penguatan pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar. Mulai tahun ajaran 2027/2028, bahasa Inggris dijadwalkan menjadi mata pelajaran wajib di jenjang SD secara nasional. Karena itu, pembiasaan sejak dini diharapkan membantu siswa lebih siap mengikuti pembelajaran tersebut.
Di sisi lain, penggunaan bahasa Jawa di sekolah diharapkan mencegah bahasa daerah semakin terpinggirkan di tengah perubahan gaya komunikasi generasi muda. “Kami memilih bahasa Jawa agar anak-anak tidak kehilangan akar budaya yang diwariskan nenek moyang. Sementara bahasa Inggris kami dorong agar mereka siap menyambut globalisasi,” ujar Mandung.
Untuk mendukung pelaksanaan program, Dinas Pendidikan Kota Kediri menyusun buku saku dan petunjuk teknis melalui kolaborasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG), dengan melibatkan guru bahasa Inggris dan bahasa Jawa.
Buku saku tersebut nantinya didistribusikan ke sekolah sebagai pedoman pelaksanaan. Namun, sekolah tetap diberi keleluasaan mengembangkan cara sosialisasi sesuai karakteristik dan kreativitas masing-masing.
Guru dapat menggunakan poster, video, audio, maupun media komunikasi lainnya untuk mengajak siswa dan seluruh warga sekolah membiasakan penggunaan kedua bahasa.
Dinas Pendidikan juga menyiapkan bimbingan teknis bagi guru untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan bahasa Jawa. Langkah ini penting agar guru tidak hanya menjadi pengarah program, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam praktik berbahasa di sekolah.
Sebagai bentuk dorongan, Dinas Pendidikan berencana memberikan penilaian kepada sekolah yang menerapkan English Day dan Dinten Jawi secara kreatif dan inovatif. Dengan cara tersebut, program diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan tumbuh menjadi budaya sekolah.
Program ini direncanakan diluncurkan Wali Kota Kediri pada akhir Oktober, bertepatan dengan momentum Bulan Bahasa.
Melalui English Day dan Dinten Jawi, Pemerintah Kota Kediri berharap sekolah menjadi ruang bagi siswa untuk menguasai bahasa asing tanpa kehilangan kedekatan dengan bahasa dan budaya daerahnya. Tantangan berikutnya adalah memastikan pembiasaan itu berjalan konsisten, menyenangkan, dan tidak sekadar menjadi kewajiban setiap Rabu dan Kamis.(htw/edt)




