• Login
Bacaini.id
Wednesday, May 6, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kebaya, Wastra Nusantara Yang Sarat Makna

ditulis oleh
27 April 2024 14:31
Durasi baca: 2 menit
Kebaya, Wastra Nusantara Yang Sarat Makna. Foto : Pinterest

Kebaya, Wastra Nusantara Yang Sarat Makna. Foto : Pinterest

Bacaini.id, KEDIRI – Sebagai perempuan Indonesia kita tentu saja sudah familiar dengan kebaya. Selain di Jawa, kebaya juga dikenakan di beberapa daerah lain di Indonesia, sebagai busana khas yang dilengkapi dengan wastra seperti jarik atau tenun.

Tak sekedar busana, kebaya yang lahir di abad 15 atau 16 adalah salah satu bentuk budaya dalam adi busana sebagai jati diri perempuan Indonesia yang sarat makna. Tak heran jika banyak sekali simbol, warna, model, ukuran, hingga material yang terdapat dalam kebaya sebagai ciri khas.

Setiap unsur yang ada dalam sehelai kain kebaya melambangkan makna dan pesona perempuan Indonesia. Seperti model kebaya yang sederhana dengan paduan bawahan jarik/kain panjang yang melambangkan sifat dan tampilan perempuan Indonesia yang lemah gemulai.

Kemudian, lilitan kain yang dipakai ketat atau pas di badan, membuat perempuan mau tidak mau harus  bergerak dengan lembut dan halus juga penuh kehati-hatian. Maknanya, perempuan haruslah lembut dalam tutur kata, halus dalam bertindak dan juga penuh kehati-hatian atau waspada mawas diri.

Potongan kebaya yang mengikuti bentuk lekuk tubuh/melekat pas di badan juga memiliki makna perempuan harus bisa selalu menyesuaikan diri dengan keadaan juga situasi yang ada juga  mandiri. Serta stagen atau ikat pinggang kebaya, menyimbolkan usus yang panjang, dalam filosofi Jawa, bermakna memiliki kesabaran yang tinggi.

Menengok jauh ke belakang tentang sejarah kebaya, beberapa sumber mengatakan terciptanya pakaian ini juga dipengaruhi kedatangan agama Islam di Indonesia. Pengaruh ini membuat pada masa Kerajaan Majapahit, perempuan Indonesia mulai mengenakan pakaian yang lebih sopan dan lebih tertutup daripada jauh sebelumnya yang hanya helaian kain dililit.

Awalnya kebaya yang berasal dari kata Abaya hanya dikenakan oleh keluarga kerajaan, bangsawan dan priyayi. Namun seiring perkembangan zaman, kebaya mulai dikenakan masyarakat umum, mulai kalangan petani hingga pedagang, dengan model lebih sederhana yang hanya dikancingkan oleh jarum atau peniti.

Bersambung ke Kebaya di Tengah Stigma Kampungan

Penulis: Gals Hapsari
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: busanafashionIndonesiajarikkainkebayakhaslifestylePerempuantradisional
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

lomba balap dayung perahu tradisional di Pantai Mutiara Trenggalek

Lomba Balap Dayung Tradisional di Pantai Mutiara Trenggalek Tarik Animo Wisatawan

Nelayan Pantai Prigi Trenggalek menyiapkan kapal di tengah kenaikan harga solar industri

Harga Solar Industri Naik, Nelayan Prigi Trenggalek Keluhkan Biaya Melaut Membengkak

Ilustrasi kekerasan kepada anak. Foto: istimewa

Tips Memilih Daycare yang Aman untuk Anak

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kedatangan KPK ke Blitar Picu Rumor OTT, Jubir Pastikan Hanya Sosialisasi Pencegahan Korupsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In