• Login
Bacaini.id
Saturday, May 30, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Kayuh Sepeda 30 Kilometer, Anak Pemulung Menang Kompetisi Karate

ditulis oleh
16 September 2021 08:04
Durasi baca: 2 menit
Ipul dan ibunya menunjukkan piala di rumah mereka yang rusak akibat gempa Malang. foto: Bacaini/Ulul

Ipul dan ibunya menunjukkan piala di rumah mereka yang rusak akibat gempa Malang. foto: Bacaini/Ulul

Bacaini.id, MALANG – Kisah Aditya Saiful Anam, bocah 12 tahun asal Kepanjen, Kabupaten Malang viral di jagat maya. Bocah kelas 6 sekolah dasar ini terekam kamera sedang berboncengan sepeda pancal dengan ibunya usai memenangkan kompetisi karate se-Malang Raya.

Hari itu Aditya dan ibunya, Sulastri, 37 tahun sedang mengayuh sepeda pancal sejauh 30 kilometer dari rumah mereka menuju lokasi pertandingan di Singosari, Malang. Perjalanan jauh yang ditempuh dengan sepeda butut itu tidak sisa-sia. Aditya meraih Juara Harapan dalam kompetisi se-Malang Raya.

Alhasil siang itu Aditya dan ibunya pulang dengan membawa piala. Keberadaan ibu dan anak yang berboncengan sepeda dengan membawa piala ini menarik perhatian salah satu warga yang merekamnya. Video itupun viral di jahat maya setelah diunggah melalui aplikasi Tik Tok.

Penelusuran Bacaini.id menemukan jika ibu dan anak itu adalah warga Desa Jenggolo, Kepanjen, Kabupaten Malang. Ditemui di tempat tinggal mereka, Ipul-panggilan Aditya-mengatakan jika kompetisi itu diikuti pada hari Minggu, 5 September 2021 lalu.

”Alhamdulillah juara harapan satu. Saya kalau diantar ibu lebih semangat, makanya saya minta antar waktu itu,” tutur Ipul, Rabu, 15 September 2021.

Sulastri, ibu Ipul menerangkan dirinya tak memiliki alat transportasi lain selain sepeda pancal. Sepeda itu sehari-hari digunakan untuk mencari barang bekas atau rongsokan. Sulastri menghidupi keluarganya dengan menjadi pemulung. Suaminya sudah lama meninggal dunia. Terkadang Ipul ikut membantu mencari barang bekas bersama ibunya.

“Waktu itu (Ipul) minta antar, tapi saya bilang cuman punya sepeda pancal dan dia mau. Akhirnya ya saya antarkan sekuat tenaga,” kata Sulastri.

Saat ini Ipul dan ibunya tinggal di rumah neneknya. Rumah mereka sendiri hancur tak bersisa setelah dihantan gempa pada April 2021 lalu. Bantuan pemerintah untuk membantu memperbaiki rumah mereka tak kunjung datang.

Usai kisah mereka viral di media sosial, sejumlah pihak tergerak untuk membantu. Polres Malang berencana melakukan bedah rumah untuk memperbaiki tempat tinggal Sulastri. “’Secepatnya kami usahakan renovasi karena memang sudah tidak layak huni,” kata Kapolsek Kepanjen, AKP Sri Widyaningsih.

Penulis: A. Ulul
Editor: HTW

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Petis khas Jawa Timur dalam wadah tradisional yang menjadi bumbu legendaris sejak era Majapahit

Sejarah Petis Jawa Timur, Bumbu Warisan Majapahit Sejak Abad ke-10

Pengembangan fasilitas Stasiun Madiun oleh KAI Daop 7 Madiun dengan pembangunan peron tinggi dan perluasan area parkir

KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

Latihan squat untuk menjaga kesehatan otot bokong atau glutes

Otot Bokong Ternyata Pengaruhi Umur Panjang, Ini Penjelasan Ahli Kesehatan

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In