• Login
Bacaini.id
Monday, February 9, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Jual Beli Jabatan Masih Jadi Modus Korupsi Favorit Kepala Daerah

ditulis oleh Redaksi
20 January 2026 19:53
Durasi baca: 2 menit
Indeks Persepsi Korupsi Kepolisian menempatkan Polri urutan ke-18

Ilustrasi korupsi

Bacaini.ID, KEDIRI – Fenomena jual beli jabatan kembali mencuat sebagai salah satu modus korupsi paling dominan di tingkat pemerintahan daerah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan praktik ini bukan sekadar kasus insidental, melainkan pola berulang yang mengakar kuat dalam birokrasi Indonesia.

Laporan KPK pada Tahun 2024 menunjukkan bahwa jual beli jabatan menjadi celah korupsi tertinggi, dengan 371 Aparatur Sipil Negara ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang melibatkan promosi, mutasi, hingga penerimaan pegawai.

Temuan dalam Survei Penilaian Integritas juga memperlihatkan hal mencengangkan: 82 persen responden menilai jual beli jabatan sebagai bentuk korupsi yang paling sering terjadi di lingkungan ASN. Faktor kedekatan dengan pejabat, hubungan kekerabatan, hingga kesamaan almamater disebut menjadi pemicu utama.

Kasus terbaru yang menyeret Bupati Pati, Sudewo, semakin menegaskan betapa masifnya praktik ini. Dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan pada 19 Januari 2026, KPK mengamankan setidaknya delapan orang, termasuk dua camat, tiga kepala desa, dan calon perangkat desa.

Uang tunai miliaran rupiah ditemukan dalam beberapa koper, yang menjadi indikasi kuat bahwa jual beli jabatan, khususnya dalam pengisian perangkat desa, berlangsung secara terstruktur.

Dampak Biaya Politik Tinggi

Di balik maraknya kasus tersebut, sejumlah pengamat pemerintahan menyoroti biaya politik yang tinggi sebagai akar persoalan. Kepala daerah yang menghabiskan dana besar untuk kampanye dianggap terdorong mencari cara cepat untuk “mengembalikan modal”.

Jabatan pun berubah fungsi, bukan lagi posisi yang diisi berdasarkan kompetensi, melainkan komoditas yang diperdagangkan demi keuntungan finansial. Sebuah analisis menyebutkan bahwa sistem pemilihan langsung, tanpa mekanisme pendanaan politik yang sehat, memungkinkan jabatan, proyek, dan kewenangan menjadi barang dagangan.

Tidak berhenti di situ, lemahnya reformasi birokrasi juga dianggap ikut memperparah situasi. Reformasi birokrasi selama ini belum mampu meruntuhkan pola lama birokrasi patronase. Sistem open bidding yang seharusnya menjamin meritokrasi kerap hanya menjadi formalitas untuk melegitimasi pihak-pihak yang telah memberikan komitmen finansial kepada kepala daerah.

Kondisi ini diperkuat dengan temuan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menegaskan bahwa sebagian besar pemerintah provinsi dan kabupaten masih berada di zona merah risiko korupsi, yang mencerminkan lemahnya tata kelola anggaran.

Praktik jual beli jabatan tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari “rantai patologi birokrasi”, bersama dengan fee proyek dan gratifikasi yang ikut menciptakan kebocoran anggaran dan menghambat pembangunan daerah.

Dari berbagai temuan ini, satu hal menjadi jelas, bahwa jual beli jabatan bukan sekadar tindak pidana, tetapi gejala dari kerusakan sistemik dalam birokrasi daerah. Selama biaya politik tetap tinggi, pengawasan lemah, serta budaya patronase masih hidup, praktik jual beli jabatan diperkirakan akan terus menjadi modus favorit para kepala daerah yang menyalahgunakan wewenang.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bupati patijual beli jabatankorupsiKPKsudewo
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Motor Suzuki Thunder terbakar hebat di Jalan Raya Glagahan Jombang usai mengisi BBM di SPBU

Baru Isi BBM, Motor di Jombang Tiba-tiba Terbakar hingga Tinggal Kerangka

Ilustrasi otak manusia dan kecerdasan buatan ChatGPT dalam penelitian MIT

AI Bikin Otak Menyusut? Penelitian MIT Peringatkan Efek ChatGPT pada Daya Pikir

Kopi Robusta Selorejo Blitar juara dua Indonesia Green Coffee Competition 2026

Kopi Blitar Meledak di Panggung Nasional, Robusta Selorejo Juara Dua 2026

  • Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

    Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramalan Shio Hari Ini 5 Februari 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang Rizal, Pejabat Bea Cukai yang Terjaring OTT KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In