Poin Penting:
- Jembatan Gondang Tulungagung ditutup total selama 6 bulan mulai 2 Juni 2026 untuk revitalisasi
- Arus lalu lintas Tulungagung–Trenggalek dialihkan melalui sejumlah jalur alternatif sesuai jenis kendaraan
- Revitalisasi dilakukan karena kondisi jembatan berusia lebih dari 50 tahun itu sudah kritis dan berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan
Bacaini.ID, TULUNGAGUNG – Jembatan Gondang di Desa Bendungan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung resmi ditutup total selama enam bulan mulai Selasa (2/6/2026). Penutupan jembatan yang menjadi penghubung utama ruas jalan nasional Tulungagung-Trenggalek ini dilakukan untuk proses revitalisasi setelah hasil kajian teknis menunjukkan kondisi struktur jembatan sudah kritis.
Baca Juga:
Pada sore ini satu unit alat berat telah diterjunkan untuk melakukan pembongkaran jembatan yang diketahui berumur 50 tahun lebih. Kasatlantas Polres Tulungagung AKP M Taufik Nabila memastikan penutupan resmi dilakukan setelah sebelumnya dua kali gagal, yakni 25 Mei dan 29 Mei lantaran alat berat yang terlambat datang.
“Jembatan ditutup dikarenakan akan dimulainya pembangunan jembatan ini sampai tanggal 11 Desember. Memakan waktu sekitar 6 bulan,” kata Taufik Nabila kepada wartawan Selasa (2/6/2026).
Polisi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Jalur Alternatif
Polisi dan Dinas Perhubungan Tulungagung diketahui telah menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas didasarkan jenis kendaraan guna mencegah kemacetan.
Baca Juga:
Kendaraan roda dua dan empat diarahkan pada tiga jalur alternatif: melintasi Simpang Tiga Kecamatan Gondang tembus Polsek Kalangbret, Simpang Tiga Mojoarum Gondang tembus Simpang Tiga Pampang Trenggalek, serta Simpang Tiga Malasan Trenggalek tembus Simpang Empat Gempolan Pakel Tulungagung.
Sementara kendaraan roda enam ke atas wajib melalui rute memutar dari Simpang Tiga Durenan Trenggalek ke selatan menuju Polsek Bandung, Pakel, Campurdarat, Boyolangu, hingga tembus Perempatan Tamanan Tulungagung.
Rekayasa arus lalu lintas ini juga berlaku untuk arah sebaliknya dari Tulungagung menuju Trenggalek. “Mengapa kita alihkan seperti itu? Karena memang untuk tiga titik yang pertama tadi memang tidak dapat dilalui roda 6,” jelasnya.
Menurut Taufik Nabila, Satlantas Polres Tulungagung telah menerjunkan 10 personel untuk pengamanan yang didukung 10 personel dari Dishub Tulungagung, serta dibantu Satlantas dan Dishub Trenggalek di titik perbatasan.
“Untuk mulai detik ini jam 14.35 ini kita tutup. Resmi kita tutup bersama Pak Kadishub, kita sudah resmi tutup,” jelasnya.
PPK 2.1 Provinsi Jatim BBPJN Jatim-Bali, Osky Ardianto mengatakan revitalisasi jembatan Gondang dilakukan karena kondisi struktur jembatan lama sudah sangat kritis, yang itu berdasarkan kajian. Usia jembatan diprediksi sudah lebih dari 50 tahun.
Layanan jembatan diketahui mengalami penurunan tajam dengan keretakan fisik di bawah abutment serta penurunan pada salah satu sisi lantai dan pilar. Jika dipertahankan, kekuatan jembatan lama diperkirakan hanya mampu bertahan kurang dari lima tahun lagi.
“Itu nilai kondisi jembatan kita sudah mengalami krisis. Jadi merah dari kajian teknis di balai kami,” ungkapnya.
Sementara proses pembongkaran bentang jembatandiperkirakan memakan waktu sekitar satu minggu. Nantinya desain bangunan baru tetap mengacu dimensi lama, diperkuat dengan fondasi strauss dan empat pilar penyangga baru agar memiliki usia pakai minimal 40- 50 tahun, serta mampu menahan beban tonase kendaraan berat yang melintas.
“Untuk desainnya kita tetap mengacu pada desain lama, nggih. Cuma strukturnya aja kita rubah yang seperti baru lagi dan kita perkuat,” pungkasnya.
Penulis: Fikri
Editor: Solichan Arif




