• Login
Bacaini.id
Friday, February 13, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

Kasus kematian akibat devil crab jadi peringatan, tak semua kepiting aman dikonsumsi meski terlihat segar dan biasa saja

ditulis oleh Editor
13 February 2026 10:23
Durasi baca: 4 menit
Ilustrasi kepiting beracun di perairan tropis

Kepiting berwarna mencolok seperti Demania dan Zosimus aeneus bisa mengandung racun berbahaya yang tidak hilang meski dimasak (Foto ilustrasi/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI — Kasus meninggalnya seorang konten kreator atau influencer asal Filipina usai mengonsumsi ‘devil crab’ atau kepiting beracun menjadi peringatan keras akan bahaya hewan laut, terutama bagi mereka yang tidak mengenali dengan baik.

Insiden ini menunjukkan tak semua kepiting aman dikonsumsi, meski berpenampakan segar dan biasa saja. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan garis pantai panjang dan ekosistem laut tropis yang kaya juga memiliki berbagai jenis kepiting, termasuk yang berpotensi beracun.

Sebagian spesies kepiting dari keluarga tertentu diketahui dapat mengandung racun berbahaya seperti tetrodotoxin, racun saraf kuat yang juga ditemukan pada ikan buntal. Racun tak selalu hilang meski dimasak, sehingga tetap berisiko jika dikonsumsi.

Baca Juga:

  • Viral Mati Konyol Demi Konten: Kreator 51 Tahun Tewas Usai Santap Kepiting Beracun
  • Racun Jadi Senjata Paling Mematikan 5 Hewan ini
  • Ini Makanan Ekstrem di Dunia: Hanya Untuk yang Bernyali

Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai jenis-jenis kepiting beracun dapat berujung fatal, terutama bagi mereka yang mencari atau mengolah hasil laut secara mandiri.

Berkaca dari kasus di Filipina, penting untuk mengenali spesies kepiting berbahaya yang juga ditemukan di perairan Indonesia agar kejadian serupa tidak terulang. Berikut jenis kepiting beracun yang juga terdapat di perairan Indonesia:

Kepiting Demania

Secara umum kepiting anggota famili Xanthidae memiliki racun yang mematikan. Demania merupakan bagian dari ini. Genus kepiting Demania juga spesies kepiting laut yang terkenal karena sangat beracun dan tidak aman untuk dikonsumsi manusia.

Di Indonesia, kepiting dari genus Demania, yakni terutama spesies Demania cultripes memiliki sejumlah nama lokal. Berikut di antaranya.

• Kepiting Kibau

• Kepiting Karang Beracun yang merujuk pada kelompok famili Xanthidae yang hidup di ekosistem terumbu karang

• Kepiting Batu

Ciri-ciri Kepiting genus Demania

Kepiting dalam genus Demania, seperti anggota famili Xanthidae lainnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

• Warna cerah atau pola yang mencolok, yang berfungsi sebagai sinyal peringatan di alam liar.

• Gerakan lambat dibandingkan kepiting konsumsi yang biasa ditemui, dan cenderung bersembunyi di celah-celah berbatu.

Secara umum, Demania memiliki penampakan fisik yang cenderung ‘mengerikan’. Bisa berupa pola cangkang menonjol atau warna yang tak lazim. 

Kepiting Karang Iblis (Zosimus aeneus)

Jenis kepiting yang sama dengan ‘pembunuh’ konten kreator asal Filipina. Secara internasional dikenal sebagai Devil Crab. Ini adalah salah satu kepiting paling beracun di dunia.

Ciri paling mencolok dari kepiting ini adalah warna tubuhnya yang indah. Namun, tetap saja kandungan racun dari kepiting ini tidak seindah warna tubuhnya. Tubuhnya memiliki pola totol kecokelatan atau kemerahan yang mencolok.

Racunnya sangat kuat dan dapat menyebabkan kematian dalam hitungan jam.

Ciri-ciri utama Kepiting Zosimus aeneus

• Pola bercak atau bintik pada karapasnya yang berwarna cokelat kemerahan, ungu, atau biru tua di atas warna dasar krem atau cokelat pucat. Polanya sering disebut mirip lukisan batik atau mosaik.

• Permukaan yang tidak rata, memiliki alur-alur dalam dan tonjolan-tonjolan halus (lobula) yang terdefinisi dengan jelas.

• Bagian tepi kaki jalannya memiliki jumbai rambut panjang. Selain itu, kaki-kakinya memiliki tepian yang tajam atau menonjol (crested).

Kepiting Selendang/Telur Bunga (Atergatis floridus)

Memiliki cangkang halus berbentuk oval berwarna kecokelatan dengan pola yang halus. Secara umum, kepiting jenis ini terlihat cantik namun mematikan.

Nama ‘Telur Bunga’ berasal dari pola pada cangkangnya yang menyerupai sebaran bunga atau butiran telur.  Meskipun tampak cantik, kepiting ini mengandung racun mematikan yang tidak hilang meski dimasak.

Ciri-ciri khusus Kepiting Selendang

• Bentuk cangkang atau karapasnya adalah oval lebar dan sangat halus dan licin dengan pinggiran tampak tajam atau memiliki gurat pembatas yang jelas.

• Warna dasarnya biasanya cokelat kehijauan atau cokelat tua, dihiasi dengan bercak-bercak simetris berwarna kuning pucat atau putih krem yang menyerupai pola bunga.

• Memiliki sepasang capit yang kuat dan halus dengan ujung capit (pincers) berwarna hitam pekat. Warna hitam pada ujung capit ini adalah salah satu tanda peringatan umum pada banyak kepiting beracun dari keluarga Xanthidae.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: kepiting beracun di indonesia
Via: kepiting beracun
Tags: hasil laut berbahayajangan asal makankepiting beracunracun laut
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi suasana gelap dengan angka 13 dan tulisan Friday yang merepresentasikan takhayul Friday 13

Takhayul Friday 13: Kenapa Banyak Orang Menunda Bisnis dan Perjalanan di Tanggal Ini?

Ilustrasi kepiting beracun di perairan tropis

Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

Kreator Filipina sebelum makan kepiting beracun untuk konten

Viral Mati Konyol Demi Konten: Kreator 51 Tahun Tewas Usai Santap Kepiting Beracun

  • Bupati Trenggalek melepas 9 pemuda yang akan belajar Pertahanan dan AI di Korea Selatan

    Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In