• Login
Bacaini.id
Thursday, April 23, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Iran Siapkan Tarif Selat Hormuz untuk Pemulihan Pascakonflik

ditulis oleh Redaksi
23 April 2026 17:46
Durasi baca: 3 menit
Syaroni Rofii. Foto: IG@msyaronirofii

Syaroni Rofii. Foto: IG@msyaronirofii

Bacaini.ID, JAKARTA – Pemerintah Iran dikabarkan berencana menaikkan tarif untuk kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz sebagai bagian dari strategi recovery pascakonflik. Tindakan ini akan menyebabkan perlambatan ekonomi dunia, dan memberikan tekanan tidak langsung kepada Amerika dan sekutunya.

Pakar Geopolitik Timur Tengah dari Departemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Syaroni Rofii, mengatakan jika dinamika konflik Iran-Amerika Serikat saat ini telah memasuki fase kritis. “Iran kehilangan banyak dalam perang ini dan butuh pendanaan untuk membangun kembali negara. Selat Hormuz diharapkan menjadi sumber pendapatan dari kapal tanker yang melintas,” kata Syaroni kepada Bacaini.ID, Rabu, 23 April 2026.

Menurut dosen Hubungan Internasional ini, rencana tarif Iran memiliki argumen yang kuat mengingat kerugian besar yang dialami negara tersebut selama konflik berlangsung. Namun, implementasinya akan menghadapi tantangan hukum internasional yang kompleks.

Syaroni menjelaskan bahwa pola konflik saat ini menunjukkan Amerika dengan superioritas militer berusaha mencapai target-targetnya, sementara Iran melakukan perlawanan survival dengan perang asimetris. “Hormuz menjadi titik kritis bagi keberlangsungan Iran. Tanpa Hormuz, Amerika dapat menyelesaikan operasinya dengan mudah,” tegasnya.

Mengulang pernyataannya yang disampaikan di Stasiun Televisi TV One, Iran terbukti efektif memblokade Hormuz dengan menginstal ranjau laut, yang berdampak pada gangguan ekonomi global dan kenaikan harga minyak. “Iran mengancam akan menembus blokade Amerika jika terus diblokade, didukung infrastruktur militer yang masih eksis,” tambah Syaroni.

Eskalasi konflik di Selat Hormuz telah memicu respons diplomatik dari berbagai negara. Amerika berusaha memblokade Hormuz dari bagian luar untuk memotong sumber pemasukan Iran, namun sekutu Amerika di kawasan mulai menunjukkan kekhawatiran karena konflik mengganggu ekonomi mereka.

Syaroni mencatat bahwa 30 negara yang dipimpin Inggris dan Prancis telah membangun framework di luar Amerika untuk membuka Hormuz dengan pendekatan diplomasi. “Macron memimpin upaya pendekatan damai untuk mengamankan Hormuz, sementara Amerika berjalan sendiri dengan pendekatan militer,” jelasnya.

Aspek Hukum Internasional

Terkait rencana tarif Iran, Syaroni membandingkannya dengan precedent Selat Bosporus di Turki yang diatur Montreux Treaty. “Turki tidak boleh menarik tarif dari kapal yang melintas berdasarkan perjanjian pascaperang. Hormuz bisa mengikuti pola serupa tergantung kesepakatan para pihak,” ujarnya.

Namun, dalam situasi perang, banyak aturan hukum internasional diabaikan. Iran telah melakukan pencegatan dan penyitaan kapal yang dianggap sekutu Amerika sebagai bagian strategi perang, termasuk instalasi yang seharusnya dilindungi seperti kilang minyak dan bandara.

Deadline Trump dan Golden Time Iran

Syaroni menyoroti tekanan waktu yang dihadapi Presiden Trump dengan deadline 60 hari untuk menyelesaikan konflik. “Iran menganggap 60 hari ini sebagai ‘golden time’ untuk mempertahankan diri baik di meja perundingan maupun pertempuran,” katanya.

Meskipun ronde pertama perundingan belum menghasilkan kesepakatan, Syaroni optimis diplomasi masih bisa memulai dan mengakhiri perang. “Para pihak sedang mencari cara mengakhiri perang melalui solusi damai. Perundingan tahap kedua masih mungkin terwujud,” tambahnya.

Struktur Pemerintahan Iran Masih Eksis

Berbeda dengan prediksi awal Amerika, struktur pemerintahan Iran dengan presiden dan parlemen masih eksis sebagai otoritas yang mewakili rakyat. Iran memiliki delegasi resmi yang dipimpin Galiab dan Arakchi untuk perundingan internasional.

“Iran merasa Amerika melakukan sabotase dengan memblokade Hormuz setelah Iran memenuhi permintaan Amerika,” ungkap Syaroni, menjelaskan perspektif Iran dalam konflik ini.

Dengan situasi yang terus berkembang dinamis, rencana tarif Selat Hormuz menjadi salah satu kartu yang dapat dimainkan Iran dalam strategi jangka panjangnya, meskipun implementasinya akan sangat bergantung pada hasil perundingan dan kondisi geopolitik regional yang terus berubah.

Penulis: Danny Wibisono
Editor: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: iranselat hormuzSyaroni RofiiUniversitas Indonesia
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

dbhcht 2025 di blitar

Ketika Rokok Tak Lagi Menjadi Mesin Uang Negara

Syaroni Rofii. Foto: IG@msyaronirofii

Iran Siapkan Tarif Selat Hormuz untuk Pemulihan Pascakonflik

Danny Wibisono, Kepala Litbang Bacaini.ID

Menguji Nyali Indonesia di Selat Malaka

  • Alun-alun Kota Kediri yang mangkrak dan Kepala Dinas PUPR Endang Kartika Sari.

    Pemkot Kediri Tak Punya Strategi Lanjutkan Proyek Alun-alun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemblokiran TPA Klotok Picu Krisis Sampah di Kota Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pj. Sekda Kota Kediri Segera Diganti, Ditunjuk dari Pemkot Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In