• Login
Bacaini.id
Tuesday, May 12, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Ibu-ibu Kediri Dilatih Mengurus Jenazah, Ada Apa ?

ditulis oleh
20 November 2020 19:09
Durasi baca: 2 menit
Pemulasaraan jenazah di Hotel Lotus (Foto: Bacaini.id/Karebet)

Pemulasaraan jenazah di Hotel Lotus (Foto: Bacaini.id/Karebet)

KEDIRI – Sebanyak 70 ibu-ibu dari berbagai organisasi di Kota Kediri mengikuti pelatihan pemulasaraan jenazah wanita yang diadakan Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Kota Kediri. Kegiatan dilakukan di Hotel Lotus Garden, jalan Jaksa Agung Suprapto, Mojoroto Kota Kediri. Jumat, 20 Nopember 2020.

Kepala Bagian Kesra, Ardi Handoko mengatakan, kegiatan dilakukan untuk memberikan pengetahuan untuk para ibu-ibu dalam memulasarakan jenazah wanita dimasa pandemi.

“Hal ini dirasa penting, karena saat ini perawatan jenazah perempuan biasanya masih dipandu pak modin, padahal seharusnya tidak begitu untuk jenazah perempuan,” jelas Kepala Bagian Kesra, Ardi Handoko, Jumat, 20 Nopember 2020.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam dari Kementrian Agama (Kemenag) Kota Kediri, Triono selaku pemateri menjelaskan, kegiatan tersebut penting dilakukan untuk memberikan edukasi memulasarakan jenazah dimasa pandemi sesuai syariat. “Sesuai syariat agama Islam, tentu lebih baik dan benar, karena semua itu memang sudah ada dasarnya,” ucap Triono.

Triono juga menjelaskan, secara syariat perawatan untuk jenazah perempuan seharusnya juga dilakukan oleh perempuan. Begitu juga dalam prosesnya, tidak disebutkan untuk melibatkan banyak orang seperti yang biasa dilakukan pada umumnya.

Untuk memandikan satu jenazah, hal itu cukup dilakukan maksimal oleh tiga orang. Jenazah yang dimandikan juga tidak perlu dipangku sesuai dengan adat dan kebiasaan yang selama ini dilakukan. Jenazah cukup diletakkan di tempat yang layak dan tepat.

Setelah dimandikan, dilanjutkan dengan proses mengkafani jenazah. Secara syariat agama islam, mengkafani jenazah boleh dilakukan maksimal dua orang. “Jadi satu orang pun sebenarnya boleh, tetapi maksimal dua orang itu agar lebih cepat, ” kata Triono.

Hal-hal itulah yang dianggap menjadi kesesuaian dengan protokol dimasa pandemi seperti saat ini. Jenazah yang dipangku ketika dimandikan itu bukan termasuk dalam syariat. Menurut Triono itu hanya adat dan kebiasaan untuk melibatkan keluarga yang bersangkutan. Namun memangku jenazah bukanlah kesalahan dan tidak ada larangan, hanya saja untuk masa pandemi ini perawatan jenazah dengan menggunakan syariat agama islam yang benar lebih relevan jika diterapkan.

“Perawatan jenazah sesuai syariat agama islam saat ini bisa dilakukan untuk meminimalisir jumlah kerumunan. Tim yang melakukan perawatan juga akan lebih merasa aman, karena tidak banyak dan lebih cepat,” jelas Triono.

Dia melanjutkan, dengan lebih sedikitnya petugas yang melakukan perawatan jenazah, protokol kesehatan tentu juga bisa dilakukan. Terutama dalam menjaga jarak dan proses komunikasi.

Selain itu, untuk menangani jenazah, seseorang harus berani, sabar, amanah dan memiliki ilmu yang cukup agar semua itu kompeten dan sesuai syariat agama islam. Itu yang menjadi dasar untuk menghilangkan keraguan orang yang akan menangani jenazah.

Untuk diketahui, kegiatan ini dihadiri 70 peserta dari perwakilan seluruh organisasi wanita, antara lain PKK Kota Kediri, PKK Kecamatan, Muslimat, Aisyah dan Dharma Wanita, Gabungan Organisasi Wanita (GOW).

Penulis: Novira Kharisma
Editor: Karebet

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Batu rubi jumbo 11.000 karat temuan terbaru di Mogok Myanmar

Rubi Jumbo 11.000 Karat Hebohkan Myanmar, Batu Mulia Terbaik

Ahmad Dhani dan Maia Estianty sambut kelahiran cucu pertama berweton Minggu Pahing

Cucu Ahmad Dhani Lahir Minggu Pahing, Ini Watak dan Karakternya Menurut Primbon Jawa

Aktivitas pedagang di Pasar Pahing kota Kediri. Foto:bacaini/AK Jatmiko

Rupiah Terjun Bebas, Ini Dampaknya Bagi Rakyat Kecil

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yakuza Maneges, Kelompok Marginal yang Menjadi Poros Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In