• Login
Bacaini.id
Thursday, September 10, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Perempuan Perlu Punya Hobi, Bukan Hanya untuk Mengisi Waktu Luang

Di tengah tuntutan pekerjaan, keluarga, dan kehidupan sosial, hobi memberi perempuan ruang untuk menjadi diri sendiri sekaligus menjaga keseimbangan psikologis

ditulis oleh Solichan Arif
10 September 2026 12:27
Durasi baca: 5 menit
Perempuan melakukan hobi untuk menjaga kesehatan mental

Memiliki hobi memberi perempuan ruang untuk menikmati waktu bagi diri sendiri dan mendukung kesejahteraan mental (foto/magnific)

Reporter: Bromo Liem | Editor: Solichan Arif

Poin Penting:

  • Hobi membantu perempuan menjaga kesehatan mental dengan memberi ruang untuk diri sendiri di tengah berbagai tuntutan.
  • Aktivitas yang disukai dapat memberikan rasa memiliki kendali, pencapaian, hubungan sosial, dan pelepasan dari tekanan sehari-hari.
  • Hobi bukan pengganti penanganan profesional untuk gangguan mental, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesejahteraan psikologis.

Bacaini.ID, KEDIRI – Hobi untuk kesehatan mental perempuan bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang. Di tengah berbagai peran di rumah tangga, pekerjaan, dan kehidupan sosial, hobi dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk beristirahat, mempertahankan identitas diri, dan melakukan sesuatu yang benar-benar disukai.

Hobi juga memberikan kesempatan untuk merasakan kendali atas pilihan sendiri, membangun rasa mampu, hingga mendapatkan hubungan sosial yang positif. Karena itu, memiliki hobi dapat menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis perempuan.

Baca Juga: Cara ‘Menyentuh’ Perempuan yang Laki-laki Perlu Tahu

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan kesehatan mental sebagai kondisi kesejahteraan yang memungkinkan seseorang menghadapi tekanan kehidupan, menyadari kemampuan dirinya, belajar dan bekerja dengan baik, serta berkontribusi dalam komunitas. Artinya, kesehatan mental bukan hanya tentang tidak mengalami gangguan mental. Ada unsur kesejahteraan dan kemampuan menjalani kehidupan secara utuh di dalamnya.

Aktivitas yang memberikan kesenangan, rasa mampu, hubungan sosial, dan waktu untuk diri sendiri juga memiliki tempat penting.

Hobi Memberi Ruang bagi Identitas Diri

Salah satu alasan perempuan membutuhkan hobi adalah karena identitas seseorang tidak seharusnya berhenti pada peran yang dijalankannya.

Seorang perempuan bisa menjadi ibu, tetapi ia juga bisa seorang pembaca, pelari, fotografer, pencinta tanaman, pemain musik, gamer, penulis, atau seseorang yang senang belajar bahasa baru. Hobi memberi ruang untuk mempertahankan bagian diri tersebut.

Hal ini menjadi semakin relevan ketika kehidupan sehari-hari dipenuhi kewajiban. Ketika sebagian besar aktivitas berkaitan dengan pekerjaan dan kebutuhan keluarga, seseorang dapat kehilangan kesempatan untuk melakukan sesuatu hanya karena dirinya memang menyukainya.

Dalam teori Self-Determination Theory, psikolog Richard Ryan dan Edward Deci menjelaskan bahwa manusia memiliki kebutuhan psikologis dasar terhadap autonomy, competence, dan relatedness. Autonomy berkaitan dengan pengalaman memiliki pilihan dan kendali atas tindakan sendiri; competence dengan perasaan mampu; sementara relatedness berkaitan dengan hubungan dan rasa terhubung dengan orang lain. Hobi dapat memenuhi ketiganya.

Memilih aktivitas yang disukai memberikan ruang otonomi. Belajar memainkan alat musik atau menyelesaikan sebuah buku dapat memberikan rasa kompeten. Bergabung dalam komunitas olahraga, membaca, kerajinan, atau aktivitas lainnya dapat menciptakan hubungan sosial.

Karena itu, hobi tidak harus spektakuler. Bahkan aktivitas sederhana dapat bermakna selama dilakukan secara sukarela dan memberikan pengalaman positif bagi orang yang menjalaninya.

Hobi Bukan Sekadar Menghilangkan Stres

Sering kali manfaat hobi direduksi hanya sebagai ‘penghilang stres’. Ada benarnya, namun pengaruhnya lebih luas.

Penelitian mengenai aktivitas waktu luang menunjukkan bahwa kegiatan yang menyenangkan dapat membantu seseorang melepaskan diri secara psikologis dari tuntutan pekerjaan atau kewajiban. Konsep ini dikenal sebagai ‘psychological detachment’: kemampuan untuk berhenti memikirkan tuntutan pekerjaan atau masalah tertentu ketika sedang berada di luar aktivitas tersebut.

Bagi perempuan yang menjalankan banyak peran, kemampuan untuk benar-benar memiliki waktu yang tidak berorientasi pada kewajiban bisa menjadi penting. Misalnya, seseorang yang bekerja seharian kemudian menghabiskan waktu membaca novel selama 30 menit. Ia tidak sedang meningkatkan produktivitas, mengurus rumah, atau menyelesaikan kebutuhan orang lain. Ia hanya membaca karena menyukainya.

Justru di situlah manfaatnya. Hobi juga dapat memberikan pengalaman ‘flow’, yaitu kondisi ketika seseorang begitu terlibat dalam sebuah aktivitas hingga perhatian sepenuhnya tertuju pada apa yang sedang dilakukan. Konsep ‘flow’ diperkenalkan psikolog Mihaly Csikszentmihalyi dan telah banyak dikaji dalam psikologi positif.

Namun, bukan berarti hobi merupakan obat untuk masalah kesehatan mental. Seseorang yang mengalami depresi, kecemasan berat, burnout, atau gangguan mental lainnya tidak cukup hanya disarankan mencari hobi. Hobi dapat menjadi bagian dari aktivitas yang mendukung kesejahteraan, tetapi bukan pengganti diagnosis maupun penanganan profesional ketika memang dibutuhkan.

Yang juga penting, hobi tidak harus produktif. Tidak semua kesenangan harus menghasilkan uang. Membaca novel tidak harus membuat seseorang menjadi penulis. Berkebun tidak harus menghasilkan bisnis tanaman. Memasak tidak harus menjadi usaha katering. Olahraga tidak harus menghasilkan tubuh ideal.

Ketika setiap hobi harus dimonetisasi atau menghasilkan pencapaian, aktivitas yang seharusnya menjadi ruang istirahat justru dapat berubah menjadi sumber tekanan baru.

Mengapa Perempuan Sering Merasa Bersalah Saat Punya Waktu untuk Diri Sendiri?

Masalahnya bukan selalu karena perempuan tidak memiliki hobi. Kadang mereka memiliki aktivitas yang disukai, tetapi merasa tidak punya ‘hak’ untuk melakukannya.

Perasaan bersalah ini terutama mudah muncul ketika waktu untuk diri sendiri dianggap sebagai waktu yang seharusnya digunakan untuk keluarga atau pekerjaan. Padahal, memenuhi kebutuhan personal bukan berarti mengabaikan orang lain.

Justru kemampuan menjaga kehidupan yang tidak sepenuhnya berisi kewajiban dapat membantu seseorang mempertahankan keseimbangan psikologis. WHO sendiri menempatkan kesejahteraan sebagai bagian dari kesehatan mental, bukan sekadar ketiadaan penyakit.

Karena itu, perempuan tidak perlu menunggu semua pekerjaan selesai untuk memiliki hobi. Pekerjaan rumah, pekerjaan kantor, dan kebutuhan keluarga hampir selalu akan ada. Jika waktu untuk diri sendiri baru boleh diambil setelah semuanya selesai, ruang tersebut bisa tidak pernah benar-benar tersedia.
Hobi juga tidak harus dilakukan berjam-jam. Yang penting adalah keberadaannya sebagai aktivitas yang memang dipilih untuk diri sendiri.

Setengah jam membaca. Berjalan kaki. Merajut. Melukis. Berkebun. Bermain musik. Menonton film. Fotografi. Olahraga. Menulis. Atau sekadar menikmati aktivitas yang membuat seseorang merasa kembali menjadi dirinya sendiri.

Memiliki hobi bukan berarti perempuan sedang melarikan diri dari tanggung jawab. Hobi adalah salah satu cara mempertahankan kehidupan personal di tengah berbagai peran yang dijalankan. Perempuan tidak hanya membutuhkan waktu untuk menyelesaikan kewajiban. Mereka juga membutuhkan ruang untuk menjadi diri sendiri. (bl/sa)

Google News Lihat Berita Bacaini.id di Google News
Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: hobiKesehatan mentalPerempuan
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Perempuan melakukan hobi untuk menjaga kesehatan mental

Perempuan Perlu Punya Hobi, Bukan Hanya untuk Mengisi Waktu Luang

Ilustrasi peringatan Haornas 2026. Foto: bacaini/AI

Peringatan Haornas, Ketika Jempol Bergerak Aktif, Namun Tubuh Makin Pasif

I Wayan Koster memaparkan potensi aset karbon dan ekonomi hijau Bali

Koster Ungkap Aset Karbon Bali dan Peluang Besar Ekonomi Hijau

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In