Bacaini.id, JEMBER – Perum Bulog Kantor Cabang Jember bakal tetap membuka penyerapan gabah dari petani meskipun kondisi cuaca menghadapi ancaman El Nino berkepanjangan. Langkah tersebut dilakukan dengan memperhatikan ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan menjadi bagian dari upaya menjaga penyerapan hasil panen serta ketersediaan beras.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Jember Muhammad Ade Saputra mengatakan, kegiatan penyerapan masih berlangsung meskipun jumlah gabah yang masuk tidak sebanyak sebelumnya.
“Untuk El Nino ini kan cuaca. Kami juga masih membuka serapan. Ketika harga gabah petani menyentuh di bawah HPP atau setara dengan HPP, Bulog tetap menyerap,” kata Ade.
Hingga Selasa (20/10/2026) Ade menyebut penyerapan gabah dari petani Jember telah mencapai 117.000 ton. Menurutnya, kegiatan tersebut turut mendukung pengelolaan persediaan beras dan menjaga agar produksi petani dapat masuk ke dalam rantai pasokan pangan.
Kebijakan pembelian gabah oleh Bulog mengacu pada ketentuan HPP yang ditetapkan pemerintah. Ketentuan teknis mengenai harga pembelian perlu disesuaikan dengan aturan yang berlaku, termasuk bentuk gabah, kualitas, dan persyaratan pembelian.
Terpisah, Bupati Jember Muhammad Fawait juga menyinggung peran bantuan pangan dalam mendukung upaya pemerintah mengendalikan kemiskinan dan inflasi. Ia mengatakan, “Belum lagi kita program Presiden bantuan pangan itu juga bisa menekan kemiskinan dan juga inflasi yang dilakukan oleh Bulog,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menyoroti fungsi Bulog dalam penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat. Sementara itu, penyerapan gabah petani berkaitan dengan sisi pengadaan, yakni menghimpun produksi dalam negeri untuk mendukung ketersediaan pasokan beras.
Kedua kegiatan tersebut memiliki sasaran yang berbeda, tetapi sama-sama berkaitan dengan tata kelola pangan. Bantuan pangan ditujukan untuk membantu penerima memenuhi kebutuhan beras, sedangkan penyerapan gabah menjadi salah satu instrumen pengadaan dan penguatan cadangan pangan pemerintah.
Ancaman El Nino menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga produksi pertanian. Dampaknya dapat berbeda di setiap wilayah, bergantung pada kondisi hujan, ketersediaan air irigasi, waktu tanam, dan keadaan lahan pertanian.
Karena itu, perkembangan serapan gabah perlu dilihat bersama data produksi dan kondisi pertanaman. Penyerapan yang tetap berjalan dapat mendukung petani dalam memasarkan hasil panen, tetapi tidak dengan sendirinya menghilangkan risiko penurunan produksi apabila kekeringan berdampak pada lahan pertanian.
Ade menegaskan Bulog masih membuka penyerapan gabah petani Jember sesuai ketentuan yang berlaku. Ia mengakui jumlah gabah yang diserap belakangan tidak sebanyak sebelumnya.
Ke depan, perkembangan serapan di tingkat kabupaten dan kondisi pertanaman perlu terus dipantau untuk melihat sejauh mana dampak cuaca terhadap produksi serta kebutuhan pengadaan. Dengan tetap mengacu pada HPP, Bulog menyatakan akan melanjutkan perannya dalam menyerap hasil panen petani dan menjaga persediaan beras. (meg/adv)




