Bacaini.ID, TRENGGALEK – Selain mendorong swasembada pangan berbasis sekolah, Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga menyiapkan langkah strategis menghadapi ancaman kekeringan yang diprediksi cukup parah tahun ini.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengungkapkan pentingnya inovasi teknologi untuk memastikan ketersediaan air bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program pertanian, termasuk di lingkungan sekolah, sangat bergantung pada ketersediaan air.
Sementara itu, kondisi lingkungan yang mengalami penurunan kualitas, seperti berkurangnya kawasan hutan, turut memengaruhi siklus air.
“Kesuksesan tanam itu juga tergantung dengan keberadaan air. Kita tahu siklus air sudah tereduksi, sehingga kita perlu mengkompensasi dengan teknologi,” jelas Mas Ipin.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah sistem kondensasi sederhana yang mampu menangkap uap air dan mengubahnya menjadi sumber air baru. Teknologi ini merupakan hasil inovasi Dinas Pertanian Trenggalek bersama sejumlah inovator lokal.
Langkah ini dinilai penting mengingat setiap musim kemarau, puluhan desa di Trenggalek kerap mengalami kekeringan. Bahkan, jumlahnya bisa mencapai 90 hingga 100 desa, sehingga distribusi air bersih menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah.
Mas Ipin menegaskan bahwa ke depan, pemerintah akan lebih selektif dalam mengalokasikan anggaran dengan mengutamakan program yang berdampak jangka panjang.
Salah satunya melalui pengembangan teknologi penyediaan air mandiri bagi masyarakat.
“Daripada anggaran habis untuk kebutuhan sesaat, lebih baik kita gunakan untuk solusi jangka panjang. Harapannya setiap rumah tangga bisa memproduksi air sendiri,” tandasnya.
Dengan kombinasi edukasi pangan dan inovasi teknologi air, Pemkab Trenggalek optimistis mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi risiko krisis air di masa mendatang.(abi/ADV)





