• Login
Bacaini.id
Monday, May 4, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Gus Qowim Ikuti Istighotsah dan Pengajian Malam Jumat Hari Santri Nasional 2025

ditulis oleh Redaksi
13 November 2025 11:40
Durasi baca: 2 menit
Gus Qowim Ikuti Istighotsah dan Pengajian Malam Jumat Hari Santri Nasional 2025. Foto : Dok. Pemkot Kediri

Gus Qowim Ikuti Istighotsah dan Pengajian Malam Jumat Hari Santri Nasional 2025. Foto : Dok. Pemkot Kediri

Bacaini.ID, KEDIRI – Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin mengikuti Istighotsah dan Pengajian Malam Jumat (PMJ) di GOR Jayabaya, Kamis (13/11/2025). Kegiatan ini merupakan penutup dari rangkaian acara Hari Santri Nasional 2025 PCNU Kota Kediri.

Dalam sambutannya, Gus Qowim mengatakan tema Hari Santri tahun ini yakni Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia mengandung pesan yang sangat dalam. Bahwa perjuangan santri tidak hanya berhenti setelah Indonesia merdeka. Tetapi justru berlanjut dengan menjaga dan mengawal kemerdekaan itu melalui ilmu, keteladanan dan akhlak yang mulia. Hari ini santri tidak hanya diperuntukkan untuk mereka yang menuntut ilmu di Pondok Pesantren. Tetapi juga siapapun yang menjadikan nilai-nilai tawadhu, kejujuran, disiplin dan cinta tanah air sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Di Kota Kediri kita melihat banyak masyarakat yang secara ruh dan sikap adalah santri. Mereka belajar dari berbagai sumber kebaikan dan berusaha menjalankan nilai agama dalam kehidupan. Saya berpesan mari kita memegang teguh akhlakul karimah, menjunjung tinggi nilai-nilai sesuai norma, agama, sosial dan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Saat ini arus informasi begitu deras. Apa yang dilihat, didengar dan dibagikan di sosial media bisa mempengaruhi banyak orang. Untuk itu Gus Qowim mengajak agar masyarakat bijaksana dalam menggunakan akal sehat yang telah dianugerahkan Allah. Untuk memilah mana yang bermanfaat dan mana yang membawa mudharat. “Sesungguhnya akal sehat adalah karunia terbesar yang membedakan manusia dari makhluk lainnya. Kita dituntut untuk menjadi hamba yang arif, berhati jernih, dan berilmu dalam bersikap,” ungkapnya.

Gus Qowim menambahkan Pemkot Kediri berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan yang sejalan dengan nilai kemanusiaan dan keagamaan. Kolaborasi terus diperkuat dengan Pondok Pesantren, lembaga keagamaan, dan tokoh masyarakat dalam berbagai program. Semangat Kota Kediri MAPAN tidak bisa terwujud tanpa adanya doa, dukungan dan sinergi dari seluruh masyarakat. Terutama ulama dan para santri. “Melalui acara ini marilah kita memohon kepada Allah agar senantiasa memberikan rahmat dan keberkahan terhadap Bangsa Indonesia. Serta menjaga kita dari berbagai bentuk fitnah dan perpecahan. Menuntun langkah kita menuju peradaban dunia yang berkeadilan, berilmu dan berakhlak,” imbuhnya.

Turut hadir, Wakil Rais ‘Aam PBNU KH.Anwar Iskandar, Rais Syuriah PCNU Kota Kediri KH.Abdul Hamid Abdul Kodir, Ketua PCNU KH.Abu Bakar Abdul Jalil, perwakilan Forkopimda Plus, Kepala BNN Kota Kediri Yudha Wirawan, Ketua TP PKK Faiqoh Azizah Muhammad Qowimuddin, perwakilan PT Gudang Garam, Tokoh Agama, Ulama, dan tamu undangan lainnya. (ADV PKP)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia dengan simbol kebebasan berekspresi dan aktivitas jurnalis

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Tema Perdamaian hingga Tantangan Kebebasan Media di Indonesia

Hamparan bunga liar berwarna-warni di Namaqualand saat musim semi

Wisata Bunga Liar Mendunia: Alternatif Selain Sakura, Ini Destinasi Terbaiknya

Ilustrasi Gojek. Foto: istimewa

Pemerintah Tetapkan Aturan Baru Gojek-Grab, Ini Perhitungannya

  • Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

    Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In