• Login
Bacaini.id
Sunday, June 21, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Gus Maksum Perintis Pencak Dor (4)

ditulis oleh
1 July 2023 11:20
Durasi baca: 2 menit
Gus Maksum berada di atas panggung pencak dor. Foto:istimewa

Gus Maksum berada di atas panggung pencak dor. Foto:istimewa

Bacaini.id, KEDIRI – Perang tanding antar sesama pesilat adalah salah satu metode pengajaran Gus Maksum kepada santrinya. Untuk menguji tingkat penguasaan jurus yang diajarkan, Gus Maksum meminta mereka untuk perang tanding. “Jadi itu semacam ujian,” kata Gus Bidin, keponakan Gus Maksum yang mewarisi ilmu pencak.

baca ini Gus Maksum Pendekar Rambut Api Dari Lirboyo

Ilmu pencak yang diajarkan Gus Maksum kepada santrinya tak main-main. Tidak sekedar meminta meniru gerakan, tetapi juga meminta santrinya mempraktikkan dalam pertarungan. Para santri diminta beradu jurus satu sama lain untuk mengevaluasi kemampuan mereka.

Selain mengukur ilmu kanuragan, perang tanding itu juga untuk mengetahui tingkat emosional dan kemampuan berpikir santri dalam kondisi genting.

baca ini Gus Maksum Menumpas PKI di Kediri

Hingga kini tradisi perang tanding ini masih dipertahankan oleh Gus Bidin sebagai pengajar silat yang menjadi ekstrakurikuler pendidikan pondok Lirboyo. Hanya saja, ajang pencak dor saat ini tak hanya dikhususkan untuk santri, tetapi terbuka lebar untuk masyarakat umum.

Dalam perkembangannya, tradisi pencak dor juga menjadi media untuk menyelesaikan urusan laki-laki secara sportif. Jika ada santri yang terlibat perselisihan karena berbagai persoalan, mereka bisa menggunakan ajang pencak dor untuk “baku pukul”.

baca ini Gus Maksum Kyainya Wong Cilik

Semua pendekar pencak bisa naik ke atas gelanggang untuk beradu silat dan saling menjatuhkan. Satu-satunya peraturan yang dibuat penyelenggara pertandingan adalah “di atas lawan di bawah kawan”. Artinya, tak boleh ada dendam di luar gelanggang meski sebelumnya terlibat adu jotos yang sangat keras. Itulah pencak yang diajarkan Gus Maksum.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: gus maksumLirboyopencak
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pembukaan Munas Konbes Alim Ulama NU di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri

Munas Konbes NU di Ploso Kediri Siapkan Muktamar NU ke-35 yang Sejuk dan Gembira

Ilustrasi ASN. Foto: istimewa

Ramai Hoaks CPNS 2026, Belum Ada Lowongan Resmi

Gus Kautsyar. Foto: istimewa

Masyayikh NU Minta Larangan Rangkap Jabatan Politik Tidak Dihapus

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In