• Login
Bacaini.id
Sunday, March 22, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Gula Aringga, Inovasi Gula Merah Kabupaten Kediri

ditulis oleh
4 September 2021 19:15
Durasi baca: 3 menit
Sri Wahyuni, pembuat gula merah aneka bentuk. Foto: Bacaini/Dilawati

Sri Wahyuni, pembuat gula merah aneka bentuk. Foto: Bacaini/Dilawati

Bacaini.id, KEDIRI – Sepasang suami istri pembuat gula Jawa di Desa Nambakan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri sukses mempertahankan usaha. Di tengah pukulan pandemi, mereka berinovasi membuat gula Jawa ‘tak wajar’ untuk mempertahankan pasar.

Jika gula Jawa pada umumnya berbentuk setengah batok kelapa, tidak dengan gula produksi Sri Wahyuni dan Guncoro. Pemilik rumah produksi UD Nira Sari ini memproduksi gula Jawa dalam aneka bentuk koin, mulai koin, batok tanggung, batok ceplik, bumbung, hingga kotak batangan seperti batu bata.

“Ide awal ketika suami saya minta dibuatkan kolak, tapi waktu itu saya malas karena menggunakan gula merah atau gula kelapa yang bentuknya separuh batok kelapa, terlalu besar dan mudah lembek. Padahal butuhnya juga tidak banyak,” kata Sri Wahyuni kepada Bacaini id, Jumat, 3 September 2021.

Dari situ muncul ide untuk membuat gula merah dan gula kelapa dengan ukuran yang lebih kecil, praktis dan ekonomis. Produk itu diberi merek Gula Aringga.

Karena bentuknya yang beragam, konsumen bisa memilih sesuai kebutuhan. Mereka juga tak perlu memotong gula ukuran batok kelapa hanya untuk memasak porsi kecil. Bentuk yang paling laku adalah kotak batangan dan koin.

Di masa pandemi ini banyak masyarakat yang berburu gula merah sebagai campuran rempah. Untuk itu Wahyuni mencoba membuat olahan baru, yakni gula rempah.

Proses pembuatan Gula Rempah sama saja dengan pembuatan gula merah dan gula kelapa. Hanya saja dicampurkan rempah seperti jahe, cengkeh, serai, kapulaga, kunyit dan kayu manis dalam pembuatannya.

“Awal masa pandemi itu kita sempat banjir orderan. Permintaan juga datang dari luar kota dan luar pulau. Bahkan paling banyak dari Ambon dan Papua,” terangnya.

Hasil produksi gula Aringga dijual dengan harga berbeda. Gula merah dan gula kelapa ukuran 300 gram dijual dengan harga Rp 6 ribu, 1 kilogram, Rp 12 ribu dan 10 kilogram seharga Rp 119 ribu. Sedangkan gula rempah dijual mulai Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta untuk kemasan 20 kilogram.

Gula Aringga juga melayani reseller dengan harga sedikit lebih murah. Harga yang disebutkan Wahyuni masih bisa berubah dan mungkin bisa lebih mahal. Karena hari ini beberapa bahan baku mengalami peningkatan harga.

“Sejak Idul Fitri kemarin kemarin omzet mulai anjlok, apalagi kena PPKM. Produksi berkurang dan mengurangi jumlah karyawan menjadi 9 orang saja. Sebelumnya ada 13 orang,” ungkapnya.

Penurunan jumlah pesanan juga cukup besar. Jika sebelumnya mereka bisa mengirim 32 ton dalam satu bulan, sekarang hanya 6 ton. Padahal kemampuan produksi mereka per minggu mencapai 8,5 ton.

Untuk kembali mendongkrak hasil produksi, UD Nira Sari memasarkan produknya melalui media sosial dan marketplace. Olahan Aringga ini menggunakan gula pasir dan gula rafinasi yang dapat mempertahankan tekstur sehingga tidak mudah lembek.

“Kita melayani eceran dan reseller. Alhamdulillah pelanggan masih ada, dari Surabaya, Jakarta, Kalimantan dan juga Papua. Tidak perlu khawatir, Gula Aringga ini awet sampai 6 bulan, maksimal 1 tahun dengan suhu ruangan,” tandasnya.

Penulis: Dilawati
Editor: Novira Kharisma
Videografer: Tiza

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

wanita dengan kulit sawo matang mengenakan outfit emerald dan cream

Keuntungan Punya Kulit Sawo Matang dalam Fashion

ayam lodho pak yusuf trenggalek dengan kuah santan kental

Saatnya Menikmati Legenda Ayam Lodho Pak Yusuf Trenggalek

Ilustrasi pidato Soekarno di Kongres Muhammadiyah 1965 terkait ambisi nuklir Indonesia

Fantasi Nuklir Soekarno di Kongres Muhammadiyah 1965: Ambisi Bom Atom yang Tak Terwujud

  • Ilustrasi seseorang mengirim ucapan Idul Fitri 2026 melalui WhatsApp di ponsel

    Daftar Ucapan Idul Fitri 2026 Paling Lengkap dan Tinggal Copas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pamer Hummer Listrik 4,5 M, “Rahasia” Ketenaran Gus Iqdam Dibongkar Netizen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar SPPG Nakal di Blitar yang Dihentikan BGN, 46 Lokasi di Kota dan Kabupaten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In