• Login
Bacaini.id
Saturday, May 2, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Getuk Pisang, Makanan Khas Kediri yang Lahir di Zaman Paceklik

ditulis oleh Redaksi
16 November 2025 17:47
Durasi baca: 2 menit
Getuk pisang. Foto: foryourplate.id

Getuk pisang. Foto: foryourplate.id

Bacaini.ID, KEDIRI – Tak sekedar makanan khas yang lezat, getuk pisang menyimpan kisah pahit masyarakat Kediri atas penjajahan Jepang. Masa ketika krisis pangan mendera luar biasa hingga tak menyisakan apapun selain pisang.

Pada awal 1940-an, ketika penjajahan Jepang melanda Indonesia, masyarakat di berbagai daerah mengalami krisis pangan yang parah. Beras, sebagai makanan pokok menjadi barang langka.

Di tengah keterbatasan itu, warga Kediri tak tinggal diam. Mereka mencari alternatif pangan dari hasil bumi yang mudah dijangkau, salah satunya adalah pisang tanduk.

Dari dapur sederhana di kampung, warga berinovasi mengolah hasil kebun itu. Pisang dikukus, dihaluskan, lalu dicampur dengan tepung dan gula merah. Adonan ini kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus kembali hingga padat.

Jadilah getuk pisang, makanan yang mengenyangkan, bergizi, dan bisa dinikmati seluruh keluarga.

“Getuk pisang itu simbol ketekunan dan kreativitas orang Kediri. Dulu dibuat karena terpaksa, sekarang jadi kebanggaan,” ujar Sujinem, 90 tahun, warga warga Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, yang piawai membuat getuk pisang secara tradisional.

Saat masih kanak-kanak di zaman penjajahan Jepang, orang tua dan tetangganya mengolah buah pisang menjadi getuk. Kala itu, rasa getuk pisang tidak sama persis dengan hasil olahan modern yang dijual di toko.

Seiring waktu, getuk pisang tak hanya bertahan, tapi juga berkembang. Kini, getuk pisang telah menjadi ikon kuliner Kediri, bersanding dengan tahu takwa dan stik tahu sebagai oleh-oleh wajib bagi wisatawan. Banyak pelaku UMKM mengemasnya dalam bentuk modern, tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.

Di tengah gempuran makanan instan dan tren kuliner global, getuk pisang tetap eksis. Bahkan beberapa pelaku usaha mulai memasarkan produk ini ke luar daerah dan luar negeri. Sebuah bukti bahwa makanan rakyat bisa naik kelas tanpa kehilangan jati dirinya.

“Kalau kita bisa mengangkat cerita di balik makanan, maka kita tak hanya menjual rasa, tapi juga sejarah dan identitas,” tambah Sudjinem yang menghabiskan usia produktifnya dengan mengajar.

Getuk pisang bukan sekadar camilan. Ini adalah narasi tentang bagaimana masyarakat Kediri bertahan, berinovasi, dan merawat warisan leluhur. Dalam setiap gigitannya, terselip rasa manis masa lalu yang kini menjadi kebanggaan masa kini.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: getuk pisangkota kedirimakanan khas
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Keuangan Pemkot Kediri Tahun 2026 Defisit 322 Milyar - Bacaini.id

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Penumpang menikmati fasilitas lounge di Stasiun Madiun dengan layanan transportasi terintegrasi dari KAI Daop 7

KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

Semaun tokoh gerakan buruh Indonesia

Sejarah May Day di Indonesia: Ajaran Semaun tentang Persatuan Buruh

Ilustrasi pajak. Foto:Istimewa

DJP Perpanjang Waktu Lapor SPT Badan

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejarah May Day di Indonesia: Ajaran Semaun tentang Persatuan Buruh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In