• Login
Bacaini.id
Sunday, May 3, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Gelar Sosialisasi Perluasan Imunisasi HPV, Kepala Dinkes Tegaskan Vaksin HPV Aman Diberikan

ditulis oleh Redaksi
13 January 2025 16:41
Durasi baca: 2 menit
Gelar Sosialisasi Perluasan Imunisasi HPV, Kepala Dinkes Tegaskan Vaksin HPV Aman Diberikan. Foto : Dok. Pemkot Kediri

Gelar Sosialisasi Perluasan Imunisasi HPV, Kepala Dinkes Tegaskan Vaksin HPV Aman Diberikan. Foto : Dok. Pemkot Kediri

Bacaini.ID, KEDIRI – Sebagai wujud dukungan Pemerintah Kota Kediri dalam upaya eliminasi kanker leher rahim (kanker serviks), Dinas Kesehatan Kota Kediri hari ini menggelar Sosialisasi Pelaksanaan Perluasan Imunisasi Human Papiloma Virus (HPV) Anak Perempuan Usia 11-12 tahun serta 15 Tahun di Kota Kediri, Senin (13/1). Berlangsung di salah satu hotel di Kota Kediri, kegiatan tersebut dihadiri delapan puluh tujuh peserta yang terdiri dari: perwakilan dari Kemenag, OPD teknis, pondok pesantren serta organisasi masyarakat di Kota Kediri.

Sebagai informasi, kegiatan eliminasi kanker leher rahim merupakan program yang digagas oleh Kementerian Kesehatan RI melalui Rencana Aksi Nasional (RAN) tahun 2023-2030. Salah satu pilar yang terkandung dalam RAN tersebut ialah pemberian layanan kepada masyarakat yang meliputi skrining, imunisasi vaksin HPV, dan tata laksana bagi pasien pra-kanker.

dr. Muhammad Fajri Mubasysyir, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, menerangkan tujuan diselenggarakannya sosialisasi tersebut untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya vaksin HPV serta mensukseskan pelaksanaan imunisasi HPV, khususnya di Kota Kediri.

“Pada pelaksanaan perluasan imunisasi HPV, sebelumnya kita sudah melaksanakan pada usia 11 dan 12 tahun diberikan dosis 1 dan 2. Selanjutnya sesuai dengan RAN untuk eliminasi kanker serviks maka diadakan perluasan imunisasi yang menjangkau anak usia 15 tahun,” jelasnya.

Setelah menggelar pertemuan ini, pihaknya akan segera melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah sebelum dilakukannya pemberian imunisasi HPV. Sesuai anjuran pemerintah pusat, Dinas Kesehatan Kota Kediri akan memberikan dosis sebanyak satu kali, akan tetapi masyarakat dapat melakukan pengulangan imunisasi HPV secara mandiri sebanyak tiga kali sampai dengan usia 45 tahun. Adapun vaksin yang akan diberikan merupakan produk dari PT Bio Farma.

Menurut Fajri, terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaan upaya ini, di antaranya: belum optimalnya kegiatan sosialisasi kepada siswa, orang tua, dan guru; merebaknya isu hoax seputar anti-vax (gerakan anti-vaksin); sulitnya pemberian imunisasi HPV pada kelompok masyarakat yang menyasar anak sekolah usia 11 dan 12 tahun dan yang tidak sekolah; serta kurangnya ketersedian vaksin HPV di beberapa daerah, termasuk di Kota Kediri.

“Menanggapi hoax yang beredar saat ini tentang vaksin HPV, bahwa setiap vaksin yang tersedia itu sebelum diberikan ke manusia pasti ada uji klinis yang dilakukan perusahaan, sehingga semuanya sudah terekam dan pasti aman,” tegas Fajri.

Guna menekan penurunan kasus kanker leher rahim di Kota Kediri, selain melalui imunisasi, Pemkot Kediri juga telah melakukan beberapa upaya, seperti mengedukasi masyarakat melalui media sosial untuk meningkatkan capaian imunisasi HPV dan menginfokan pemeriksaan resmi Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) untuk mendeteksi dini kanker leher rahim.

Melalui kegiatan ini Fajri berharap Pemkot Kediri dapat memperkuat komitmen dan sinergitas untuk meningkatkan capaian imunisasi HPV sesuai dengan RAN yakni minimal 95% pada tahun 2030. (ADV)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi Gojek. Foto: istimewa

Pemerintah Tetapkan Aturan Baru Gojek-Grab, Ini Perhitungannya

Musik menjadi cara paling populer untuk meredakan stres menurut studi terbaru di Amerika Serikat (foto/ist)

Musik Linkin Park hingga Taylor Swift Jadi Pereda Stres, Ini Hasil Studinya

Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

  • Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

    Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In