Bacaini.ID, KEDIRI — Dunia fashion selalu punya cara unik untuk mendaur ulang dirinya sendiri. Sesekali muncul sebuah ledakan budaya yang benar-benar mengubah cara berpakaian secara fundamental.
Di awal tahun 2026, gaya ‘Ngortis’ menjadi salah satu yang trending di media sosial. Bermula dari kegemaran pada boy group asal Korea Selatan, CORTIS menjadi tren OOTD (Outfit Of The Day) anak-anak muda di tongkrongan.
Ngortis, menjadi identitas fashion tersendiri yang datang dari pemahaman: bergaya busana ala CORTIS. Tampil beda, tabrak motif, rebel namun tetap nyaman di mata, terlihat stylish.
Baca Juga:
Fenomena Ngortis Viral
Alasan mengapa fashion Ngortis begitu viral tak lepas dari meledaknya tren K-Pop, boy group, yang membawa bukan sekedar musik, namun juga gaya.
CORTIS, boygroup terbaru di bawah naungan raksasa BigHit Music, menjadi bukti bahwa pengaruh mereka bukan hanya sekedar musik.
Sejak debut mereka, CORTIS tidak hanya menjual musik, namun juga estetika visual yang sangat kuat. Istilah ‘Ngortis’ sendiri merupakan bentukan kreatif dari lidah netizen Indonesia.
Puncak dari fenomena ini terjadi saat perilisan video musik (MV) mereka yang berjudul “FaSHion”. Dalam video tersebut, para member boy group tersebut tidak tampil dengan kostum panggung yang gemerlap dan kaku.
Sebaliknya, mereka tampil dengan streetwear yang terasa sangat personal, berantakan tapi terukur, dan sangat relatable dengan gaya hidup urban. Inilah yang membuat anak muda merasa dekat dengan gaya mereka.
CORTIS sendiri merupakan singkatan dari nama resmi boy group ini: Color Outside The Lines, yang juga menjadi kiblat group mereka.
Berbeda dengan gaya K-Pop konvensional, CORTIS membawa gebrakan fashion di luar kelaziman. Tabrak motif, warna yang tak senada, jins belel, dan item fashion 90’an lainnya.
Bukan tanpa tujuan, CORTIS membawa sejumlah pesan. Berikut di antaranya.
• Kebebasan berekspresi dengan menggunakan pakaian sebagai bentuk seni, bukan sekadar pelindung tubuh maupun gaya.
• Ketidaksempurnaan yang disengaja. Kemeja yang tidak dimasukkan secara rapi, tali sepatu yang berbeda warna, atau layering yang terlihat berat namun tetap estetik.
• Inklusivitas gender. Banyak item dalam gaya Ngortis bersifat unisex. Rok yang dipadukan dengan celana panjang (layering bottom), atau penggunaan warna-warna ‘feminin’ oleh pria, menjadi hal yang lumrah dan sangat dihargai.
Tips Bergaya Ngortis Sesuai Karakter
Keberagaman gaya yang ditawarkan CORTIS menjadi magnet tersendiri bagi pecinta OOTD. Mereka bisa menjadi kiblat inspirasi untuk tampil chic dalam setiap momen.
Leader CORTIS, Martin, dikenal dengan auranya yang kuat dan kesan misterius. Gayanya sering disebut sebagai ‘High-End Grunge’.
Item kunci gaya ini adalah jaket parka oversized, ripped denim dengan detail yang rumit, dan sepatu bot kulit yang berat. Warna yang dominan digunakan: hitam, abu-abu tua, dan earth tone yang gelap.
Ingin gaya yang lebih rapi, gaya Juhoon bisa dipilih. Cardigan rajut, kemeja dengan kerah lebar, dan baggy slacks (celana bahan potongan lebar).
Warna yang digunakan dominan pastel, krem dan putih tulang. Ada lagi Keonho yang dijuluki sebagai ‘The Experimental Maverick’. Ia merupakan member CORTIS yang paling berani bermain warna.
Puffer jacket berwarna neon, kacamata lensa warna, dan topi beret. Warna yang sering digunakan: electric blue, magenta, dan lime green.
Berikut apa saja yang wajib dimiliki untuk bisa tampil ‘Ngortis’:
• Baggy Cargo dan Wide-Leg Pants
Lupakan celana ketat yang membatasi gerak. Ngortis menuntut volume. Celana kargo dengan banyak saku tidak hanya fungsional namun juga memberikan siluet yang kuat.
• Statement Outerwear
Bisa oversized blazer, jaket varsity vintage, atau vest (rompi) teknikal. Outerwear adalah kunci untuk teknik layering yang menjadi nyawa dari tren ini.
• Aksesori Kepala (The Crown)
Ngortis sangat memperhatikan detail kepala. Beanie yang ditarik agak ke belakang, bucket hat bertekstur bulu, atau bahkan headband olahraga sering muncul dalam gaya ini.
• Chunky Sneakers atau Loafers
Alas kaki harus memiliki ‘beban’ visual. Sepatu dengan sol tebal (chunky) memberikan keseimbangan pada celana yang lebar.
• Crossbody atau Sling Bag Minimalis
Tas bukan lagi sekadar penyimpan barang, tapi bagian dari struktur pakaian. Tas kecil yang dipakai menyilang di dada akan memberikan aksen pada bagian atas tubuh.
Gaya berantakan namun keren ala CORTIS ini tak hanya membuat anak-anak muda semakin percaya diri, namun juga membangkitkan kenangan fashion 90’an yang ‘bebas’, longgar, agak liar namun tetap terlihat keren.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





