• Login
Bacaini.id
Monday, April 20, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Fenomena Langit Malam Pink Moon, Ini Penjelasan Ilmiahnya

ditulis oleh Redaksi
30 March 2026 17:07
Durasi baca: 2 menit
Pink moon

Pink moon

Bacaini.ID, KEDIRI – Langit malam kembali dihiasi fenomena astronomi menarik yang dikenal sebagai Pink Moon. Meski namanya terdengar unik dan berwarna, Pink Moon bukanlah bulan yang tampak berwarna merah muda. Fenomena ini merupakan sebutan tradisional untuk fase bulan purnama yang terjadi pada bulan April.

Istilah Pink Moon berasal dari penamaan kalender musiman suku asli Amerika Utara. Nama tersebut terinspirasi dari mekarnya bunga liar berwarna merah muda bernama phlox subulata yang biasanya muncul di wilayah Amerika Utara pada awal musim semi. Dengan demikian, penamaan Pink Moon lebih bersifat simbolis dan kultural, bukan mencerminkan warna Bulan secara visual.

Secara astronomi, Pink Moon adalah bulan purnama biasa, ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Pada fase ini, seluruh permukaan Bulan yang menghadap Bumi tampak terang karena sepenuhnya disinari Matahari.

Meski demikian, dalam kondisi tertentu Bulan dapat terlihat sedikit kemerahan atau keemasan saat terbit atau terbenam. Hal ini disebabkan oleh efek hamburan cahaya di atmosfer Bumi, terutama ketika Bulan berada dekat dengan cakrawala. Namun, warna tersebut tidak berkaitan langsung dengan istilah Pink Moon itu sendiri.

Selain memiliki makna budaya, Pink Moon juga kerap dikaitkan dengan tradisi keagamaan. Dalam kalender Kristen, bulan purnama di bulan April sering menjadi acuan untuk menentukan tanggal Paskah, yang dirayakan pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama tersebut.

Fenomena Pink Moon dapat disaksikan dengan mata telanjang tanpa memerlukan alat khusus. Namun, penggunaan teropong atau teleskop dapat membantu pengamat melihat detail permukaan Bulan, seperti kawah dan dataran gelap yang dikenal sebagai maria.

Para astronom mengingatkan masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh klaim berlebihan yang kerap beredar di media sosial, seperti anggapan bahwa Pink Moon membawa dampak khusus terhadap kondisi emosional atau peristiwa alam tertentu. Hingga kini, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.

Kendati demikian, Pink Moon tetap menjadi momen menarik bagi masyarakat untuk menikmati keindahan langit malam sekaligus meningkatkan minat terhadap ilmu astronomi. Fenomena ini juga menjadi pengingat akan keterkaitan antara pergerakan benda langit, tradisi budaya, dan kehidupan manusia sejak ribuan tahun lalu.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: astronomifenomena langitpink moon
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Penumpang kereta api padat di awal 2026

Daop 7 Madiun Catat 3 Juta Penumpang di Awal 2026, Kereta Jadi Solusi Tekan Emisi Karbon

Bunga blue poppy berwarna biru langit mekar di pegunungan Himalaya

Saking Indahnya Blue Poppy Sempat Dianggap Mitos, Ini Fakta Ilmiah di Baliknya

RA Kartini tokoh emansipasi perempuan Indonesia

Kritik Kartini terhadap Poligami: Suara Perempuan Jawa yang Mengguncang Zaman

  • Jatmiko Dwijo Saputro adik Gatut Sunu saat memberikan pernyataan terkait pemeriksaan KPK di Tulungagung

    Adik Gatut Sunu Akhirnya Angkat Bicara: Saya Jaga Jarak Sejak Awal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Kediri Tak Punya Strategi Lanjutkan Proyek Alun-alun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ponorogo dan Panggilan Sejarah: Dari Daerah Agraris Menuju Penyangga Kedaulatan Pangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemblokiran TPA Klotok Picu Krisis Sampah di Kota Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In