• Login
Bacaini.id
Friday, May 15, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Fantastis! Permak Wajah Alun-alun Tugu Malang Telan Rp6,6 M

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
4 October 2023 15:48
Durasi baca: 2 menit
Permak wajah Alun-alun Tugu Kota Malang telan Rp 6,6 miliar. (foto/A.Ulul/Bacaini)

Permak wajah Alun-alun Tugu Kota Malang telan Rp 6,6 miliar. (foto/A.Ulul/Bacaini)

Bacaini.id, MALANG – Alun-alun Tugu Kota Malang Jawa Timur memiliki wajah baru yang tidak lagi dikelilingi pagar tembok yang menyerupai batu.

Hanya untuk mengembalikan wajah Alun-alun Tugu pada nuansa masa silam, Pemkot Malang menghabiskan anggaran Rp 6,6 miliar.

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Laode Al Fitra mengatakan jika penataan kawasan Alun-alun Tugu Malang telah rampung dan sudah bisa dinikmati oleh publik.

“Harapannya dengan penataan ini dapat kembali mendongkrak daya tarik pariwisata di Kota Malang,” turut Laode kepada wartawan Rabu (4/10/2023). 

Malang merupakan salah satu kawasan yang banyak menyimpan cerita sejarah. Pada masa kolonial Belanda, Kota Malang pernah memiliki semboyan atau tagline Nominor Sursum Moveor yang berarti Malang Namaku Maju Tujuanku.

Saat itu Kotapraja Malang memakai lambang singa dan mahkota. Atas keputusan DPRD, pada tahun 1964 semboyan itu diubah menjadi Malang Kuca Icwara atau dibaca Malangkuceswara yang artinya Tuhan menghancurkan yang batil.

Pemkot Malang belum lama ini bersemangat untuk mengembalikan masa silam. Sejumlah tempat ditata sebagai kawasan heritage. Salah satunya adalah Alun-alun Tugu Malang.

Penataan ulang kawasan Tugu Kota Malang dimulai sejak Juli 2023 lalu. Adanya tambahan lampu taman yang senada dengan kawasan Kayutangan Heritage, menjadi sesuatu yang mencolok. 

Padahal keberadaan lampu taman sempat menuai kontroversi karena dinilai publik menghilangkan kesan sejarah Kota Malang. Lampu taman yang ada dinilai mengekor penataan kawasan Malioboro Yogyakarta.

Penataan ulang di kawasan Alun-alun Tugu Malang juga menyentuh pagar kolam, pedestrian, jogging track, sistem drainase hingga air mancur.

Menurut Laode, penataan Alun-alun Tugu Malang diakui mengacu pada penatan kawasan heritage di bilangan Kayutangan. “Dengan begitu, konektivitas antar dua wilayah bersejarah ini kembali menyambung,” terangnya. 

Wali Kota Malang Sutiaji yang kini telah purna turut angkat bicara. Penataan ulang Alun-Alun Tugu kata dia memang untuk mengembalikan desain bangunan seperti awalnya, yakni tidak berpagar.

Adanya pagar hanya memunculkan kesan eksklusif. Sementara Alun-alun merupakan ruang publik. “Jadi kita kembali pertegas bahwa itu merupakan ruang publik yang terbuka,” katanya.

Penulis: A.Ulul

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: alun-alun tugukayutangan heritage kota malangMalangpermakwajah kota
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi telur yang disebut dapat membantu menurunkan risiko penyakit Alzheimer dan menjaga kesehatan otak

Rutin Konsumsi Telur Disebut Turunkan Risiko Alzheimer hingga 27%

Satgas Etik UNU Blitar menangani kasus dugaan pelecehan seksual dosen terhadap mahasiswi

Dosen UNU Blitar Diduga Lecehkan 15 Mahasiswi, Terancam Pidana

Suasana Desa Kalachi di Kazakhstan yang pernah mengalami wabah tidur misterius akibat dugaan gas beracun dari bekas tambang uranium

Wabah Tidur Misterius di Desa Kalachi Kazakhstan, Ratusan Warga Tertidur Berhari-hari

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In