• Login
Bacaini.id
Sunday, May 3, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Profil Fadia Arafiq yang Terjaring OTT KPK, Kasus Outsourcing Guncang Bupati Pekalongan

Karier politik Bupati Pekalongan itu mendadak terhenti setelah KPK menjeratnya sebagai tersangka kasus korupsi proyek outsourcing bernilai puluhan miliar rupiah

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
5 March 2026 11:05
Durasi baca: 4 menit
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengenakan rompi tahanan KPK setelah terjaring OTT kasus korupsi proyek outsourcing

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terjaring OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dugaan korupsi proyek outsourcing yang melibatkan perusahaan keluarganya (foto/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI – Nama Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, sedang menjadi sorotan publik setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa, 3 Maret 2026 lalu.

Mantan penyanyi dangdut yang terkenal lewat lagu Cik cik Bum bum ini ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi pengadaan barang dan jasa, khususnya proyek outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Berangkat dari dunia hiburan yang ‘terkarbit’ sebagai politisi, Fadia menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan (2011–2016) sebelum akhirnya terpilih sebagai Bupati Pekalongan periode 2021–2026. Ia juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan.

Baca Juga:

  • KPK Tangkap Wali Kota Madiun Maidi dalam OTT, Sita Uang Tunai Ratusan Juta
  • OTT KPK Terhadap Bupati Ponorogo Terkait Mutasi Jabatan?

Profil Fadia Arafiq: Karir Politik Moncer di Pekalongan

Lahir dengan nama Laila Fathiah pada 23 Mei 1978, Fadia merupakan putri dari pedangdut legendaris A. Rafiq. Sebelum terjun ke politik, ia juga dikenal sebagai penyanyi dangdut dengan lagu populer ‘Cik Cik Bum Bum’.

Fadia Arafiq menempuh pendidikan dasar di Jakarta sebelum akhirnya menyelesaikan jenjang pendidikan tinggi hingga gelar Doktor di Semarang. 

Fadia mendapatkan gelar S1 dari Universitas Abadi Karya Indonesia (AKI) Semarang, dan lulus tahun 2013 dengan gelar Sarjana Manajemen. Kemudian ia melanjutkan S2 di Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang, lulus tahun 2015 dengan jurusan sama.

Di tengah kesibukannya di dunia politik, Fadia meraih gelar doktornya dari Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang pada September 2024 dengan disertasi mengenai tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance).

Karir politiknya dimulai ketika maju dalam Pilkada Pekalongan 2011 sebagai pendamping Amat Antono. Popularitasnya sebagai penyanyi dangdut menjadi modal sosial yang besar untuk menarik simpati pemilih.

Setelah masa jabatannya sebagai Wakil Bupati berakhir, ia tidak langsung berhenti. Fadia justru memperkuat posisinya di internal partai dengan menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan sejak tahun 2016.

Karier yang dimulai dari posisi wakil bupati dan berlanjut sebagai Ketua DPD Partai Golkar, menjadi pijakan kuat Fadia untuk akhirnya memenangkan kursi Bupati Pekalongan pada periode berikutnya (2021–2026).

Kena OTT KPK Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa

3 Maret 2026 menjadi titik balik perjalanan karir Fadia Arafiq sebagai politisi. KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap Fadia saat ia sedang mengisi daya kendaraannya di sebuah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di wilayah Semarang.

Meski KPK menyatakan ia ditangkap di SPKLU, Fadia sempat memberikan pengakuan kepada media bahwa ia ditangkap di rumahnya saat sedang bersama Gubernur Jawa Tengah. Namun, keterangan ini telah dibantah oleh pihak KPK. 

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan Fadia bersama beberapa orang dekatnya: ajudan pribadi, satu orang kepercayaannya.

Secara total, KPK membawa 14 orang pejabat pemerintah Kabupaten Pekalongan ke Jakarta untuk diperiksa, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Pekalongan, M. Yulian Akbar, dan sejumlah ASN lainnya.

Fadia resmi ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam kasus korupsi proyek outsourcing atau pengadaan barang dan jasa yang melibatkan perusahaan keluarganya.

KPK mengungkapkan adanya dominasi proyek oleh perusahaan milik keluarga bupati (PT RMD), dengan total transaksi yang masuk mencapai Rp46 miliar sepanjang 2023–2026.

Dalam keterangan KPK, ia kini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK hingga setidaknya 23 Maret 2026 untuk penyidikan lebih lanjut.

Saat di Gedung Merah Putih KPK dengan mengenakan rompi oranye, menutupi wajah dengan kerudung panjang, Fadia sempat membantah dirinya terkena OTT dan mengeklaim tidak melakukan kesalahan. 

Masyarakat pun menyoroti laporan harta kekayaan Fadia yang meningkat tajam semenjak menjadi politisi di Pekalongan.

Saat memulai karier pejabat publiknya pada Februari 2011, ia melaporkan kekayaan sebesar Rp26,1 miliar, yang saat itu sudah didominasi oleh aset tanah di Bogor dan Jakarta. Kini, berdasarkan laporan terakhir, ia memiliki kekayaan mencapai Rp85,6 miliar. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: fadia arafiq
Via: bupati pekalongan
Tags: bupati pekalonganfadia arafiqkasus outsourcingkorupsi kepala daerahKPKOTT KPKpekalongan
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia dengan simbol kebebasan berekspresi dan aktivitas jurnalis

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Tema Perdamaian hingga Tantangan Kebebasan Media di Indonesia

Hamparan bunga liar berwarna-warni di Namaqualand saat musim semi

Wisata Bunga Liar Mendunia: Alternatif Selain Sakura, Ini Destinasi Terbaiknya

Ilustrasi Gojek. Foto: istimewa

Pemerintah Tetapkan Aturan Baru Gojek-Grab, Ini Perhitungannya

  • Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

    Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In