Bacaini.id, TRENGGALEK – Upaya mempercantik destinasi wisata di Kabupaten Trenggalek harus menunggu sedikit lebih lama. Rencana revitalisasi empat lokasi wisata yang semula dijadwalkan pada 2026 kini digeser ke 2027 karena sejumlah persyaratan pelaksanaan belum terpenuhi.
Meski tertunda, harapan untuk menghadirkan wajah baru destinasi wisata unggulan tetap dipertahankan.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek memastikan lokasi dan konsep utama revitalisasi tidak berubah, termasuk rencana pembiayaan yang bersumber dari pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek, Tony Widianto, mengatakan penundaan dilakukan agar persyaratan yang dibutuhkan dapat dipenuhi sebelum pekerjaan dilaksanakan.
“Untuk revitalisasi destinasi wisata yang akan kita laksanakan itu masih tetap sama konsepnya dengan rencana tahun ini. Karena ada persyaratan yang belum bisa tercukupi di tahun 2026, pelaksanaannya digeser atau ditunda ke tahun 2027,” ujar Tony.
Empat destinasi yang masuk dalam rencana pembenahan tersebut yakni Goa Lowo, Pantai Prigi 360, Pantai Karanggongso, dan Hutan Kota.
Berdasarkan data yang dihimpun, revitalisasi Goa Lowo direncanakan menelan anggaran sekitar Rp5 miliar.
Pantai Prigi 360 mendapat alokasi sekitar Rp3 miliar, Pantai Karanggongso Rp2 miliar, sedangkan Hutan Kota sekitar Rp1,9 miliar.
Jika seluruh rencana tersebut terealisasi, total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp11,9 miliar.
Menurut Tony, pembenahan tidak semata-mata bertujuan mempercantik tampilan kawasan wisata. Perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan selama masa pemanfaatan juga menjadi bagian penting dari program tersebut.
“Jadi tidak hanya untuk menambah daya tarik wisata saja, tetapi termasuk pemeliharaan yang cukup berat, yang mungkin biayanya cukup tinggi, juga akan kita prioritaskan,” jelasnya.
Penyempurnaan desain, estetika, serta prasarana pendukung masih dimungkinkan untuk menyesuaikan kebutuhan masing-masing destinasi.
Dengan begitu, anggaran diharapkan dapat menjawab persoalan fasilitas sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Pemerintah daerah menargetkan pembenahan tersebut mampu mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
Namun, realisasi program masih bergantung pada kesiapan persyaratan dan pembiayaan. Tony menyebut pinjaman menjadi sumber utama yang sementara difokuskan untuk mendukung revitalisasi pada 2027.
Kini, empat destinasi tersebut masih menunggu giliran untuk berbenah. Harapannya, penundaan ini menjadi kesempatan mematangkan persiapan agar pembenahan wisata Trenggalek nantinya lebih optimal dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.(abi/adv)




