• Login
Bacaini.id
Wednesday, February 4, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Dongeng Asal Usul Banyuwangi Ini Bikin Terharu

ditulis oleh
21 March 2022 15:49
Durasi baca: 3 menit
Ikon Banyuwangi. Foto:feedme.id

Ikon Banyuwangi. Foto:feedme.id

Bacaini.id, BANYUWANGI – Alkisah pada zaman dulu terdapat sebuah kerajaan besar yang dipimpin raja adil dan bijaksana. Raja itu memiliki putra bernama Raden Banterang. Seorang yang gagah, tampan, dan baik hati.

Raden Banterang diceritakan gemar berburu ke dalam hutan. Didampingi para pengawalnya, dia bisa masuk ke dalam hutan hingga berhari-hari untuk berburu kijang.

Pada suatu ketika Raden Banterang melihat seekor kijang dan mengejarnya. Karena larinya terlalu cepat, dia terpisah dari pasukannya. Raden Bentarang masuk ke tengah belantara.

Saat tersesat di dalam hutan, Raden Banterang melihat sebuah sungai yang jernih. Dia turun dari kudanya dan meminum air tersebut. Tiba-tiba sesosok gadis cantik muncul.

Raden Banterang kaget. Dia tidak menduga ada wanita cantik di dalam hutan. Dengan sedikit takut, Raden Banterang bertanya pada gadis itu. “Siapa namamu? Kenapa engkau di dalam hutan ini,” tanyanya.

“Namaku Surti, aku berasal dari Kerajaan Klungkung. Aku di dalam hutan ini untuk menyelamatkan diri dari kejaran musuh yang telah membunuh ayahku,” kata gadis itu.

Mendengar cerita itu, Raden Banterang merasa kasihan dan mengajaknya pulang ke istana. Karena kecantikannya, Raden Banterang pun menikahinya.

Hingga suatu hari Putri Surti berjalan-jalan keluar istana. Dia bosan setelah ditinggal suaminya berburu ke dalam hutan.

Di tengah jalan Putri Surti mendengar suara seseorang yang memanggilnya. Spontan dia mencari sumber suara itu dan mendapati seorang pria berpakaian compang camping di jalan.

Namun setelah diperhatikan dengan teliti, dia terkejut bukan kepalang. Ternyata pria yang mirip pengemis itu adalah kakak kandungnya bernama Rupaksa.

Begitu mendengar kabar adiknya menikah dengan seorang pangeran, Rupaksa mendatanginya. Dia mengajak Putri Surti untuk membalas dendam atas kematian ayah mereka. Dan betapa kagetnya Putri Surti saat mengetahui siapa pembunuh ayahnya. “Suamimu lah yang telah membunuh ayah kita,” kata Rupaksa.

Karena telah mengikat janji setia kepada Raden Banterang, Surti menolak permintaan kakaknya untuk membunuh suaminya. Dia ingin tetap mengabdi sebagai istri kepada Raden Banterang.

Mendapat penolakan itu, Rupaksa memberikan ikat kepala kepada Surti, dan meminta menaruk di bawah bantal. Hal itu disanggupi Surti yang segera kembali ke istana. Dia memenuhi janjinya meletakkan ikat kepala di bawah bantal.

Waktu demi waktu berlalu. Raden Banterang tidak mengetahui pertemuan istri dan kakaknya.

Sampai pada suatu ketika Raden Banterang kembali berburu ke dalam hutan. Namun kali ini perjalanannya dihentikan oleh seorang pria berpakaian compang camping yang tak lain adalah Rupaksa.

Kepada Raden Banterang, Rupaksa mengatakan jika Surti memiliki niat untuk membunuh Raden Banterang. Sebagai bukti atas ucapannya, dia meminta Raden Banterang memeriksa di bawah bantal istrinya. “Dia menyimpan ikat kepala milik seseorang yang diminta membunuh Tuan,” kata Rupaksa.

Mendengar hal itu, Raden Banterang bergegas kembali ke istana. Dia segera memeriksa tempat tidur istrinya dan menemukan ikat kepala yang disampaikan Rupaksa. Saat itu juga Raden Banterang murka dan menyeret istrinya ke sebuah sungai yang keruh. Dia bermaksud menenggelamkan istrinya di dasar sungai.

Mengetahui alasan suaminya murka, Surti menjelaskan percakapannya dengan Rupaksa yang sebenarnya. Dia juga bersumpah untuk tetap setia kepada Raden Banterang hingga akhir hayat. Sayangnya penjelasan itu tak didengar Raden Banterang yang terlanjur murka.

Dengan pasrah, Surti menyerahkan hidupnya kepada Raden Banterang. “Suamiku, jika nanti setelah kematianku air sungai ini menjadi jernih dan berbau harum, berarti aku tidak bersalah. Namun jika aku berniat mencelakaimu, air sungai ini akan tetap keruh dan berbau busuk,” pesan Surti sambil menangis.

Raden Banterang yang tetap menganggap istrinya berbohong benar-benar menenggelamkan istrinya ke sungai. Dia juga mengambil keris dan menusukkan ke tubuh istrinya hingga bersimbah darah. Mayat Surti dibiarkan hanyut dibawa arus sungai.

Sesaat kemudian keajaiban terjadi. Air sungai yang keruh berubah menjadi jernih. Demikian bau busuk yang menyengat berubah menjadi harum. Seketika Raden Banterang menyesal dan menangis menyesali perbuatannya.

Sejak itu daerah tersebut dinamakan sebagai Banyuwangi yang bermakna banyu=air dan wangi=harum.*

Penulis: HTW
*)Diolah dari berbagai sumber

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: banyuwangicerita rakyatlegenda
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi kasus suami aniaya istri hingga tewas di Blitar

Makan Malam Jadi Pemicu, Istri di Blitar Tewas Dianiaya Suami

Rumah warga rusak akibat banjir dan cuaca ekstrem di Tulungagung Jawa Timur

Cuaca Ekstrem Menggila, Tulungagung Dihantam Banjir hingga Longsor, Rugi Rp600 Juta

Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

  • Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

    Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bacaan Doa Buka Puasa Nisfu Syaban 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KEN 2026 Jawa Timur: Kediri, Blitar, Tulungagung Gugur, Trenggalek Melaju

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In