• Login
Bacaini.id
Friday, February 13, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Diproduksi Secara Modern, Tahu GTT Lebih Higienis

ditulis oleh
7 September 2021 15:11
Durasi baca: 2 menit
Tahu merek GTT asli Kediri. Foto: Bacaini/Tiza

Tahu merek GTT asli Kediri. Foto: Bacaini/Tiza

Bacaini.id, KEDIRI – Seorang pengusaha tahu di Kediri sukses memanfaatkan teknologi dalam membuat tahu. Dengan mekanisasi ini, pembuatan tahu tak lagi dilakukan secara konvensional dan lebih higienis.

Pemanfaatan teknologi modern ini dilakukan Gatot Siswanto, pemilik rumah produksi tahu merek Gudangnya Tahu Takwa (GTT) di Dusun Besuk, Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Dengan pralatan yang dirancang, produksi tahu bisa menghemat tenaga kerja dan menekan biaya. “Kapasitas produksi juga berkali lipat,” kata Gatot Siswanto kepada Bacaini.id, Selasa, 7 September 2021.

Alih-alih memesan alat dari pabrik, Gatot merakitnya sendiri secara otodidak. Ide pembuatan mesin pembuat tahu ini muncul ketika Gatot kewalahan menerima banyaknya pesanan tahu. Pengusaha ini berpikir keras bagaimana membuat alat yang bisa meningkatkan kapasitas produksi, namun tidak membuang banyak biaya.

Setelah melalui banyak percobaan, Gatot akhirnya menemukan rakitan mesin yang ideal. Alat ini terdiri dari boiler, mesin penggilingan berbagai ukuran, bejana pembibitan berbentuk drum, dan alat cetak tahu berbahan stainless.

  • Mesin pembuatan tahu milik GTT. Foto: Bacaini/Tiza

Keberadaan mesin boiler atau ketel uap ini sangat menghemat waktu dibandingkan mengolah tahu dengan cara manual. Alat ini mengubah energi air menjadi uap dengan cara pemanasan.

“Jika menggunakan metode manual bisa menghasilkan 24 resep dalam 6 jam, mesin boiler bisa menghasilkan 40-60 resep. Perbandingannya manual 30 persen sedangkan boiler 70 persen. Biayanya juga lebih rendah,” kata Gatot.

Selain itu, penggunaan mesin dalam produksi tahu juga lebih higienis karena dibuat dari bahan stainless.

Kini tak hanya sukses menciptakan mesin pembuat tahu, Gatot juga telah menjual mesinnya ke sejumlah produsen tahu tanah air. Seperti Nganjuk, Kalimantan, dan NTB. Untuk mesin penyedotan dihargai Rp 1.800.000, mesin penyaringan Rp 10.000.000, mesin penggilingan mulai Rp 2.000.000, sedangkan cetakan tahu seharga Rp 1.100.000 tergantung ukuran.

Pemanfaatan mesin ini, menurut Gatot, tak bisa dihindari. Sebab makin hari ketersediaan tenaga kerja manusia juga berkurang. Saat ini terdapat 50 karyawan yang bekerja di rumah produksi GTT.

Selain produksinya yang modern, pengemasan tahu GTT juga rapi dan menarik. Tahu dikemas dalam plastik isi 10 buah dengan harga murah. Tahu takwa dibanderol Rp 12.000 (isi 10 buah), tahu pong Rp 2.500, tahu susu Rp 4000, tahu bulat Rp 3.500, dan tahu stik Rp 11.000.

Penulis: Tiza Seftiana
Editor: HTW

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Comments 1

  1. Pingback: Inovasi Modern untuk Produksi Tahu Yang Lebih Efisien - TASUDO | MESIN PEMBUAT TAHU OTOMATIS TANPA LIMBAH

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pendamping hukum Revolutionary Law Firm menyampaikan ultimatum kepada Perhutani dalam audiensi soal hak kelola hutan di Blitar

Bukan Forum Basa-basi! Warga Blitar Kepung Perhutani, Ultimatum Soal Hak Kelola KHDPK

Penukaran uang baru Lebaran 2026 di layanan BI

Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Dibuka, Ini Jadwal dan Cara Daftar Online

Perempuan di Trenggalek melaporkan mertuanya ke polisi atas dugaan penganiayaan

Viral Menantu Polisikan Mertua di Trenggalek, Korban Minta Kasus Tetap Diproses Hukum

  • Bupati Trenggalek melepas 9 pemuda yang akan belajar Pertahanan dan AI di Korea Selatan

    Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In