• Login
Bacaini.id
Friday, June 12, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Dipastikan Bukan AI, Ini Penampakan Blue Dragon yang Berbahaya

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
23 March 2025 13:18
Durasi baca: 2 menit
Dipastikan Bukan AI, Ini Penampakan Blue Dragon yang Berbahaya (foto/Sydney Dives)

Dipastikan Bukan AI, Ini Penampakan Blue Dragon yang Berbahaya (foto/Sydney Dives)

Bacaini.ID, KEDIRI – Artificial intelligence (AI) membuat semua orang semakin kreatif menuangkan imajinasinya. Beberapa kreasi menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Namun tak sedikit yang memanfaatkan AI hanya untuk kepentingan konten yang tidak bertanggung jawab, memberi informasi palsu dan bahkan menyesatkan.

Banyak konten di media sosial yang menampilkan hewan-hewan aneh yang diklaim asli, namun nyatanya rekaan AI semata.

Hewan satu ini juga sangat mirip dengan hewan imajinasi hasil AI. Namun jangan salah, ini adalah hewan asli dan keberadaannya diakui oleh sains.

Glaucus Atlanticus atau Blue Dragon dikenal sebagai siput laut naga biru. Hewan ini merupakan spesies siput laut kecil yang memiliki warna biru.

Siput laut naga biru bersifat pelagis, yaitu hidup mengapung antara dasar laut dan permukaan. Pelagis dikenal sebagai perenang handal.

Siput laut naga biru diperkirakan berada di seluruh lautan di dunia, terutama perwira beriklim sedang dan tropis.

Walaupun bentuknya menarik, siput laut naga biru memiliki kemampuan menyengat sebagai pertahanan alami terhadap serangan predator.

Bagi manusia, sengatan hewan kecil ini sangat menyakitkan dan berpotensi bahaya.

Sengatan makhluk kecil ini dapat menyebabkan mual, nyeri, muntah, dermatitis kontak alergi akut, eritema, papula urtikaria, potensi pembentukan vesikel, dan hiperpigmentasi pasca inflamasi.

Jadi, berhati-hati jika menemukan dragon blue yang terdampar di pantai. 

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: aiAnimalBlue dragonhewan berbahayahewan unikikan cupangpenampakanrekayasa AI
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Mohammad Rifai Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar periode 2026–2031

Rifai Terpilih Ketua PKB Kabupaten Blitar 2026–2031 Kalahkan Gus Tamim

Tampilan aplikasi Access by KAI dengan fitur baru pemesanan tiket kereta api

Access by KAI Tambah Fitur Baru, Pesan Tiket Kereta Lebih Cepat

Ilustrasi Gen Z melakukan job hopping karena mencari match quality dan kesehatan mental di tempat kerja

Gen Z Sering Resign Bukan Karena Malas, Ini Penjelasan Match Quality

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In