• Login
Bacaini.id
Saturday, February 14, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Dihajar Pandemi, Warga Kediri Ramai-ramai Gadaikan Barang

ditulis oleh
5 January 2021 18:45
Durasi baca: 2 menit
Antri Nasabah Pegadaian (Foto: Bacaini.id/Novira Kharisma)

Antri Nasabah Pegadaian (Foto: Bacaini.id/Novira Kharisma)

KEDIRI – Pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Maret 2020 menyebabkan beberapa sektor perekonomian melemah. Akibatnya banyak masyarakat Kota Kediri yang menggadaikan barangnya di Cabang Pegadaian Kediri.

Kepala Pemasaran, Cabang PT Pegadaian Kediri, Elya Agus Rahmawati mengatakan, peningkatan jumlah nasabah selama masa pandemi ini mencapai 20 persen. Menurutnya, banyak masyarakat yang membutuhkan dana dan datang ke pegadaian membawa barang yang tentunya memiliki nilai ekonomis. “Jika sebelum masa pandemi jumlah nasabah sekitar 60.000, saat ini naik kurang lebih sekitar 80.000 orang,” jelas Elya kepada Bacaini.id, Selasa, 05 Januari 2021.

Nasabah yang datang pun juga berasal dari beberapa kalangan, mulai dari petani, pedagang, pengusaha hingga Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jumlah nasabah yang datang per hari rata-rata sekitar 30 orang yang tidak hanya melakukan transaksi gadai, tetapi juga untuk perpanjangan kredit dan juga take over kredit atau ambil alih kredit. “Kalau ASN biasanya datang untuk program baru kami, sejenis investasi, namanya tabungan emas,” imbuh Elya.

baca ini : Selama Covid 1.650 Warga Kota Kediri Jatuh Miskin

Sedangkan dari beberapa kalangan tersebut, Elya mengungkap yang paling dominan datang ke pegadaian untuk menggadaikan barang pribadi adalah ibu-ibu. Menurutnya, sudah pada umumnya jika kaum ibu sebagai pengelola keuangan dalam rumah tangga datang ke pegadaian.

Untuk barang yang dibawa ibu-ibu yang dikatakan oleh Elya, biasanya berupa perhiasan. Sedangkan diluar itu, barang lain yang biasa digadaikan adalah barang-barang gudang seperti televisi, sepeda ontel sampai sepeda motor.

Elya mengatakan, untuk nominal yang bisa dicairkan tidak tanggung-tanggung mencapai jumlah yang besar hingga ratusan juta rupiah. “Tergantung dari nilai barang yang mereka bawa, perhiasan seperti cincin satu gram juga bisa kami layani,” ucapnya.

Lebih lanjut Elya mengungkap alasan masyarakat yang datang menggadaikan barang pribadinya adalah untuk perekonomian sehari-hari dan untuk biaya pendidikan.

Pada masa pandemi ini masyarakat memang mengalami kesulitan ekonomi. Sehingga untuk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan mendadak terkadang masyarakat mengalami kebingungan dan terpaksa menggadaikan barang pribadi.

Selain menggadaikan barang, mereka tidak memiliki alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan, apalagi jika kebutuhan tersebut mendadak. “Pegadaian menjadi solusi tercepat, selain itu karena dijual sayang, istilah biasanya disekolahkan dulu lah,” kata Elya.

Solusi cepat yang dikatakan karena memang dalam proses pelayanan dalam penggadaian barang bisa langsung cair hanya dengan durasi singkat sekitar 15 menit. Selain itu bunga untuk gadai hanya 1,2 persen selama empat bulan pertama.

“Masyarakat masih percaya dengan pelayanan pegadaian, sampai saat ini adanya barang yang tidak diambil kembali juga sangat rendah, hanya sekitar satu persen, jadi memang komitmen kami kuat karena kemudahan yang juga kami berikan,” tutup Elya.

Penulis : Novira Kharisma
Editor : Karebet

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: berita kota kediripandemi covid
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Jalan Dhoho Kediri tertutup abu vulkanik Kelud

Nostalgia Erupsi Kelud 2014: Malam Mencekam, Kediri Lumpuh, Yogyakarta Gelap

Pendamping hukum Revolutionary Law Firm menyampaikan ultimatum kepada Perhutani dalam audiensi soal hak kelola hutan di Blitar

Bukan Forum Basa-basi! Warga Blitar Kepung Perhutani, Ultimatum Soal Hak Kelola KHDPK

Penukaran uang baru Lebaran 2026 di layanan BI

Penukaran Uang Baru Lebaran 2026 Dibuka, Ini Jadwal dan Cara Daftar Online

  • Bupati Trenggalek melepas 9 pemuda yang akan belajar Pertahanan dan AI di Korea Selatan

    Dari Desa ke Korea, 9 Pemuda Trenggalek Belajar Pertahanan dan AI Tanpa Biaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Asal Makan Hasil Laut, Kenali 3 Kepiting Beracun yang Ada di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sleman Viral Lagi! Lawan Klitih Berujung Penjara 10 Tahun dan Denda 1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In