Bacaini.ID, KEDIRI – Sejumlah sumur warga di Desa Ploso Lor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri berwarna hitam pekat dan berbau busuk. Diduga air sumur ini tercemar limbah pabrik gula yang berada di dekat permukiman.
Akibat pencemaran itu, warga kesulitan mendapat air bersih. Untuk kebutuhan memasak, mereka terpaksa membeli air galon atau meminta dari warga lain yang tidak terdampak.
Jumlah sumur yang tercemar ini mencapai belasan. Warga menduga air mereka tercampur limbah sisa pemrosesan tebu (belotong). “Kondisi ini sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir,” keluh Sugiono kepada Bacaini.ID, Jumat, 4 Maret 2025.
Ia mengatakan, pada Januari 2025 air sumur berubah menjadi kuning keruh dan berminyak. Namun seiring tingginya curah hujan, limbah belotong yang berada di depan rumahnya mengendap dan masuk ke sumur.
Akibat kondisi ini air sumur miliknya tidak dapat digunakan lagi. “Sudah tidak bisa digunakan sejak dua bulan terakhir karena berwarna keruh kecoklatan seperti karat,” ungkapnya.
Kades Ploso Lor, Pujiyono mengatakan dirinya telah melaporkan ke Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup. Petugas juga telah melakukan pengambilan sampel untuk dilakukan uji laboratorium. “Dinas Kesehatan menyatakan air tidak layak dikonsumsi,” katanya.
Penulis: A.K. Jatmiko
Editor: Hari Tri Wasono