• Login
Bacaini.id
Wednesday, February 11, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Detik-detik Sunyi Sebelum Gempa, Jepang Sudah Diperingatkan

Bukan prediksi, Jepang mengandalkan teknologi Earthquake Early Warning yang mendeteksi gempa sebelum guncangan kuat terjadi

ditulis oleh Editor
6 February 2026 11:59
Durasi baca: 4 menit
Ilustrasi sistem peringatan dini gempa Jepang sebelum guncangan terjadi

Sistem Earthquake Early Warning (EEW) Jepang mendeteksi gempa dalam hitungan detik sebelum guncangan kuat terasa (foto/ist)

Bacaini.ID, KEDIRI — Gempa yang terjadi di Jepang bisa diketahui sebelum guncangannya terasa. Jepang mengandalkan sistem Earthquake Early Warning (EEW) untuk mendeteksi gempa.

Bukan prediksi atau ramalan, melainkan teknologi canggih. Apa itu? Sebuah teknologi peringatan dini gempa yang bekerja dengan membaca sinyal awal gempa bumi sebelum guncangan kuat mencapai permukaan.

Beberapa detik sebelum gempa terasa, layar televisi mendadak menampilkan peringatan, ponsel warga di Jepang berbunyi nyaring, dan siaran langsung terhenti. Fenomena ini kerap terlihat di Jepang dan banyak ditemukan di media sosial.

Baca Juga:

  • Gempa M 6,5 Guncang Pacitan Malam Jumat Wage, Getaran Terasa hingga Jatim–Jateng
  • Peringatan Tsunami Gempa Jepang M 7,5 Telah Dicabut

Banyak yang mengira Jepang mampu ‘memprediksi’ gempa bumi. Padahal teknologi yang digunakan sama sekali bukan ramalan, melainkan sistem deteksi supercepat berbasis sains. Sangat ilmiah.

Sistem ini telah menjadi bagian penting dari mitigasi bencana di negara yang berada di salah satu zona seismik paling aktif di dunia.

EEW tidak memberi tahu kapan gempa akan terjadi. Sistem ini justru bekerja ketika gempa sudah terjadi, namun gelombang perusaknya belum sampai ke wilayah padat penduduk.

Bukan Prediksi, Tapi Deteksi Gempa yang Lebih Cepat

Seperti yang beberapa saat lalu banyak dirasakan warga Jawa Timur, gempa awal terasa lebih pelan, sebelum datang gempa berikutnya yang getarannya lebih kencang.

Gempa bumi menghasilkan beberapa jenis gelombang seismik. Dua yang paling utama adalah gelombang P (primary wave) dan gelombang S (secondary wave).

Gelombang P bergerak paling cepat dan pertama kali dilepaskan dari pusat gempa, namun relatif lemah dan sering kali tidak dirasakan manusia.

Sebaliknya, gelombang S bergerak lebih lambat namun membawa energi yang menyebabkan guncangan kuat dan kerusakan.

Teknologi gempa Jepang mampu mendeteksi gelombang P dalam hitungan detik, lalu memanfaatkan selisih waktu kedatangan gelombang S untuk mengirim peringatan.

Selisih ini bisa berkisar antara beberapa detik hingga puluhan detik, tergantung jarak wilayah dari pusat gempa.

Dengan kata lain, peringatan muncul bukan karena Jepang tahu gempa akan terjadi, melainkan karena sistem mereka lebih cepat ‘merasakan’ gempa dibanding manusia.

Sistem EEW Jepang ditopang oleh jaringan sensor seismik yang sangat rapat. Japan Meteorological Agency (JMA) bersama National Research Institute for Earth Science and Disaster Resilience (NIED) mengoperasikan ribuan seismometer yang tersebar di seluruh daratan Jepang, bahkan hingga dasar laut.

Sensor-sensor ini terus memantau getaran tanah secara real time. Ketika gelombang P terdeteksi oleh beberapa sensor terdekat, data langsung dikirim ke pusat komputasi untuk dianalisis secara otomatis.

Sistem akan menghitung lokasi episentrum, estimasi magnitudo awal, serta potensi kekuatan guncangan di berbagai wilayah. Seluruh proses ini berlangsung sangat cepat, dalam skala detik hingga milidetik, tanpa campur tangan manusia.

Peringatan Otomatis ke TV, Ponsel, dan Infrastruktur Vital

Jika hasil perhitungan memenuhi ambang bahaya, sistem EEW secara otomatis mengirim peringatan ke publik. Notifikasi bisa muncul di televisi, radio, ponsel, papan informasi publik, hingga sistem transportasi.

Di Jepang, teknologi ini terhubung langsung dengan kereta cepat Shinkansen, lift gedung tinggi, dan fasilitas industri.

Kereta dapat melambat atau berhenti otomatis, lift berhenti di lantai terdekat, dan proses industri berisiko tinggi bisa dihentikan sementara sebelum guncangan kuat terjadi.

Walau hanya memberi waktu 5 hingga 30 detik, jeda singkat ini terbukti cukup untuk menyelamatkan banyak nyawa dan mengurangi dampak kerusakan.

Efektivitas EEW tidak hanya bergantung pada teknologi, namun uga konsistensi kebijakan dan kesiapan masyarakat. Jepang telah mengembangkan sistem ini selama puluhan tahun, didukung investasi besar, riset berkelanjutan, serta edukasi publik sejak dini.

Masyarakat Jepang juga terbiasa merespons peringatan gempa dengan cepat dan terlatih, sehingga peringatan beberapa detik pun memiliki dampak nyata. Tanpa kesiapan sosial, teknologi secanggih apa pun tidak akan optimal.

Sementara di Indonesia menurut BMKG, sistem peringatan dini guncangan gempa seperti Jepang masih dalam tahap pengembangan dan kajian.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: gempa jepang
Via: gempa
Tags: bacaini.idgempa bumijepangmitigasi bencanateknologi bencana
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Tanaman hias gantung menghiasi teras rumah sebagai tradisi mempercantik rumah jelang Ramadhan

Tradisi Percantik Rumah Jelang Ramadhan, Ini 4 Tanaman Gantung Paling Digemari

Sidang vonis kasus penganiayaan guru oleh suami anggota DPRD Trenggalek di Pengadilan Negeri Trenggalek

Suami DPRD Arogan Penganiaya Guru di Trenggalek Divonis 6 Bulan Penjara 

Puluhan siswa SD di Tulungagung dirawat akibat keracunan massal menu MBG

‘Tumbal’ MBG Kembali Berjatuhan, 24 Siswa SD di Tulungagung Keracunan Massal

  • Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

    Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramalan Shio Hari Ini 5 Februari 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In