Poin Penting:
- Massa Sobat MBG menggelar aksi damai di depan Pemkab Blitar dan meminta program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan
- Pendukung menyebut program MBG memberi manfaat gizi sekaligus membuka lapangan kerja melalui SPPG
- Pemkab Blitar mengungkap 107 SPPG sudah berjalan dan melayani ratusan ribu penerima manfaat
Bacaini.ID, BLITAR – Ratusan pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar aksi damai di depan Kantor Pemkab Blitar Jawa Timur, Kamis (18/6/2026). Massa yang mengatasnamakan Sobat MBG menilai program tersebut membawa manfaat ekonomi dan gizi sehingga harus tetap dilanjutkan.
BACA JUGA: Fenomena MBG, Dibenci Mahasiswa, Dicintai Pelajar Indonesia
Dukungan pengunjuk rasa diekspresikan dengan mengusung sejumlah poster yang menarik perhatian, seperti, ‘MBG Membantu Rakyat Kecil’, ‘Jangan Biarkan Ompreng Kami Jadi Kenangan’, ‘MBG Forever’ dan ‘Lanjutkan MBG’.
Dengan berpanas-panas, massa aksi damai meminta program MBG terus dilanjutkan, karena manfaatnya dinilai lebih besar ketimbang mudaratnya. MBG juga merupakan janji politik Presiden Prabowo Subianto yang sudah sewajarnya dilaksanakan.
“Yang terlibat dalam aksi damai mendukung program MBG terus berlanjut ini adalah para pekerja SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) atau bagian dari penerima manfaat,” ujar Jaka Prasetya selaku korlap aksi damai kepada wartawan Kamis (18/6/2026).
Massa Sebut MBG Bermanfaat bagi Rakyat Kecil
Dalam orasinya, Jaka Prasetya menuding mereka yang mendesak program MBG dihentikan adalah kelompok barisan sakit hati. Secara sarkas disebutnya di orasi sebagai ‘kaum bangsat’ dan musuh rakyat yang bisanya hanya nyinyir di media sosial, buta dengan realitas objektif manfaat MBG bagi rakyat.
Jaka menyerukan kepada para peserta aksi Sobat MBG Blitar Raya untuk menenggelamkan aksi para musuh rakyat tersebut di platform media sosial apapun. “Tenggelamkan para tukang nyinyir di media sosial,” seru Jaka Prasetya yang juga dikenal sebagai aktivis LSM Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI).

BACA JUGA: Luhut Sampaikan Dampak Program MBG ke Presiden Prabowo
Dalam aksi juga disinggung mengenai kandungan gizi program MBG yang telah distandarkan sesuai standar gizi nasional. Para penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah (siswa) bukan hanya kenyang, tapi juga akan berpengaruh pada pertumbuhan, yang itu akan terlihat 10-20 tahun mendatang.
“Dan masa depan anak-anak kita ini sekarang mau dihancurkan oleh kelompok sakit hati yang meminta program MBG dihentikan. Kalian rela masa depan anak-anak kita dihancurkan?,” teriak Jaka Prasetya.
Soroti Pengelolaan SPPG Pasca Kasus di BGN
Menyusul ditangkapnya tiga orang petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) karena diduga melakukan korupsi, Jaka Prasetya sepakat perlu ada koreksi pengelolaan SPPG di tingkat daerah, khususnya di Blitar Raya, khususnya lagi yang terindikasi bermasalah. Siapapun yang terbukti bersalah harus diusut tuntas.
Swantantio Hani Irawan alias Tiok menambahkan, siapapun yang meminta penghentian program MBG sama artinya ingin menggagalkan kesejahteraan rakyat, khususnya di Blitar Raya. Sebab faktanya ada 5.357 orang warga Kabupaten Blitar yang bekerja di 107 SPPG.
“Kalau program MBG dihentikan sama artinya dengan menggagalkan kesejahteraan rakyat Blitar,” tegas Tiok
Pemkab Blitar Klaim Komitmen Dukung Program MBG
Aksi damai Sobat MBG di bawah patung Bung Karno depan kantor Pemkab Blitar dihadiri oleh Asisten Pemerintahan Adi Andaka, yang mewakili Bupati Blitar Rijanto yang sedang menghadiri acara larung sesaji di Pantai Serang.
Adi Andaka mengatakan Pemkab sangat mengapresiasi pelaksanaan program MBG, yang itu ditunjukkan dengan membentuk satgas MBG hingga tingkat kecamatan. “Pak bupati mengapresiasi pelaksanaan program MBG,” katanya di depan massa.
BACA JUGA: Yang Dilakukan Pemkab Blitar Muluskan MBG: Standarisasi Keamanan Pangan
Saat ini di Kabupaten Blitar sudah berjalan sebanyak 107 SPPG dari jatah kuota 134 SPPG, dengan 11 SPPG di antaranya berstatus sedang disuspend. Juga 9 SPPG baru yang sedang menyusul beroperasi.
Menurut Adi Andaka, jumlah penerima manfaat program MBG di Kabupaten Blitar sebanyak 211.665 siswa dan 38.907 orang non siswa. Sedangkan jumlah warga yang bekerja di SPPG sebanyak 5.357 orang.
Belum lama ini Pemkab telah bertemu dengan kelompok UMKM untuk mensuport apa yang menjadi kebutuhan dari SPPG, termasuk memerintahkan dinas kesehatan dan dinas lingkungan hidup untuk menuntaskan persyaratan yang diperlukan.
“Ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Blitar,” pungkas Adi Andaka.
Penulis: Solichan Arif
BACA JUGA: Maklumat 26 KMNU Diluncurkan Jelang Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Kediri, ini Isinya dan artikel lainnya di Rubrik BACA




