• Login
Bacaini.id
Saturday, May 2, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Debat Pilbub Kediri, Mas Dhito Beberkan Rencana Pemerintahannya

ditulis oleh
2 December 2020 18:47
Durasi baca: 2 menit
Panggung debat publik ke 3 di Hotel Insumo  (Foto: bacaini.id/Novira Kharisma)

Panggung debat publik ke 3 di Hotel Insumo (Foto: bacaini.id/Novira Kharisma)

KEDIRI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri menggelar debat publik ketiga untuk kontestasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri 2020. Acara tersebut dilakukan di Hotel Insumo Palace, Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Selasa 1 Desember 2020 malam.

Dalam debat terakhir, tema yang diangkat adalah Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik. Pasangan Calon (Paslon) menanggapi beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh panelis yang hadir secara langsung. Salah satu yang disinggung adalah persoalan difabel dan juga efektifitas belajar daring.

Dalam kegiatan, debat Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan telah bertemu dan melakukan perbincangan dengan komunitas difabel Kabupaten Kediri. Menurut Dhito mereka penyandang disabilitas memiliki softskill yang baik. “Itu luar biasa dan tidak terduga, teman-teman difabel ada yang terampil dalam potong rambut, merias dan masih banyak lagi,” kata Dhito.

Dhito juga mengatakan, komunitas penyandang difabel yang ditemuinya memiliki kemampuan untuk menciptakan produk-produk UMKM yang berdaya saing. Bahkan bisa bersaing di tingkat Provinsi hingga Nasional. Walaupun mereka memiliki ke terbatasan, tetapi keterampilan mereka tidak kalah dengan mereka yang memiliki fisik sempurna.

Tidak hanya itu, putra Pramono Anung ini juga mengatakan diantara penyandang difabel itu ada beberapa yang memiliki kemampuan lebih dalam Teknologi Informasi (IT). “Maka saya tanya apa yang diharapkan teman-teman difabel untuk Kabupaten Kediri ke depannya,” lanjut Dhito.

Ternyata, apa yang dinyatakan para penyandang difabel adalah keinginan mereka untuk berkontribusi dan dilibatkan di dalam pemerintahan Kabupaten Kediri. Menanggapi hal tersebut Dhito mengatakan akan mengapresiasi harapan mereka dengan baik.

“Jika pada 9 Desember besok saya dan mbak diamanatkan, maka akan kami pastikan minimal dua persen dari kaum difabel akan kita pekerjakan di Pemkab Kediri,” tegasnya.

Sesuai tema yang diusung, selain mengapresiasi harapan penyandang difabel paslon Dhito Dewi juga akan memperbaiki sistem pendidikan. Di era digitalisasi masih ada beberapa daerah yang kesulitan sinyal. Hal itu tentu sangat berpengaruh dalam pendidikan secara daring saat ini.

Dhito mengatakan salah satu solusinya adalah memberdayakan guru kurir. “Guru kurir nantinya bisa mendatangi siswanya, nantinya akan kami minta untuk datang ke balai desa untuk memberikan modul dan melakukan pengajaran kepada pelajar,” kata Dhito.

Lebih dari itu, Dhito juga mengatakan akan membuat radio pendidikan yang nantinya akan melakukan kerjasama dengan balai monitoring di Surabaya. “Intinya, semua itu nanti akan kita rundingkan bagaimana caranya pendidikan bisa berjalan tanpa bingung sinyal,” pungkasnya.

Untuk diketahui, tim panelis yang dihadirkan KPU Kabupaten Kediri antara lain Dian Fericha (Akademisi), Kukuh Budi Mulya (Akademisi), Muflihul Hadi (Ombudsman RI Perwakilan Jatim), Iskandar Tsani (Akademisi), Yana S Hijri (Akademisi).(ADV)

Penulis : Novira Kharisma
Editor : Karebet

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: Debat Publik Pilbub Kediri
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Musik menjadi cara paling populer untuk meredakan stres menurut studi terbaru di Amerika Serikat (foto/ist)

Musik Linkin Park hingga Taylor Swift Jadi Pereda Stres, Ini Hasil Studinya

Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

Tradisi Sinongkelan di Desa Prambon Trenggalek dengan pertunjukan Grebeg Sinokel

Tradisi Sinongkelan Trenggalek, Jejak Pelarian Susuhunan Paku Buwono II di Bedah Kartasura

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In