• Login
Bacaini.id
Thursday, April 30, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Cuaca Buruk Penyebab Pesawat TNI AU Jatuh di Pasuruan, 3 Gugur dan 1 Hilang  

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
16 November 2023 20:31
Durasi baca: 2 menit
Cuaca Buruk Penyebab Pesawat TNI AU Jatuh di Pasuruan, 3 Gugur dan 1 Hilang . (foto:ist)

Cuaca Buruk Penyebab Pesawat TNI AU Jatuh di Pasuruan, 3 Gugur dan 1 Hilang . (foto:ist)

Bacaini.id, MALANG – Insiden jatuhnya pesawat Super Tucano milik TNI AU pada Kamis (16/11/2023) di kawasan Gunung Bromo, Pasuruan Jawa Timur dipastikan menelan korban jiwa.

Sebanyak 3 dari 4 awak pesawat Super Tucano yang mengalami kecelakaan dinyatakan gugur. Sementara satu awak hingga kini masih dalam pencarian.

Peristiwa jatuhnya pesawat latih itu terjadi usai lepas landas dari Lanud Abd Saleh Malang, Jawa Timur. Penyebab kecelakaan diduga faktor cuaca yang buruk.

Menurut keterangan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau), Marsekal Pertama Agung Sasongkojati dalam konferensi persnya Kamis petang (16/11/2023), ketiga awak pesawat yang dinyatakan meninggal dunia tersebut adalah Mayor Penerbang Yuda Seta, Kolonel Administrasi Widiono, dan Kolonel Penerbang Subhan.

Sementara satu korban yang belum ditemukan adalah Letkol Penerbang Sandhra Gunawan.

Agung menerangkan keempat awak pesawat ini terbagi dalam 2 pesawat berbeda. Letkol Sandhra dan Kolonel Widiono berada di pesawat TT-3111. Sementara Mayor Yuda dan Kolonel Subhan ada di pesawat TT-3103.

Terkait penyebab kecelakaan menurut Agung akibat faktor cuaca yang kurang baik. Agung menjelaskan jika mulanya 4 unit pesawat take off dari Lanud Abdurrahman Saleh pada pukul 10.50 WIB. 

“Mereka terdiri dari 8 orang dengan 4 pesawat latih ini melakukan latihan formasi melalui Area Alpha, Bravo, Charlie, dan Delta. Namun, pada sekitar 11.18 WIB, 2 pesawat TT-3111 dan TT-3103 kehilangan kontak,” ungkap Agung.

“Sebenarnya semua pesawat sudah kehilangan kontak, tapi pesawat lain berhasil mendarat kembali di Lanud. Memang ada faktor cuaca yang kurang baik,” tambahnya.

Pasca pendaratan itu, diketahui 2 pesawar TT-3111 dan TT-3103 terjatuh di kawasan utara Gunung Bromo, yakni tepatnya di wilayah Desa Keduwung. Usai informasi itu, pihaknya terjun ke lapangan untuk melakukan evakuasi. 

“Hingga saat ini hanya 3 jenazah korban yang ditemukan. Jenazah sudah dibawa ambulans ke hanggar Lanud,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, selepas konferensi pers, jenazah Letkol Penerbang Sandhra Gunawan sudah berhasil diketemukan. Namun terkait hal itu pihak TNI AU belum memberikan keterangan resmi.

Penulis: A.Ulul

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: cuaca burukgugurkecelakaan pesawatPesawat jatuhpesawat latihpesawat TNI AU
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

ETLE Handheld Tulungagung tilang elektronik menggunakan smartphone polisi

ETLE Handheld Berlaku di Tulungagung, Polisi Tilang Pelanggar Pakai Smartphone

Ilustrasi bayi tidur. Foto: unsplash

Begini Cara Menidurkan Anak Tanpa Diikat Seperti Daycare Yogyakarta

  • Letda Bintang Revolusi pembaretan Kopassus 2026 Nusakambangan

    Profil Letda Mohammad Bintang Revolusi, Perwira Muda Asal Blitar Pimpin Yel-Yel Pembaretan Kopassus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jembatan Cangar Kembali Jadi Lokasi Bunuh Diri, Efek Werther di Media Sosial Disorot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In