• Login
Bacaini.id
Monday, April 27, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Carok, Menjaga Harga Diri Dengan Celurit

ditulis oleh
22 January 2024 18:40
Durasi baca: 2 menit
Ilustrasi carok. Foto:unsplash

Ilustrasi carok. Foto:unsplash

Bacaini.id, KEDIRI – Insiden carok yang menewaskan empat orang di Bangkalan Madura masih menjadi perhatian masyarakat luas. Carok diyakini sebagai cara terakhir untuk menjaga harga diri dan keluarga.

Tradisi carok sebenarnya sudah ada sejak zaman kolonial di Pulau Madura. Menurut penelitian yang dilakukan Muniri, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya yang diunggah dalam digital library, carok merupakan bentuk perlawanan masyarakat atas ketidakadilan yang dilakukan penguasa kolonial.  

“(ketika) Para penguasa tidak berhasil memberikan keadilan kepada masyarakat Madura, masyarakat memilih sendiri jalan untuk keadilannya,” tulis Muniri dalam skripsinya.

Carok merupakan media kultural bagi pelaku yang telah berhasil mengalahkan musuhnya untuk memperoleh predikat sebagai seorang jagoan (blater). Jika ia telah berpengalaman membunuh, maka predikat sebagai blater menjadi semakin tegas.

Penggunaan celurit sebagai senjata saat carok sebenarnya tidak terjadi sejak dulu. Di zaman pemerintahan Cakraningrat I atau Raden Prasena yang menjadi Adipati Madura, pertikaian antar lelaki dilakukan dengan pedang atau keris. Saat itu istilah carok belum lahir.

Carok muncul di abad 18 pada saat penjajahan Belanda, dimana penggunaan celurit sebagai senjata dipopulerkan oleh Pak Sakera, seorang penjaga kebun yang melakukan perlawanan. Celurit itu dipergunakan sebagai peralatan kerja di kebun.  

Celurit bagi Pak Sakera merupakan simbol perlawanan rakyat jelata di masa Kolonial Belanda. Namun seiring perjalanan waktu, pemicu carok mulai bervariasi. Paling banyak dipicu masalah harta, tahta, wanita, dendam, hingga konflik turun temurun.

Insiden carok makin menjadi karena hasutan Belanda. Warga Madura kerap diadu dengan golongan blater yang menjadi kaki tangan penjajah.

Kenyataan ini sebenarnya merupakan sisi hitam dari kebudayaan Madura. Sebab orang Madura juga memiliki nilai-nilai budaya yang erat dengan ajaran agama yang cinta damai.

Penulis: Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: carokmadura
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kebakaran toko kelontong di Besole Tulungagung akibat konsleting listrik saat pengisian BBM

Kebakaran Toko Kelontong di Tulungagung Rugikan Rp350 Juta, Konsleting Listrik Jadi Pemicu

Aktivis PMII Blitar Raya dampingi warga terdampak limbah

Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

Polisi menggerebek daycare Little Aresha di Yogyakarta terkait kasus kekerasan anak

Viral Penggerebekan Daycare Little Aresha Yogyakarta, Simak Tips Memilih Daycare Aman

  • Jembatan Cangar Batu Mojokerto lokasi bunuh diri dan fenomena Werther Effect

    Jembatan Cangar Kembali Jadi Lokasi Bunuh Diri, Efek Werther di Media Sosial Disorot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Kediri Tak Punya Strategi Lanjutkan Proyek Alun-alun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Larung Sembonyo Trenggalek 2026: Ribuan Warga Ikuti Ritual Syukur Nelayan Prigi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In