• Login
Bacaini.id
Friday, February 27, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Bupati Kediri Kunjungi Sentra Pembuatan Krupuk Udang di Desa Sumbernongko

ditulis oleh
5 October 2020 15:04
Durasi baca: 2 menit

KEDIRI –  Bupati Kediri, Haryanti Sutrisno berkunjung ke tempat produksi kerupuk udang di Dusun Sumbernongko, Desa Ngreco, Kecamatan Kandat. Dalam kesempatan ini ia melihat dari dekat proses produksi serta berbincang untuk mengetahui kendala yang dihadapi Sumiran.

“Saya memberi masukan kepada Pak Sumiran agar menjaga kualitas rasa dan tampilan dari kerupuknya. Bila bisa dibentuk rapi, kemudian dikemas dalam satuan lebih kecil dan dipacking dalam kertas, dijual di toko oleh-oleh maupun swalayan. Harga dan keuntungan Pak Sumiran akan lebih bagus,” jelas Bupati.

Bupati juga menyebut, dirinya memerintahkan dinas terkait untuk membantu pemasaran krupuk udang tersebut. “Saya juga menugaskan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro untuk membantu kendala pemasaran Pak Sumiran dengan menggunakan media sosial. Hal ini agar jangkauan promosi bisa lebih jauh lagi dan bisa memberi manfaat bagi usaha Pak Sumiran,” katanya.

Sementara itu, krupuk udang milik Sumiran adalah bisnis yang telah terbukti bertahan selama 33 tahun. Kendati dalam masa pandemi saat ini, usahanya masih bertahan dan tidak berpengaruh terlalu banyak terhadap roda ekonomi miliknya.

Sumiran bercerita, dirinya memulai usaha kerupuk tahun 1987. Saat itu ia baru saja bangkrut dari usaha pembuatan tepung pati usai tertipu rekan usahanya. Oleh seorang kerabat dari Pare, dirinya diajari membuat kerupuk udang. Lalu bersama istri, Supiatun, dirinya mencoba membuatnya di rumah.

“Waktu itu masih membuat empat hingga lima kilogram per hari. Terus istri saya menggorengnya lalu dijual di pasar. Berjalan beberapa waktu akhirnya banyak yang suka karena enak. Sejak itu kami meningkatkan produksi,” kenang Sumiran.

Dilanjutkan oleh Sumiran, setelah produksi meningkat cukup banyak, dirinya tidak mampu lagi menjual kerupuk udang secara matang. Hingga akhirnya dirinya memutuskan menjual produk krupuk mentah dan berlanjut hingga saat ini. Produknya ia beri label ‘Kerupuk Udang Cap Ikan Layur’.

Saat ini ia masih tetap memproduksi 1 kuintal kerupuk setiap harinya. Proses produksi dibantu sedikitnya 8 orang tenaga kerja yang berasal dari tetangga sekitar rumah. Pemasaran produk Sumiran saat ini sekitar Kediri, Batu dan Malang. “Untuk harga saya menjual dengan harga Rp. 80.000,- per kemasan 5 kilogram,” katanya. (ADV)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bupati kediri
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Katedral Silves Portugal saat adzan dikumandangkan dalam Festival Al-Mutamid

Setelah 783 Tahun, Sejarah Islam Kembali Bergema di Katedral Silves Portugal

Pasangan tampil stylish dengan outfit bukber semi-formal di hotel mewah bernuansa earth tone

Tips Outfit Bukber Anti Norak: Dari Kafe Santai hingga Hotel Mewah 

Olah TKP kematian ibu dan balita di eks asrama Polri Jombang

Korban Bunuh Diri? Botol Cairan Hijau Jadi Petunjuk Kematian Tragis Ibu dan Balita di Jombang

  • Pensiunan polisi di Blitar ditemukan tewas tergantung di gudang rumahnya

    Pensiunan Polisi di Blitar Tewas Tergantung di Gudang Rumah, Diduga Ada Masalah Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Rusak Mulai Mulus di Kabupaten Blitar, Komitmen Rijanto-Beky Dikebut Bertahap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Efek Narkoba yang Picu AKBP Didik Kuncoro Lakukan Penyimpangan Seksual

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In