• Login
Bacaini.id
Wednesday, May 27, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Bupati Jember Ajak Tokoh Pemuda dan Mahasiswa Bersinergi Wujudkan “Jember Baru, Jember Maju”

ditulis oleh Redaksi
8 March 2026 00:49
Durasi baca: 3 menit
Bupati Jember Gus Fawait memberi semangat anak muda

Bupati Jember Gus Fawait memberi semangat anak muda

Bacaini.ID, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama dan Silaturahmi Tokoh Pemuda sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dengan kalangan pemuda dan mahasiswa. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Jember, pada Sabtu (7/3/2026) ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemimpin daerah dengan berbagai organisasi kepemudaan serta Badan Eksekutif Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Jember.

Dalam sambutannya, Gus Fawait menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan forum silaturahmi yang diharapkan tidak hanya berlangsung setahun sekali, tetapi dapat dijadwalkan secara rutin agar menjadi wadah diskusi bersama dalam membangun daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah sangat membutuhkan gagasan dan pemikiran segar dari generasi muda, khususnya mahasiswa yang dinilai memiliki sudut pandang kritis serta mampu berpikir di luar kebiasaan.

“Saya sebagai Bupati Jember membutuhkan banyak masukan dan ide-ide segar, terutama dari adik-adik mahasiswa. Pemikiran mahasiswa biasanya masih sangat orisinal dan berani berpikir out of the box,” ujar Gus Fawait.

Ia menambahkan, forum seperti ini penting agar pemerintah tidak hanya menerima laporan formal dari jajaran birokrasi, tetapi juga memperoleh gambaran kondisi riil di tengah masyarakat. “Saya tidak ingin hanya menerima laporan yang baik-baik saja dari OPD. Saya perlu tahu kondisi sebenarnya di lapangan. Karena itu saya membutuhkan masukan dari organisasi kepemudaan dan mahasiswa,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait juga memaparkan sejumlah tantangan besar yang dihadapi Kabupaten Jember ketika dirinya mulai menjabat lebih dari satu tahun lalu. Salah satu persoalan utama adalah tingginya angka kemiskinan. Secara absolut, Jember menempati posisi kedua tertinggi di Jawa Timur, sementara untuk kategori kemiskinan ekstrem, Jember menjadi yang tertinggi di provinsi tersebut.

Di awal masa kepemimpinannya, sektor kesehatan menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Saat itu, Pemkab Jember menghadapi berbagai kendala, termasuk utang rumah sakit daerah yang mencapai Rp214 miliar serta kondisi tiga rumah sakit daerah yang hampir mengalami kolaps.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah melakukan berbagai langkah efisiensi anggaran, termasuk menunda pengadaan kendaraan dinas, mengurangi kegiatan seminar, serta memangkas belanja yang tidak berkaitan langsung dengan pengentasan kemiskinan.
Langkah efisiensi tersebut kemudian dialihkan untuk memperkuat sektor kesehatan, termasuk memperluas jaminan kesehatan masyarakat melalui program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.

Dampaknya, rumah sakit daerah di Jember mulai kembali stabil secara finansial. Bahkan, pendapatan RSUD dr. Soebandi meningkat signifikan dari sekitar Rp15 miliar menjadi Rp31 miliar dalam waktu kurang dari satu tahun.

Selain sektor kesehatan, pemerintah daerah juga memprioritaskan perbaikan infrastruktur pendidikan. Data yang diterima pemerintah menunjukkan bahwa terdapat 1.532 sekolah di Jember yang mengalami kerusakan berat. Pemerintah Kabupaten Jember kemudian melakukan perbaikan besar-besaran dengan dukungan anggaran dari APBD dan APBN. Pada tahun 2025, hampir 40 persen sekolah rusak berat telah diperbaiki.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga meluncurkan program beasiswa bagi 20.000 mahasiswa asal Jember.

Pemerintah Kabupaten Jember juga mengembangkan sistem pengaduan publik bernama “Wadul Gus’e”, yang memungkinkan masyarakat menyampaikan berbagai persoalan secara langsung kepada pemerintah daerah. Hingga saat ini, tercatat hampir 12 ribu aduan masyarakat masuk melalui kanal tersebut, dengan tingkat penyelesaian mencapai sekitar 87 persen.

Selain itu, Pemkab Jember juga melakukan reformasi layanan administrasi kependudukan dengan menyediakan fasilitas pencetakan KTP di 28 kecamatan di luar wilayah perkotaan.
Kebijakan tersebut diambil untuk mempermudah masyarakat di wilayah pinggiran yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh ke kantor Dispendukcapil di pusat kota.

Gus Fawait juga mengajak mahasiswa untuk tetap menjaga sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah, namun dengan pendekatan yang konstruktif dan berbasis solusi. “Mahasiswa harus tetap kritis, tetapi kritik yang membangun. Kritik yang disertai solusi,” ujarnya.

Ia menilai mahasiswa memiliki peran penting dalam memberikan perspektif baru dalam pembangunan daerah. Di akhir sambutannya, Gus Fawait menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pemerintah daerah tidak terletak pada banyaknya program yang dijalankan, melainkan pada penurunan angka kemiskinan.

“Tujuan utama pembangunan adalah kesejahteraan masyarakat. Ukurannya jelas, yaitu angka kemiskinan,” tegasnya.

Ia berharap, melalui sinergi antara pemerintah, pemuda, mahasiswa, serta seluruh elemen masyarakat, Kabupaten Jember dapat bergerak menuju masa depan yang lebih baik. Kegiatan silaturahmi tersebut kemudian ditutup dengan tausiyah keagamaan serta doa bersama, dengan harapan agar seluruh ikhtiar pembangunan yang dilakukan dapat membawa Jember menuju cita-cita besar: “Jember Baru, Jember Maju.”(meg/ADV)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Paus Leo menyampaikan pengakuan dan permintaan maaf Vatikan atas keterlibatan historis Gereja Katolik dalam praktik perbudakan

Paus Leo Minta Maaf atas Perbudakan, Vatikan Akui Keterlibatan Historis Gereja Katolik

Sutopo bersama kuasa hukumnya, Faris Trihatmoyo. Bacaini/Syailendra

Ajudan Bupati Jombang dan Oknum PNS Dilaporkan Memeras dan Sekap Warga

Komarudin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Trenggalek Lewat PAW

  • Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menjelaskan skema dana hibah KONI Kota Blitar

    Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samanhudi Anwar Akan Mundur Saat Pelantikan Ketua KONI Kota Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In