• Login
Bacaini.id
Wednesday, May 6, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Bulog Kediri Tolak Puluhan Ton Gabah Petani

ditulis oleh
22 March 2021 20:14
Durasi baca: 2 menit
Kepala Bulog Kediri, Mara Kamin Siregar

Kepala Bulog Kediri, Mara Kamin Siregar

Bacaini.id, KEDIRI – Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Kediri menolak puluhan ton gabah dan beras dari para petani di wilayah kerjanya. Hal itu dilakukan lantaran kualitas barang yang tidak memenuhi kriteria Bulog.

Kepala Bulog Sub Divre Kediri, Mara Kamin Siregar mengatakan, acuan Bulog dalam membeli gabah dan beras sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 24 Tahun 2020. Beberapa hal jelas tercantum, termasuk ketentuan kualitas beras dan gabah.

“Memang ada beberapa yang masuk dan tidak sesuai ketentuan, seperti gabah yang terendam air, dan gabah hijau, itu tidak bisa kami terima. Kami terpaksa menolak gabah dari petani di 40 lokasi gudang Bulog wilayah Kediri per hari sekitar 30 sampai 40 ton,” jelas Kepala Bulog Kediri, Senin, 21 Maret 2021.

Kendati demikian, Bulog tetap akan mengoptimalkan penyerapan gabah dari petani. Karena target selama tahun 2021 untuk serapan gabah sebesar 10.700 ton, sedangkan sampai saat ini Bulog baru menyerap gabah sekitar 150 ton. Begitu pula dengan beras yang ditarget 19.700 ton dan saat ini masih ada 600 ton.

Selain pengadaan gabah dan beras, stok beras yang dikuasai Bulog cabang Kediri saat ini sebesar 10.300 ton. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan stok beras. Menurut Kamin, stok beras yang ada di gudang Bulog masih cukup sampai dengan bulan Agustus ke depan.

“Stok beras  tersebar di empat gudang Bulog yaitu di gudang Paron, gudang Banyakan, gudang Candirejo dan gudang Kedondong,” imbuh Kamin.

Tetapi untuk mencapai target, Bulog akan bekerjasama dengan Gapoktan, Poktan, Bungdes dan mitra kerja pengadaan di wilayah cabang Kediri.

“Termasuk juga langsung kepada petani, nanti akan ada solusinya jika gabah ditolak. Maka dengan bekerjasama dengan mitra kerja untuk memperbaiki kualitas, supaya lebih layak dan harganya bisa lebih tinggi,” pungkasnya.

Pet Dengan Harga Gabah Petani Resah

Sementara itu, musim panen raya kali ini membuat petani padi merasa resah dengan harga gabah yang mengalami penurunan secara drastis. Salah satunya Suyitno, petani di desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

“Harga gabah kami anjlok , hanya Rp 3.000/kg dan ditolak Bulog karena kualitasnya turun akibat musim hujan ini, mau bagaimana lagi,” keluhnya.

Sudah mengalami penurunan harga, petani semakin resah karena gabah mereka tidak sesuai dengan ketentuan spesifikasi kebutuhan Bulog, karena memang kualitas gabah menurun akibat musim hujan.

“Saya terpaksa menyimpan stok gabah saya dulu di gudang, nunggu harga naik. Walaupun musim tanam berikutnya mungkin butuh pinjaman untuk modal tanam,” tutupnya singkat.

Penulis : Novira Kharisma
Editor : Karebet

Tonton Vidio :

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bacainibulog kedirigabah petani
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

lomba balap dayung perahu tradisional di Pantai Mutiara Trenggalek

Lomba Balap Dayung Tradisional di Pantai Mutiara Trenggalek Tarik Animo Wisatawan

Nelayan Pantai Prigi Trenggalek menyiapkan kapal di tengah kenaikan harga solar industri

Harga Solar Industri Naik, Nelayan Prigi Trenggalek Keluhkan Biaya Melaut Membengkak

Ilustrasi kekerasan kepada anak. Foto: istimewa

Tips Memilih Daycare yang Aman untuk Anak

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kedatangan KPK ke Blitar Picu Rumor OTT, Jubir Pastikan Hanya Sosialisasi Pencegahan Korupsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In