• Login
Bacaini.id
Saturday, May 30, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Bocah 9 Tahun Dikurung 2 Tahun di Dalam Mobil Van, Kondisinya Memprihatinkan

Disekap sejak usia 7 tahun, bocah ini hidup tanpa perawatan layak hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
12 April 2026 21:24
Durasi baca: 4 menit
Bocah 9 tahun ditemukan dalam mobil van setelah dikurung selama dua tahun di Prancis

Seorang bocah 9 tahun diselamatkan polisi setelah dikurung ayahnya di dalam mobil van selama dua tahun dalam kondisi mengenaskan (foto/ist)

Bacaini.ID, PRANCIS – Seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun ditemukan hidup dalam kondisi mengenaskan setelah diduga dikurung oleh ayahnya sendiri selama dua tahun di dalam sebuah mobil van

Saat ini bocah tersebut menjalani perawatan di rumah sakit dan sang ayah telah ditahan oleh pihak berwenang. Kasus menghebohkan ini terjadi di Desa Hagenbach, wilayah timur Prancis yang berbatasan dengan Swiss dan Jerman.

Laporan CBS News menyebut pengungkapan kasus ini berawal dari laporan seorang tetangga ke kepolisian setelah mendengar suara anak dari dalam mobil van pada Senin 6 April 2026 waktu setempat.

Polisi mendatangi lokasi pada Sabtu (11/4) dan memutuskan membuka paksa pintu van. Di dalam mobil mereka menemukan seorang anak laki-laki dalam kondisi memprihatinkan.

Bocah ini berbaring dengan posisi meringkuk tanpa pakaian, hanya tertutup selimut. Ia berada di atas tumpukan sampah, berdekatan dengan kotorannya sendiri. Kondisinya sangat lemah dan mengalami kekurangan gizi berat.

Menurut keterangan jaksa, anak tersebut bahkan sudah tidak mampu berjalan lagi karena terlalu lama berada dalam posisi duduk di ruang sempit. Ia diduga hidup di dalam mobil van sejak November 2024, ketika usianya masih 7 tahun.

Di depan penyidik, ayah si bocah yang berusia 43 tahun mengaku mengurung anaknya di dalam mobil van dengan alasan ingin ‘melindungi’ sang anak. Ia berdalih karena pasangannya yang berusia 37 tahun ingin mengirim sang anak ke rumah sakit jiwa.

Dalam pemeriksaan jaksa menyatakan tidak ditemukan catatan medis yang menunjukkan anak tersebut memiliki gangguan kejiwaan. Laporan dari sekolah juga menunjukkan nilai akademik yang baik.

Kepada petugas bocah tersebut mengaku menghadapi masalah besar dalam hubungannya dengan pasangan ayahnya. Ia bahkan mengatakan kepada penyidik ayahnya sepertinya ‘tidak punya pilihan lain’ selain mengurungnya.

Hidup Dalam Kondisi Tidak Manusiawi

Kondisi kehidupan bocah yang dikurung di dalam mobil van sangat tidak layak. Ia mengaku kepada polisi terakhir kali mandi pada akhir tahun 2024, dan untuk buang air kecil memakai botol plastik.

Sementara untuk buang air besar, ia menggunakan kantong sampah. Ayahnya disebut hanya datang dua kali sehari untuk memberinya makanan dan air minum.

Kehidupan tidak layak selama berbulan-bulan menyebabkan kesehatan fisik anak tersebut memburuk drastis.

Saat ini, ayah korban telah dikenakan tuduhan awal penculikan dan sejumlah pelanggaran hukum lainnya. Ia ditahan dan masih menjalani proses hukum lebih lanjut.

Sementara pasangan ayah korban mengaku tidak tahu anak tersebut dikurung di dalam mobil van. Meski demikian, ia tetap dikenai tuduhan gagal memberi bantuan kepada anak yang berada dalam bahaya. Ia dibebaskan sementara di bawah pengawasan hukum.

Selain korban, dua anak lain yang tinggal dalam keluarga tersebut juga diamankan oleh layanan sosial. Mereka adalah saudara perempuan korban yang berusia 12 tahun serta anak perempuan dari pasangan ayahnya yang berusia 10 tahun.

Kantor jaksa masih menyelidiki apakah ada pihak lain yang mengetahui hal ini. Beberapa teman dan anggota keluarga mengaku sebelumnya mengira bahwa anak itu telah dikirim ke rumah sakit jiwa.

Sementara itu pihak sekolah korban juga diberi informasi bahwa anak tersebut telah pindah ke sekolah lain. Nama korban dan anggota keluarganya tidak diumumkan ke publik demi menjaga privasi dan keselamatan mereka.

Reaksi Warga dan Fakta Mengejutkan

Warga desa Hagenbach yang diwawancarai beberapa media internasional mengaku sangat terkejut dengan kejadian ini. Mereka mengatakan tidak mengetahui keberadaan anak tersebut selama ini.

Beberapa tetangga mengaku pernah mendengar suara dari dalam van, tetapi saat mereka menanyakannya, mereka diberi tahu bahwa suara tersebut berasal dari seekor kucing.

Kasus ini kini menjadi perhatian luas karena menunjukkan bagaimana seorang anak bisa hidup dalam kondisi ekstrem tanpa diketahui masyarakat sekitar selama waktu yang lama.

Setelah berhasil diselamatkan, anak tersebut segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis intensif. Tim medis saat ini fokus pada pemulihan kondisi fisik dan psikologisnya.

Saat ini latar belakang kasus yang ada terus didalami untuk memastikan semua pihak yang terlibat bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat internasional sekaligus pengingat perlunya kewaspadaan masyarakat terhadap tanda-tanda bahaya di lingkungan sekitar, terutama jika berkaitan dengan keselamatan anak-anak.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: anakkekerasan anakkriminalprancis
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Pengembangan fasilitas Stasiun Madiun oleh KAI Daop 7 Madiun dengan pembangunan peron tinggi dan perluasan area parkir

KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

Latihan squat untuk menjaga kesehatan otot bokong atau glutes

Otot Bokong Ternyata Pengaruhi Umur Panjang, Ini Penjelasan Ahli Kesehatan

Samanhudi Anwar duduk di rumahnya di Kota Blitar sambil berbincang mengenai politik dan KONI Kota Blitar

Samanhudi Anwar Never Give Up di Tengah Polemik KONI Kota Blitar

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In