• Login
Bacaini.id
Sunday, May 3, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Bikin Syok, Makanan Ini Pernah Dijual Murah di Kediri

ditulis oleh
4 March 2022 19:44
Durasi baca: 2 menit
Tangkapan layar unggahan potret harga makanan tempo dulu. Foto: Instagram@tangerang24jam

Tangkapan layar unggahan potret harga makanan tempo dulu. Foto: Instagram@tangerang24jam

Bacaini.id, KEDIRI – Salah satu bisnis yang tak pernah mati di seluruh dunia adalah makanan. Tak heran jika dinamika produk kuliner dan harganya selalu berubah dari waktu ke waktu.

Jika membandingkan harga makanan saat ini dengan zaman dulu bagai bumi dan langit. Beberapa makanan yang sekarang dibanderol hingga belasan ribu, bisa kita nikmati dengan harga puluhan rupiah saja.

Perbedaan harga paling mencolok terlihat di tahun 1980-an. Beberapa warung makan di Kediri menjual menu masakan mereka di bawah Rp100. Niliai ini setara dengan pecahan koin paling kecil yang dikeluarkan Bank Indonesia saat ini.

Kurniati, 55 tahun, warga Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri menceritakan harga seporsi nasi pecel saat itu yang hanya Rp25. “Itu harga nasi pecel di kampung, kalau di kota mungkin agak mahal sedikit,” katanya kepada Bacaini.id, Jumat 4 Maret 2022.

Meski terlihat murah, uang Rp25 saat itu cukup memiliki nilai ekonomi. Nilai tersebut terdiri dari beberapa uang koin pecahan Rp5 dan Rp10.

Jika dibandingkan dengan harga sekarang, tentu berbanding terbalik. Satu porsi nasi pecel saat ini paling murah dibanderol Rp5.000. Itupun harga di desa dan tidak mendapat lauk apa-apa selain sayur dan sambal pecel.

“Kalau di kota sudah tidak ada nasi pecel lima ribu. Minimal bawa uang dua puluh ribu untuk makan dan minum,” tambah Kurniati.

Pengakuan yang sama disampaikan Asmiati, 74 tahun, warga Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Sebagai pengurus PKK, pensiunan guru ini pernah menjadi panitia bazzar makanan di Kantor Kelurahan Sukorame tahun 1980-an.

“Saat itu kami menjual nasi pecel dan tumpang seharga lima puluh rupiah, makan sepuasnya,” kenang Asmiati.

Selain pecel, berbagai kuliner juga dijual murah seperti soto ayam, soto daging, rawon, dan lain-lain. Hanya membawa uang Rp200 sudah bisa tenang makan di depot tanpa was-was.

Meski demikian, beberapa rumah makan sudah membanderol makanan mereka lebih mahal dibanding lainnya. Salah satunya adalah depot soto ayam di Jalan Doho bernama Soto Podjok. Soto ini sudah terkenal sejak dulu dan menjadi langganan pegawai negeri.

Saat menu soto ayam dipatok sekitar Rp150 – 200 per porsi, Soto Podjok sudah membanderol Rp400 per porsinya. “Bisa makan di sana di momen tertentu, seperti habis gajian atau acara kantor,” kenang Asmiati.

Penulis: Novira Kharisma
Editor: HTW

Tonton video:

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: harga makananKedirimakanan jadul
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia dengan simbol kebebasan berekspresi dan aktivitas jurnalis

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Tema Perdamaian hingga Tantangan Kebebasan Media di Indonesia

Hamparan bunga liar berwarna-warni di Namaqualand saat musim semi

Wisata Bunga Liar Mendunia: Alternatif Selain Sakura, Ini Destinasi Terbaiknya

Ilustrasi Gojek. Foto: istimewa

Pemerintah Tetapkan Aturan Baru Gojek-Grab, Ini Perhitungannya

  • Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

    Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In