Bacaini.ID, JEMBER – Aroma khas rumput dan riuh suara kambing bersahut-sahutan memecah keheningan pagi di salah satu sudut pasar hewan di Jalan Teuku Umar, Tegalbesar, Kaliwates, Jember. Di antara kepulan asap kopi hitam dan lalu lalang para makelar, tampak seorang pria paruh baya sedang sibuk menyeka punggung seekor kambing berukuran besar.
Pria itu adalah Ali, salah satu dari sekian banyak pedagang hewan kurban musiman yang menggantungkan harapan besarnya pada momentum Hari Raya Idul Adha tahun ini. Bagi Ali, Idul Adha bukan sekadar ritual keagamaan tahunan, melainkan sebuah siklus kehidupan di mana roda ekonominya bisa berputar jauh lebih kencang dari biasanya.
“Setiap tahun, momen inilah yang paling kami tunggu. Ini bukan cuma soal jualan, tapi tentang bagaimana modal yang kami putar selama berbulan-bulan bisa membawa berkah untuk keluarga di rumah,” ungkap Ali sembari tersenyum, Jumat (22/5/2026).
Tahun ini, Ali mengaku proses berdagang terasa sedikit berbeda namun jauh lebih menenangkan. Pemerintah daerah melalui petugas kesehatan hewan dinas terkait gencar melakukan pemeriksaan dini ke lapak-lapak pedagang.
Awalnya, Ali sempat khawatir pemeriksaan ketat itu akan mempersulit jalannya transaksi. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Setelah hewan-hewannya dinyatakan sehat dan mengantongi dokumen resmi, para pembeli justru berdatangan tanpa rasa ragu.
“Pembeli tidak perlu lagi berdebat atau khawatir soal kondisi fisik hewan karena sudah ada stempel aman dari dokter hewan,” ulasnya.
Selain itu, hewan yang terjamin kesehatannya membuat Ali bisa mempertahankan harga pasar yang sehat tanpa takut dijatuhkan oleh spekulan.
Ali menceritakan bagaimana uang yang dibelanjakan oleh para pengurban sebenarnya mengalir ke banyak dapur di pedesaan Jember. Sektor ini menciptakan rantai ekonomi mikro atau multiplier effect yang luar biasa luas.
“Orang mungkin melihatnya saya yang untung. Padahal tidak begitu. Uang dari pembeli itu langsung terbagi-bagi. Saya bayar peternak di kampung, bayar anak-anak yang bantu cari rumput, sampai bayar ongkos sopir pikap. Semua kebagian rezeki,” jelasnya.(meg/adv)





