• Login
Bacaini.id
Monday, September 28, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Benci Hari Senin? Mungkin Kamu Cuma Butuh Cara Baru Memulainya

ditulis oleh Hari Tri Wasono
28 September 2026 05:26
Durasi baca: 4 menit
Reporter: Hari Tri Wasono | Editor: Editor

Ini salah satu kebiasaan yang bisa membuat Senin terasa lebih panjang bahkan sebelum Senin dimulai. Kalau memang ada sesuatu yang harus dilakukan, tuliskan. Misalnya:

Senin pagi:

  • menyelesaikan laporan;
  • membalas email penting;
  • menyiapkan bahan rapat.

Setelah itu, tutup laptop. Tidak semua pekerjaan harus diselesaikan di kepala sebelum waktunya. Minggu tetaplah Minggu.

Senin Pagi Jangan Langsung Mengejar Semuanya

Pukul 08.07. Rina sudah duduk di depan laptop. Belum sempat menyeruput kopi, sudah ada 17 email yang masuk. Grup WhatsApp kantor ramai. Ada dua pekerjaan yang harus segera diselesaikan dan satu rapat menunggu.

baca ini: Gen Z Tidak Suka Baca Buku, Lalu Kenapa Mereka Tertarik Tan Malaka

Rina mulai panik. Semua terlihat penting. Padahal tidak semuanya harus selesai pagi itu. Ia kemudian mengambil kertas kecil dan menulis satu pekerjaan yang paling mendesak. “Satu ini dulu.”

Sepuluh menit kemudian pekerjaannya mulai bergerak. Kadang persoalannya memang bukan terlalu banyak pekerjaan. Kita hanya melihat semuanya sekaligus. Karena itu, Senin pagi tidak harus dimulai dengan ambisi menaklukkan seluruh dunia.

Pilih satu pekerjaan. Selesaikan. Baru pindah ke pekerjaan berikutnya.

Setidaknya, kita tahu dari mana harus mulai.

Cari Satu Hal yang Menyenangkan

Ada kebiasaan lain yang dilakukan Rina. Setiap Senin pagi, ia membeli kopi favorit sebelum masuk kantor. Bukan kopi mahal. Hanya kopi yang rasanya ia suka. “Ini hadiah karena sudah berhasil bangun,” katanya bercanda kepada teman kantornya.

baca ini: Dulu Menertawakan Pesilat, Kini Ikut Latihan

Kedengarannya sepele. Tetapi justru hal-hal kecil seperti ini bisa membuat rutinitas terasa lebih ringan. Tidak harus kopi. Bisa sarapan kesukaan, mendengarkan playlist favorit selama perjalanan, makan siang bersama teman, atau menyisihkan waktu sebentar untuk berjalan keluar kantor.

Kita tidak harus menunggu liburan untuk merasa senang. Kadang, hal kecil yang menyenangkan di tengah rutinitas sudah cukup.

Jangan Menuntut Diri Selalu Semangat

Menjelang pulang, Rina melihat kembali daftar pekerjaannya. Tidak semuanya selesai. Dulu ia mungkin merasa gagal karena itu. Sekarang ia belajar lebih realistis.

Ada hari ketika pekerjaan bisa selesai banyak. Ada hari ketika pekerjaan berjalan lambat. Ada hari ketika konsentrasi sulit didapat. Dan itu bagian dari bekerja.

Kita tidak harus bangun setiap Senin pagi dengan semangat seperti orang yang baru memenangkan undian. Kadang cukup bangun, mandi, berangkat, lalu menjalani satu per satu. Sebab pada akhirnya, Senin akan selesai juga.

Rina menutup laptop pukul 17.03. Ia memasukkan barang ke dalam tas, lalu berjalan keluar kantor. “Besok Selasa,” katanya.

Kali ini tanpa keluhan. Mungkin kita memang tidak perlu belajar mencintai hari Senin. Tidak perlu juga memaksakan diri menjadi orang paling produktif di hari pertama kerja. Cukup membuat Senin sedikit lebih ringan daripada minggu lalu. Karena barangkali yang kita benci bukan hari Seninnya. Kita hanya belum menemukan cara yang lebih ramah untuk memulainya. (htw/edt)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Page 2 of 2
Prev12
Tags: bacainiidBenciHariSeninDuniaKerjaMondayBluesTipsKerja
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi Edy Herwianto dan Reza Darmawan menarik becak. Foto: Bacaini/AI

Kenapa Politisi Kediri Suka Menjadi Tukang Becak?

Benci Hari Senin? Mungkin Kamu Cuma Butuh Cara Baru Memulainya

Perempuan melakukan perawatan kulit setelah usia 30 untuk menjaga kesehatan kulit

Usia 30 Bukan Tanda Kulit Menua, Ini Perubahan yang Mulai Terjadi pada Perempuan

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In