Bacaini.ID, TRENGGALEK – Permasalahan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Trenggalek Jawa Timur terus terjadi.
Ratusan menu MBG yang didistribusikan kepada siswa SD Inovatif Trenggalek pada Kamis (5/2/2026) diduga basi. Untungnya makanan belum sempat disantap siswa.
“MBG itu datangnya pagi sebelum jam 08.00 WIB. Menunya ayam rica-rica, ayam dibumbui. Tapi setelah dibuka baunya tidak sedap,” ujar Daimaini, guru kelas SD Inovatif Trenggalek Kamis (5/2/2026).
Baca Juga:
- Banyak Dapur MBG di Trenggalek Berhenti, Harga Jadi Stabil
- 12 SPPG di Trenggalek Njleput: Dana BGN Macet, MBG Dihentikan
Menu MBG yang diduga basi itu disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngantru 3. Sengaja didistribusikan sebelum pukul 08.00 WIB untuk sarapan siswa.
Saat ompreng atau wadah makanan berisi ayam rica-rica itu dibuka, yang tercium aroma tidak sedap makanan basi. Bau tidak sedap itu diduga berasal dari bumbu rica dan buah salak yang berada dalam satu wadah.
“Apakah karena bumbu rica yang dicampur dengan buah salak, jadi baunya bercampur dan tidak sedap,” ungkap Daimaini.
Sejumlah guru juga membuka wadah lain dan mendapati aroma yang sama. Lantaran khawatir terjadi kasus keracunan, menu MBG itu tidak didistribusikan ke siswa.
“Kami tidak berani memberikan ke anak-anak. Guru mencium baunya, siswa juga mencium dan bilang bau. Karena khawatir terjadi sesuatu, akhirnya tidak diberikan,” tegas Daimaini.
Pihak sekolah pun langsung mengambil langkah pengamanan dengan mengembalikan seluruh porsi MBG yang berjumlah lebih dari 400 paket, sesuai jumlah siswa.
Hingga siang hari, pihak sekolah mengaku belum mendapat penggantian menu MBG dari penyedia. Pihak sekolah meminta pengolahan makanan lebih diperhatikan.
Terutama dengan daging ayam yang dimasak dan dibumbui pada malam hari akan rentan basi pada pagi hari. Sebaiknya hal-hal demikian itu untuk dihindari.
“Untuk anak SD sebaiknya ayam tidak dibumbui, mungkin digoreng saja supaya lebih aman,” pungkasnya.
Penulis: Aby Kurniawan
Editor: Solichan Arif





